
"ahhhhhh,kruabakk............"
Sean dan Zarina jatuh bersamaan dengan posisi Sean di atas,kedua pasutri itu terlihat kesakitan dan melenguh kesakitan.
"auuuu kau sangat berat,menyingkir dari tubuh ku Sean"ucap Zarina sambil mendorong pelan tubuh Sean agar segera beranjak dari atas nya.
"Sean yang tersadar jika dirinya menimpah Zarina ingin segera berusaha untuk bangkit dan berdiri tetapi seperti nya takdir berkata lain sean malah semakin terperosot dan jatuh kembali dan kali ini dengan jarak yang jauh lebih dekat dari sebelumnya.
tanpa sengaja tatapan keduanya saling bertemu Sean dan Zarina saling menatap dengan intens
"sangat cantik"guman Sean dalam hati tatapan nya tak henti terus memandang Zarina.
"****...kenapa bibir itu sangat menggoda"gumamnya kembali tentunya masih di dalam hati.
Zarina masih fokus menatap mata Sean tetapi tidak dengan Sean pria itu malah fokus menatap bibir gadis mungil itu yang sangat menguji imannya.
Sean membayangkan ketika dulu dia mengecup bibir manis itu.
"can i kiss you?"ucapnya tiba tiba dengan suara berat sambil terus menatap bibir ranum Zarina.
seketika gadis mungil itu membesarkan kedua pupil matanya mendengar kata kata Sean suaranya tercekat di tenggorokan sehingga tidak bisa mengeluarkan kata kata.
Sementara Sean melihat Zarina yang masih belum mencerna ucapannya dengan cepat langsung mengecup bibir Zarina dengan lembut,kecupan itu seketika berubah menjadi ******* Sean begitu menikmati ini sementara Zarina gadis kecil itu malah kelabakan dan kehabisan napas seketika Zarina tersadar dan dengan segera Zarina mendorong Sean dengan sekuat tenaganya.
Sean yang merasa ada perlawanan menghentikan kegiatannya dan hal itu langsung di manfaatkan oleh Zarina untuk segera beranjak dari lantai itu dengan menendang perut Sean dengan lututnya.
Zarina segera berdiri dan di ikuti oleh Sean yang melenguh kesakitan karena serangan lutut Zarina yang cukup kuat terlihat wajah gadis itu yang sudah sangat memerah karena adegan barusan Sampai sampai Zarina tidak menyadari jika handuk kimono yang di gunakan nya sedikit tersingkap
hal itu seketika membuat Sean kehilangan fokus nya terhadap rasa sakit yang ada di perutnya
"apa kau sengaja ingin menggodaku"ucap Sean dengan suara beratnya sambil terus menatap Zarina dengan mata sayunya.
zarina yang mendengar kata kata Sean belum menyadari handuknya yang tersingkap gadis kecil itu malah memarahi Sean.
"heiii apa kau sudah tidak waras kenapa kau mencium ku"ucap Zarina dengan wajah yang sudah sangat merah menahan malu dan amarahnya.
__ADS_1
"memang nya kenapa?"tanya Sean tanpa rasa bersalah pria itu malah menarik senyum kecil di sudut bibirnya yang bahkan tidak di sadari oleh Zarina sama sekali.
sedangkan Zarina gadis itu malah semakin bertambah geram dengan jawaban Sean barusan.
"pertanyaan macam apa itu kau sudah mencium ku dan kau malah bertanya kenapa?"tanya Zarina ber api api tetapi malah terlihat sangat menggemaskan di mata Sean.
"apa aku harus melakukan yg lebih lagi"tanya Sean dengan mata nakalnya.
Zarina yang melihat respon Sean yang sangat berbeda seketika bertambah marah dan geram.
melihat ekspresi Zarina yang sangat lucu Sean memulai aksi nakalnya pria itu sangat ingin mengerjai istri kecilnya hitung hitung sebagai pelajaran karena dia sudah di tendang oleh Zarina tadi.
dengan perlahan Sean berjalan mendekati Zarina sambil membuka perlahan kancing kemeja hitamnya.
Zarina yang melihat Sean berjalan mendekat sambil membuka kancing kemejanya seketika mundur dan gelagapan.
"a ..apa yang kau lakukan?ja jangan mendekati ku"ucapnya terbata bata gadis itu sudah tidak bisa berpikir jernih dia bahkan tidak ingat jika dirinya sedang marah Zarina terus mundur kebelakang tanpa melihat apapun di belakangnya.
sementara Sean pria tampan itu sudah sangat ingin tertawa saat ini melihat ekspresi konyol Zarina.
"ka kapan aku mengatakan itu"ucap Zarina cepat.
"benarkah kau tidak mengatakan itu tadi"ucap Sean sambil terus berjalan perlahan dan menatap Zarina dengan mata nakalnya.
sedang kan Zarina gadis itu terus Mendur dan tidak menyadari ada apa di belakangnya.
"aku tidak pernah mengatakan hal itu"ucap Zarina cepat.
"benarkah" ucap Sean terus menyudutkan Zarina saat ini kancing kemeja yang di kenakan Sean telah semua terbuka pria tampan itu melepas kemejanya dan membuangnya sembarangan.
Zarina semakin merasa terancam melihat Sean yang sudah tidak mengenakan bajunya gadis itu terus Mendur dan.
"ahhhhh"teriak Zarina ketika menyadari kakinya telah menabrak kasur dan membuatnya terjatuh di atasnya.
Sean yang melihat Zarina terjatuh langsung mengambil kesempatan naik ke kasur dan mengunci Zarina di bawah kukuhan nya.
__ADS_1
"lepas kan aku apa yang kau lakukan"ucap Zarina berusaha mendorong Sean tetapi kali ini Sean sudah mengambil posisi yang tepat agar tidak terkena serangan Zarina lagi.
Sean sudah memegang erat kedua lengan Zarina di atas kepalanya dengan satu tangan sambil dan satu tangan nya lagi untuk menopang tubuhnya sendiri agar tidak menimpah Zarina.
"kenapa aku harus melepaskan mu"ucap Sean dengan tatapan intens menatap pada Zarina.
perlahan tangan Sean naik dan membelai wajah cantik Zarina dengan lembut.
tetapi dengan cepat Zarina menggigit jari Sean dengan geram.
"ahhhh, ternyata kau sangat suka menggigit ya"ucap Sean menatap jarinya yang digigit oleh Zarina tetapi tetap menahan Zarina dengan kuat.
"aku bisa menggigit mu lebih keras jika kau tidak melepaskan ku"ucap Zarina berapi api.
"benarkah kau akan menggigit ku lagi"ucap Sean dengan nada mengejek pada Zarina.
"Tantu saja aku akan memastikan jika aku akan membuat patah jarimu dengan gigiku"ucap Zarina geram.
Sean malah tersenyum mendengat kata kata Zarina ini.
"baiklah karena kau sudah menggigitku tadi biarkan aku gantian menggigit mu "ucap Sean dengan mata liciknya.
"apa maks.."belum sempat Zarina menyelesaikan kata katanya Sean sudah langsung menyambar leher mulus gadis itu.
Sean memberikan kecupan lembut disana,seketika Zarina meremang dan merinding dengan perlakukan Sean ini tubuhnya menegang dengan suara yang tercekat di tenggorokan yg tidak bisa dia keluarkan dan dengan sengaja Sean memberikan gigitan kecil disana yang membuat Zarina sedikit berteriak,tetapi hal itu malah membuat Sean semakin terpancing Sean yang awalnya hanya ingin mengerjai Zarina malah terbawa suasana.
Sean terus mengecup leher jenjang itu perlahan sambil sesekali memberikan gigitan kecil disana kecupan itu mulai turun kebawah menuju tulang selangka Zarina dan Kembali ke atas menuju leher sebelah kiri Zarina untuk memberikan tanda kepemilikan disana .
Zarina sendiri tidak tau harus berbuat apa entah mengapa otak, hati dan tubuhnya tidak berpikir sejalan.
otaknya terus berkata untuk menghentikan ini tetapi tidak dengan hati dan tubuhnya yang tidak melakukan perlawanan sama sekali.
yuhuuuuuuuu jangan lupa like dan komen juga ya guys adegan yg ini mau di lanjutin atau kita skip ajaš¤£
sampai jumpa di episode selanjutnya
__ADS_1