
melihat Zarina yang tidak melakukan perlawanan sama sekali Sean merasa mendapatkan persetujuan dengan lihai dan perlahan tangannya mulai membuka tali pengikat handuk putih Zarina hingga mengekspos bahu putih mulus milik gadis itu perlahan Sean mulai mengecup lembut bahu putih itu dan,
tok
tok
tok
suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Sean dan Zarina.
Zarina yang merasa kesadarannya terkumpul segera mendorong Sean dan memperbaiki penampilannya lalu pergi tergesa gesa menuju kamar Mandi. sementara Sean pria itu dengan malas pergi menuju pintu untuk melihat siapa yang datang dan mengganggu nya dengan Zarina.
seorang pelayan dengan sebuah troli di tangannya membawakan makan malam untuk Sean dan Zarina.
"maaf tuan mengganggu anda, saya hanya ingin mengantarkan makanan ini"ucap pelayan hotel itu dengan sopan. Sean sama sekali tidak mengatakan apa apa dia hanya mengangguk dan membiarkan pelayan itu masuk dan mengantarkan makanan nya lalu kemudian kembali pergi.
melihat pelayan itu telah pergi Sean bergegas mengunci pintu dan mendatangi kamar mandi untuk memanggil Zarina.
"keluar dan makanlah"ucap Sean lembut.
sementara Zarina wanita itu sedang terdiam membayangkan kegiatannya dan Sean tadi sambil menatap dirinya di cermin.
"apa ini kenapa sangat banyak"ucapnya frustasi menyadari begitu banyak tanda merah di sekujur leher dan bahunya.
"aku rasa dia sangat gila"ucap Zarina lalu bergegas keluar karena sungguh dia juga sudah sangat lapar sedari tadi.
"Sean tengah duduk di sopa dengan bersandar dan memegang segelas wine di tangannya pandangan pria itu teralih ketika melihat Zarina telah keluar dari kamar mandi gadis cantik itu terlihat sama sekali tidak menghiraukan keberadaannya disana.
"kemari dan makanlah"ucap Sean lembut.
Zarina hanya diam dan berjalan perlahan mendekat lalu duduk tepat di hadapan Sean gadis itu dengan segera memulai ritual makannya tanpa memperdulikan Sean yang sejak tadi menatapnya tanpa berkedip.
__ADS_1
" soal tadi maaf kan aku"ucap Sean tiba tiba hal itu membuat Zarina seketika menghentikan gerakannya sebentar lalu melanjutkannya Kembali.
"lupakan saja"ucapnya dingin.
"lagi pula bukan kah kau selalu memperlakukan ku semau mu"ucap Zarina dingin.
"anggap saja ini sebagai hukuman bagiku karena telah memilih jalan pernikahan untuk menjalankan misi ini"tambahnya lagi.
"apa kau menyesal?"tanya Sean dengan nada kecewa entah kenapa Sean merasa sangat sedih mendengar kata kata Zarina barusan.
Zarina terdiam dan mengalihkan pandangan nya dan menatap Sean dalam.
"apa kah jika aku mengatakan iya itu akan membuat suatu perubahan "ucap Zarina pelan mengalihkan pandangannya dan meminum segelas air untuk menyadari acara makannya.
"apa kau akan langsung pergi jika misi ini selesai"ucap sean tiba tiba tidak tau entah apa yang dipikirkan pria itu pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"kau ingin aku menjawab apa?"ucap Zarina tanpa berniat menjawab secara langsung pertanyaan Sean.
"aku akan pergi"ucap Zarina cepat sambil mengalihkan pandangannya ke sembarang arah sungguh Zarina merasa ada hal yang mengganjal di hatinya entah kenapa Zarina ingin mengatakan jika dia tidak ingin pergi tetapi logikanya berkata lain.
Sean yang mendengar kata kata Zarina semakin merasa tidak suka dan kecewa entah mengapa di hati kecilnya Sean sangat ingin mendengar jika Zarina tidak akan pergi darinya Sean berharap gadis ini akan terus bersamanya selamanya.
"apa ini kenapa aku sangat merasa sedih mendengar dia akan pergi dari sisiku bukan kah aku sudah mengetahui ini apa yang terjadi padaku apa aku mulai menyukainya"ucap Sean dalam hati sambil terus menatap Zarina yang sedang mengalihkan pandangannya dari Sean.
"apa yang akan kau lakukan setelah misi ini selesa dan pergi dariku?"tanya Sean dengan suara beratnya sungguh dia sangat ingin tau.
"aku akan memulai kehidupan baruku di suatu tempat dimana tidak ada yang mengenalku,aku rasa aku akan melanjutkan kuliahku"ucap Zarina pelan.
"apa kau akan menikah kembali"tanya Sean menatap Zarina dalam.
"aku tidak tau apakah aku akan menikah atau tidak nantinya tapi aku selalu ingin memiliki sebuah keluarga kecil nantinya"ucap Zarina pelan dengan senyum simpul di bibirnya membayangkan sebuah keluarga kecil yang akan dia miliki nanti nya.
__ADS_1
"kenapa tidak membangunnya denganku saja"ucap Sean tiba tiba.
Zarina sedikit tertegun mendengar kata kata Sean barusan.
"aku rasa ini sudah malam aku akan segera memesan sebuah baju dan pergi tidur,kau pun tidurlah ada begitu banyak hal yang harus kita lakukan esok hari"ucap Zarina ingin bergegas pergi dan menghindari pertanyaan Sean yang dirinya pun sama sekali tidak tau harus menjawab apa.
melihat Zarina yang ingin melarikan diri Sean menarik tangan Zarina sehingga gadis kecil itu jatuh tepat di pangkuannya.
kedua pasutri itu saling memandang satu sama lain.
"kau belum menjawab pertanyaan ku gadis kecil?"ucap Sean dengan suara beratnya.
"apa kau mencintai ku Sean?apa ketika nanti seseorang mengatakan hal yang buruk tentang ku apakah kau akan tetap mempercayaiku?"ucap Zarina tiba tiba memandang mata Sean dan mencari kebenaran di dalamnya.
pertanyaan Zarina sukses membungkam bibir pria itu entah kenapa Sean bingung harus menjawab apa, apa kah dia memang mencintai gadis ini atau tidak atau kah ini hanya sebuah rasa penasaran saja atau seperti apa Sean sendiri belum tahu tentang ini secara pasti dia hanya tidak ingin gadis ini pergi dari hidupnya tetapi apakah itu cinta?
melihat Sean yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan Zarina gadis itu tersenyum simpul dan bergegas berdiri dari pangkuan Sean dan berjalan menuju kamarnya Zarina menghentikan langkahnya dan mengatakan lalu suatu hal pada Sean.
"kau tidak mencintai ku Sean kau bahkan tidak bisa mempercayaiku dan aku tidak akan pernah bisa hidup bersama orang yang tidak mencintai ku apa lagi tidak mempercayaiku lain kali tidak perlu menanyakan hal yang kau pun tidak tau ada apa di dalamnya"ucap Zarina pelan lalu pergi menuju kamarnya dan tidur tanpa memesan baju.
gadis itu memilih menenangkan pikirannya dengan mengistirahatkan tubuhnya.
sedangkan Sean pria itu masih terdiam mencerna kata kata Zarina barusan.
"apa aku mencintainya"ucapnya pelan sambil memandang wajah polos Zarina yang terlihat tenang dalam tidur nya.
Sean memandang wajah Zarina begitu lama hingga pria itu memutuskan untuk beranjak ketempat tidur dan beristirahat bersama Zarina disana.
Zarina yang memang belum tertidur kembali membuka matanya memandang Sean yang sudah terlelap di sampingnya.
"aku harap suatu saat nanti kau akan menemukan orang yang kau cintai Sean"ucap Zarina dalam hati menatap dalam wajah tampan Sean dan kembali menutup matanya menuju alam mimpi yang sudah menunggunya.
__ADS_1
yuhuuuuuu jangan lupa like dan komen ya readers Sampai jumpa di episode selanjutnya daaaa 💋