
tak berselang lama Sean datang memasuki kamar dengan wajah datarnya, ia membuka pintu dan seketika matanya terbelalak melihat penampilan seksi istri kecilnya.
dengan cepat Sean langsung melangkah masuk dan menghampiri Zarina.
"apa ini baju terkahir di lemari mu?"tanya sean dengan sorot mata tidak suka.
sungguh Sean sangat tidak ingin jika orang lain melihat tubuh indah istrinya,Zarina hanya miliknya seorang begitulah pikiran Sean.
Zarina yang tidak paham dengan maksud Sean barusan seketika mengerutkan keningnya.
"memangnya kenapa apakah baju ini bermasalah?"tanyanya dengan wajah polos sembari mencari cari di mana sebenarnya letak masalah nya pada gaun indah itu.
"apa kau berniat menggoda orang orang yang hadir disana agar semua nya menatap mu"ucap Sean tanpa sadar menunjukkan rasa cemburunya.
Zarina seketika paham maksud suaminya ini.
dengan senyum sinis Zarina berkata.
"kenapa apa kau tidak rela orang lain menatap ku, atau jangan jangan kau cemburu padaku tuan Sean"tanya Zarina dengan senyum mengejek nya.
Sean yang mendengar kata kata Zarina mulai sadar dengan tingkah konyolnya, seketika Sean berdehem untuk mengalihkan suasana yang cukup memalukan ini untuknya karena sudah tertangkap bertingkah cemburu kepada Zarina.
"untuk apa aku cemburu padamu, sudahlah kita sudah terlambat bergegaslah aku akan menunggumu di dalam mobil"ucap Sean dan langsung pergi dari kamar itu.
Zarina memperhatikan punggung Sean yang semakin lama semakin menjauh dan kemudian berkata.
"dasar pria aneh"
melupakan hal yang baru saja terjadi antara Zarina dan Sean Zarina berjalan perlahan menuju laci yang berada di dekat ranjangnya, dan mengambil sebuah belati dan sebuah pistol lengkap dengan pelurunya.
dengan santai Zarina menyelipkan dua benda itu kedalam pakaiannya.
"permainan akan segera dimulai"ucapnya dengan senyum membunuh di bibirnya, sembari berjalan menuju mobil tempat Sean sudah menunggunya.
Zarina memasuki mobil tersebut dan tak lama mobil itu langsung bergerak melaju menuju tempat yang akan di tuju Zarina dan Sean malam ini.
di dalam mobil Zarina dan Sean tampak sudah mengenakan topeng mereka
__ADS_1
karena memang suatu peraturan jika menghadiri pelelangan seperti ini para tamu harus sangat menjaga identitas mereka masing masing hal ini sudah menjadi hal yang biasa di tempat seperti ini.
di sisi lain tampak axsel pun sedang dalam perjalanan menuju tempat pelelangan yang akan di hadiri Sean dan juga Zarina malam hari ini.
tampak axsel duduk dengan tenang di dalam mobil mewahnya bersama seorang pria berbadan kekar di sampingnya.
"kau sudah mengatur semuanya?"tanya axsel dingin Tampa mengalihkan pandangannya yang menatap lurus kedepan.
"semuanya sudah berada di posisinya tuan"ucap pria itu sopan.
"tapi..."ucapnya kemudian.
"katakan"ucap axsel dingin.
"sepertinya ada orang lain yang juga mengawasi tempat itu tuan saya tidak tau apa tujuan mereka, tapi yang pasti mereka memiliki jumlah yang cukup banyak dan tersebar di beberapa tempat gedung itu"ucap pria itu memberikan informasi pada axsel.
"apakah mereka salah satu musuh kita"tanya axsel lagi.
"sepertinya bukan tuan,saya rasa mereka adalah para bodyguard dari salah satu tamu yang hadir di sana tuan kemungkinan besar orang itu adalah orang yang berkuasa sehingga memerlukan pengawalan yang sangat ketat"ucap pria itu menjelaskan.
"kau yakin?"tanya axsel sedikit meragukan informasi yang di berikan bawahannya ini.
"apa ada ciri ciri khusus dari pria itu yang bisa aku gunakan untuk mengenalinya"tanya axsel lagi.
"ada tuan pria itu memiliki tato di bagian lehernya berbentuk tulisan abstrak"ucap pria itu dengan cepat.
axsel kembali diam dan tak mengatakan apapun matanya hanya sibuk memandang kedepan dengan berbagai pikiran yang melintas di kepalanya.
sementara disisi lain Zarina dan Sean telah sampai di tempat pelelangan itu berlangsung.
tampak pemandangan sebuah hotel bintang lima dengan gaya luxury terpampang nyata di hadapan Sean dan Zarina.
kedua insan itu berjalan beriringan memasuki aula hotel itu, dengan Zarina yang menggandeng lengan Sean dan Sean yang merangkul pinggang ramping Zarina.
keduanya tampak bagaikan pasangan yang paling romantis yang pernah ada di dunia ini.
sesampai di dalam aula hotel tempat pelelangan yang akan di lakukan malam nanti Zarina dan Sean tampak mengalihkan pandangan mereka kesana kemari dengan cara yang santai agar tidak terlalu terlihat mencolok.
__ADS_1
"pria itu memiliki tato tulisan abstrak di bagian lehernya"ucap Sean membisikkan telinga Zarina pelan.
kemudian gadis belia itu mengangguk dan mulai menajamkan pandangan matanya ke setiap orang yang hadir di acara pelelangan itu.
tak berselang lama pengumuman dari seorang pembawa acara mengalihkan perhatian Sean dan Zarina yang sedang fokus mencari pria bertato abstrak itu.
"selamat malam para hadirin yang berbahagia semoga anda selalu dalam keadaan sehat. malam ini kita akan melakukan pelelangan yang sangat spektakuler sudah ada kejutan spesial yang akan menanti di balik tirai merah di depan anda"ucap pembawa acara itu dengan penuh semangat.
tampak para pengunjung mulai mencari tempat yang nyaman yang akan mereka gunakan menyaksikan pelelangan malam ini.
begitu pun Zarina dan Sean kedua insan ini juga beranjak dari tempat mereka berdiri tadi menuju sebuah meja yang letaknya berada di tengah tengah para pengunjung lainnya.
seketika lampu di matikan dan hanya menyisakan penerangan di panggung tempat pelelangan saja.
pelelangan pertama di mulai kali ini barang yanga akan di perebutkan merupakan sebuah lukisan antik asal China yang berasal dari klan klan terdahulu, yang memiliki nilai jual sangat tinggi.
dan sangat di cari oleh pemerintah China untuk di jadikan prasasti di museum milik pemerintahan mereka.
"baiklah para hadirin lukisan antik dari pemerintahan China ini akan dilelang dengan harga di mulai dari satu juta dollar"ucap pembawa acara itu membuka pelelangan dengan menawarkan harga awal dari lukisan antik itu.
"satu juta"ucap salah satu pengunjung.
"dua juta dollar"
"dua juta setengah" ucap pengunjung lainnya.
lain hal dengan Zarina dan Sean mereka sama sekali tidak memperdulikan pelelangan itu saat ini kedua insan itu tampak kesulitan mencari target mereka karena keadaan lampu yang tidak mendukung.
"aku sangat heran dengan orang orang ini, untuk apa mereka membuang jutaan dollar hanya untuk lukisan yang tidak berarti seperti itu"ucap Zarina tidak habis pikir, melihat orang orang yang dengan Sadar membuang uang mereka hanya untuk sebuah lukisan yang bahkan tidak bisa melakukan apa pun. sangat tidak berguna begitulah pikiran Zarina.
Sean yang mendengar kata kata Zarina tidak ambil pusing dengan hal itu, Sean hanya fokus mencari pria yang memiliki tato abstrak di lehernya.
"sepulu juta dollar"ucap seseorang di ujung sana mengalihkan semua pandangan para pengunjung yang berhadir di dalam acara pelelangan itu.
seketika lampu menyorot kearah pria itu,sama seperti pengunjung lainnya Zarina dan Sean pun mengalihkan pandangan mereka kepada pria yang menawar lukisan tadi dengan harga yang tidak masuk akal seketika Sean dan Zarina langsung menangkap sesuatu yg aneh di leher pria itu.
"itu dia!!!!!"ucap keduanya kompak.
__ADS_1
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢🤣🤣🤣🤣🤣💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
haii readers jangan lupa like dan coment ya sampai jumpa di episode selanjutnya.