Alert

Alert
informasi


__ADS_3

sedangkan disisi lain Sean sudah di bawa dengan keadaan tangan terikat dan wajah nya yang ditutupi oleh sebuah kain hitam.


mereka tampak memperlakukan Sean layaknya suatu hal yang bukan manusia.


Sean yang memang hanya berputar pura pingsan sesekali mengumpat dalam hatinya.


"sialan mereka ini melebihi penjahat yang ada di film action memangnya tidak bisa mereka memperlakukanku dengan sedikit hormat"gerutunya dalam hati mengumpat orang orang yang membawanya.


sedangkan disisi lain deris dan para orang orang nya sudah mengintai di depan monitor dan melacak kemana tuan nya akan di bawa.


lain hal dengan Zarina gadis itu tampak pusing dan tampak begitu frustasi karena orang orang yang di perintahkan nya mencari informasi tentang lokasi Sean belum memberi kabar apakah mereka sudah menemukan jejak Sean atau belum.


axsel sedari tadi hanya memperhatikan Zarina tanpa melakukan apa pun karena sungguh di dalam lubuk hatinya axsel tidak suka melihat reaksi Zarina yang terlihat sangat mengkhawatirkan Sean seperti saat ini.


beberapa saat kemudian orang yang di perintahkan Zarina untuk melacak Sean terlihat berjalan tergesa gesa mendatangi Zarina yang sedang berdiri tidak tau arah di depannya.


melihat pria yang di suruh nya mendekat Zarina dengan sigap langsung mendatangi pria itu dan dengan tidak sabar menanyainya.


"bagaimana sudah ada kabar?"tanyanya penuh harap.


"nona sepertinya mereka membawa tuan mudah ke sebuah hutan yang berada di timur."ucap pria itu memberikan informasi pada Zarina.


dengan pandangan tajam nya Zarina langsung memerintahkan para anak buahnya untuk bersiap menuju tempat penyekapan Sean.


"siapkan mobil kita pergi sekarang"ucapnya dingin.


axsel yang melihat Zarina akan pergi seketika langsung menawarkan dirinya untuk ikut.


"aku ikut"ucapnya cepat,


Zarina hanya diam dan menatap axsel sekilas tanpa melarang atau memperbolehkan axsel ikut. Gadis itu hanya berlalu begitu saja dari tempat itu untuk segera menyusul keberadaan Sean saat ini.


tak berselang lama Sean telah tiba di sebuah bangunan tua yang berada di tengah hutan tampak bangunan itu sudah di penuhi dengan rumput liar yang kian meninggi hingga menutupi dinding dinding dari bangunan itu.

__ADS_1


orang orang itu menyeret Sean dengan kasar dan langsung melempar kan nya begitu saja di sebuah ruangan kosong yang tampak kotor dengan debu yang ada di dalam bangunan tua itu.


"ikat dia dan pastikan dia tidak akan bisa kabur"ucap salah satu pria yang Sean sendiri tidak tau entah siapa karena matanya masih di tutup oleh kain hitam.


dengan sigap beberapa orang langsung mengangkat Sean kesebuah kursi dan mengikatnya dengan kuat.


Sean masih bertahan dengan keadaan pura pura pingsan nya karena memang beginilah hal yang di harap kan Sean semuanya sudah berjalan sesuai rencananya dengan deris.


tak lama pria bertato tadi memasuki ruangan dengan langkah angkuh dan menatap Sean dengan sinis.


"bangunkan dia"ucapnya dingin memerintahkan beberapa penjaga yang ada di tempat Sean di ikat tadi.


dengan patuh para penjaga itu membuka kain hitam yang menutupi mata dan wajah Sean dan dengan tidak berperasaan pengawal itu menyiram Sean dengan air yang ada di sebuah ember yang terletak tidak jauh dari sana.


dengan berpura pura batuk karena tersedak Sean terbangun dan memulai akting nya dengan berpura pura lemas layaknya orang yang baru sadarkan diri karena pingsan.


sedangkan disisi lain deris dan para orang orangnya sudah sampai di dekat gedung tua yang menjadi tempat penyekapan sean.tampak deris sedang memberikan beberapa instruksi kepada para bodyguard yang ia bawa.


kembali ke tempat penyekapan Sean.


"heii bangunlah ini bukan kasur empuk mu jadi segera bangun dan saksikan kekalahan mu"ucap pria itu di akhiri dengan tawa mengejeknya yang terdengar memenuhi seluruh ruangan tempat Sean di sekap.


Sean hanya diam dan menatap pria itu dengan pandangan tajamnya.


"kenapa kau tidak terima dengan kekalahan mu ini ha"ucap pria itu melihat sorot mata Sean yang seakan ingin membunuhnya saat itu.


"siapa yang kalah dan siapa yang akan menang tidak bisa di putuskan di awal permainan bukan"ucap Sean dengan tenang.


"CK CK CK sampai sekarang kau masih saja sombong Sean Alexander,tapi tidak papa aku ingin melihat apakah kau masih bisa sombong ketika kematian mu ada di depan mata mu nanti"ucap pria itu dengan bengis pada Sean.


Sean tidak mengeluarkan kata kata apa Apapun bahkan dia menatap pria bertato itu dengan senyum manis di bibirnya.


"aku kan menerima jika kau membunuh ku"ucap Sean tiba tiba.

__ADS_1


pria bertato itu tampak sedikit terkejut mendengar pernyataan Sean barusan.


"tentu saja aku akan dengan senang hati akan membunuhmu saat ini juga"ucap pria itu geram.


Sean tersenyum dan kemudian berkata.


"lalu kenapa kau tidak melakukannya"ucapnya menantang.


"hal itu memang sangat di sayangkan tuan Sean kau tidak bisa mati di tangan ku karena ada orang lain yang ingin merenggut nyawamu dengan tangannya sendiri"ucap pria itu.


"owh benar kah,apa aku punya musuh selain kau"tanya Sean memancing kebenaran yang memang ingin di ketahui nya.


"heii tentu saja aku tidak menyangka kau se konyol itu tuan Sean apa kau tau bahkan kau memiliki musuh yang sangat besar dia bahkan memiliki pengaruh yang besar di beberapa negara dan apa kau ingin tahu sebuah rahasia"ucap pria itu menggantungkan kalimatnya.


Sena tampak menajamkan telinganya.


"musuh yang kau cari itu adalah orang yang kau kenal dan bahkan selama ini terus berada di dekat mu"ucap pria itu dengan tawa keras yang penuh ejekan.


Sean tampak berpikir keras siapa orang yang di maksud pria bertato ini pikirannya mulai kemana mana mengingat satu persatu orang yang memiliki kemungkinan manjadi musuhnya.


tidak lama terdengar sebuah notifikasi dari telepon genggam yang berada di saku celana pria bertato itu.


pria itu membuka pesan tersebut dan dengan senyum sinis menatap Sean.


"sepertinya nasib baik berpihak padaku"ucap nya sinis.


"kau tau Sean sungguh malang nasib mu kau harus mati dengan jiwa penasaran"ucap pria itu penuh ejekan


Sean tampak menautkan keningnya.


Sean mulai mencerna apakah pria yang di carinya tidak jadi datang itulah yang ada di pikirannya saat ini.


"tapi kau tenang saja kau masih bisa mendengar suaranya untuk menghilangkan sedikit rasa penasaranmu"ucap pria bertato itu sembari berjalan mengambil sebuah laptop yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi.dan membukanya tepat di hadapan Sean seketika panggilan video itu pun terhubung.

__ADS_1


"hallo tuan Sean Alexander,senang bertemu dengan mu"ucap seseorang dari layar laptop itu.


"kau....."


__ADS_2