
malam yang penuh kebingungan itu berakhir dan di gantikan dengan pagi.
Zarina sudah bangun lebih awal untuk mandi dan memesan baju gantinya kali ini wanita cantik itu memilih sebuah dress sederhana untuk di kenakannya.
Sean yang menyadari Zarina tidak lagi sampingnya mulai perlahan membuka matanya,pandangannya masih buram dan tidak terlalu jelas.
Sean melihat Zarina sedang duduk di depan cermin sambil mengoleskan lipstik pink di bibir mungilnya kali ini Zarina membiarkan rambutnya tergerai cantik di bahunya.
"cantik"itulah kata pertama yang terbesit di pikiran Sean ketika melihat Zarina pagi ini.
'kau sudah bangun?"ucap Zarina tiba tiba ketika menyadari Sean sedang menatapnya dengan wajah khas orang tidur.
entahlah Zarina merasa jika Sean pagi ini sangat tampan dengan rambut yang terlihat acak acakan tetapi terkesan seksi di matanya.
"segeralah mandi, ada banyak hal yang harus kita lakukan hari ini"ucap Zarina pelan.
"apa yang akan kita lakukan apa sudah ada informasi mengenai pria misterius itu"tanya Sean mulai serius dan mengembalikan kesadarannya sehabis bangun tidur.
"ya orang orang ku mengatakan seseorang yg berhubungan dengannya akan mengunjungi sebuah bar di pusat kota nanti malam untuk melakukan sebuah kesepakatan bisnis."ucap zarina dingin.
Sean tampak tak menjawab lagi pria tampan itu bergegas pergi menuju kamar mandi untuk segera mandi dan mempersiapkan diri untuk kejutan malam nanti.
sekitar tiga puluh menit Sean keluar dengan stelan handuk yang melilit di pinggangnya Zarina yang sedang minum seketika tersedak melihat Sean datang tanpa mengenakan pakaian nya.
"hei apa kau tidak apa apa"tanya Sean panik dan segera ingin berjalan mendekat kearah Zarina.
menyadari Sean yang ingin mendekat Zarina buru buru menaikkan tangganya memberikan isyarat jika dirinya tidak apa apa dan Sean tidak perlu melangkah lebih dekat lagi padanya.
"aku tidak apa apa segeralah kenakan bajumu"ucap Zarina mengalihkan pandangan nya dari Sean.
Sean merasa heran dengan sikap Zarina ini.
"ada apa dengannya apa dia malu"pikir Sean.
__ADS_1
"lagi pula kenapa dia malu bukan kah ini bukan yang pertama kali"pikirnya lagi.
Sean yang tidak ingin terlalu banyak berpikir dan membuang waktu segera mengenakan bajunya dan kembali mendatangi Zarina untuk sarapan.
kedua pasutri itu sarapan dengan tanang tanpa melakukan pembicaraan apa pun Zarina dan Sean begitu menikmati suasana makan dengan ketenangan seperti ini walau sesekali Sean mencuri pandang pada Zarina tentunya.
selesai makan keduanya terlihat masih sangat enggan untuk beranjak dan memilih duduk dengan santai di sana.
perlahan Zarina berjalan menuju suatu meja di dekat tempat tidurnya dan mengambil sesuatu dari dalam laci lalu kembali mendatangi Sean yang sedang menatapnya dengan raut wajah ingin tahu.
"apa itu?"tanya Sean penasaran ketika melihat sebuah amplop coklat yang di pegang Zarina.
dengan gerakan santai Zarina membuka amplop itu dan mengeluarkan sebuah foto dari dalam sana dan menunjukkan nya pada Sean.
"apa kau mengenalnya"tanya Zarina dingin.
"ya dia salah satu pebisnis terkenal di kota ini aku pernah menjalin beberapa kerja sama dengannya"ucap Sean santai.
suasana yang tadinya damai dan santai berubah menjadi suram dan sedikit menegangkan.
"apakah informasi ini bisa di percaya"ucap Sean dingin.
"ya ini adalah informasi yang dapat di percaya aku rasa kita bisa menemukan petunjuk dari nya tantang pria itu"ucap Zarina bersemangat.
"tidak semudah itu"ucap Sean dingin.
"dia adalah pebisnis yang sangat berpengalaman dan kompeten dia tidak akan memberikan informasi apapun tentang orang yang bekerja sama dengannya"ucap Sean
"apakah tidak ada cara untuk membuatnya mau memberikan informasi pada kita"ucap Zarina cepat.
"aku tidak tahu banyak tentangnya aku hanya tau dia adalah pria hidung belang yang sangat menyukai wanita muda dan cantik"ucap Sean dengan nada yang terkesan mengejek pada pria itu.
Zarina tampak berpikir dan seketika senyuman menghiasi wajah cantiknya.
__ADS_1
"aku yang akan memastikan pria tua itu akan memberikan informasi yang kita ingin kan nanti malam"ucap Zarina dengan senyum licik di bibirnya.
"apa maksudmu apa kau bermaksud ingin mendekatinya"ucap Sean dengan nada tidak suka dan pandangan tajam pada Zarina.
"tentu saja bukan kah kau bilang pria tua itu menyukai gadis muda yang cantik aku rasa aku cukup cantik dan juga masih muda untuk bisa merayunya mengatakan informasi itu"ucap Zarina santai tanpa memperhatikan wajah Sean yang tampak begitu suram mengetahui rencana yang akan di lakukan Zarina malam nanti.
"aku tidak setuju,aku tidak akan mengijinkan mu melakukan hal bodoh itu"ucap Sean dengan nada tidak suka yang sangat terlihat.
"kenapa?apa kau cemburu"ucap Zarina dengan nada mengejek menatap Sean.
"tidak tentu saja tidak untuk apa aku cemburu pada pria tua seperti itu"ucap Sean berkilah.
"baiklah jika itu tidak benar itu merupakan hal baik jadi tidak ada hal lagi yang bisa menghalangi rencana ini"ucap Zarina cepat.
Sean tidak lagi menjawab kata kata Zarina dan hanya diam saja tetapi tidak dengan hatinya yang sedang mengumpat tidak suka dengan rencana zarina yang menurut nya sangat tidak masuk akal itu.
pukul tujuh malam Sean dan Zarina sudah selesai dengan persiapan mereka Sean tampak mengenakan jas hitam yang menawan dan sedikit penyamaran di wajahnya karena Sean khawatir seseorang akan mengenali nya dan akan berdampak tidak baik nantinya.
sedangkan Zarina gadis cantik itu sudah selesai dengan gaun indah berwarna merah menyala di tubuh cantiknya, dress itu sedikit pendek dan terbuka bagian punggungnya sehingga mengekspos punggung mulus gadis itu.kulit Zarina yang sangat putih begitu kontras dengan warna dress yang ia kenakan sehingga memberikan efek yang begitu menawan untuknya Zarina menyanggul rambutnya rapih dan membiarkan leher jenjangnya terlihat dan jangan lupakan lipstik merah yang begitu menggoda di bibir mungil itu, terlihat sangat cantik dan memukau penampilannya malam ini.
Sean yang melihat penampilan Zarina merasa sangat tidak suka.
"apa apaan gadis ini dia akan mengenakan dress itu lihatlah punggungnya itu apa dia ingin semua orang menatap nya"guman Sean geram.
"kenapa kau berpenampilan seperti ini"ucap Sean dingin menatap tajam Zarina.
"lalu bagai mana apa aku harus mengenakan jaket atau sweater rajut "ucap Zarina malas mendengar Sean yang menanyakan hal yang menurutnya menjengkelkan.
"ada apa dengannya bukan kah dia sudah tau rencana ku kenapa dia malah bertanya kembali apa dia pikir pria tua itu akan tertarik jika aku memakai sweater rajut yang panjang"guman Zarina jengkel di dalam hatinya.
Sean yang mendengar ucapan Zarina ingin kembali membantah namun hal itu di urungkannya ketika sebuah mobil jemputan mereka telah tiba.
yuhuuuuu jangan lupa like dan komen ya guys Samapi jumpa di episode selanjutnya.
__ADS_1