
sean yang mendapatkan serangan mendadak dari Zarina yang lumayan kuat seketika melenguh kesakitan.
"auhhh,apa gadis itu sudah tidak waras"ucapnya sambil memegang perutnya yang terkena serangan sikut Zarina tadi.
deris hanya diam dan tak kuasa menahan senyumnya menyaksikan adegan di depannya beberapa saat lalu.
melihat Zarina yang berjalan cepat menuju mobilnya Sean pun sontak berlari dan mengejar istrinya menuju mobil tersebut dan seketika langkahnya terhenti ketika menyadari kehadiran axsel disana.
tatapan sean kembali menjadi tajam dan menghunus pada axsel.
"kenapa kau disini?"tanyanya dingin.
axsel hanya menatap dalam mata Sean dan berkata.
"seperti nya kita harus berbicara aku rasa seseorang sudah mengadu domba kita selama ini"ucap axsel berlalu pergi begitu saja memasuki mobil yang baru saja mendatangi tempat itu dan pergi menjauh begitu saja.
Sean hanya diam menatap dalam kepergian axsel lalu memberikan isyarat pada deris yang entah apa artinya dan di angguki oleh deris.
suasana di dalam mobil yang di kendarai Zarina dan Sean senyap seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.
Sean sesekali melirik istri kecilnya yg sedari tadi tampak mengeluarkan raut wajah yang tak bersahabat itu.
"apa kau marah?"tanya Sean tiba tiba.
Zarina hanya melirik sekilas ketika mendengar kata kata Sean dan kembali menatap kedepan tanpa berniat menjawabnya.
"hei apa kau tuli?"ucap Sean lagi.
"kenapa apa pendapatku sangat penting untukmu?"tanya Zarina tanpa menoleh kearah sean.
"tentu saja"jawab Sean polos.
"sungguh,kenapa apakah sekarang hal itu sangat penting?bukankah kau ini seorang tuan muda yang bisa melakukan apa pun sendiri lalu apa gunanya menanyakan pendapat padaku bukan kah sebelumnya kau melakukan yg kau mau tanpa berbicara dengan ku?" ucap Zarina dengan nada menahan amarah.
__ADS_1
tapi malah terkesan sangat menggemaskan di hadapan Sean ketika melihat istri kecilnya ini bertingkah seperti ini.
"ah ya aku lupa kenapa kau harus mengatakannya padaku bukan kah aku bukan siapa siapa mu, lagi pula ketika misi ini selesai kita akan hidup terpisah satu sama lain"ucap Zarina menambahi dan mengalihkan pandangannya dari Sean sungguh sebenarnya hati Zarina merasa tidak nyaman dengan ucapan nya sendiri barusan.
sama hal nya dengan Sean pria tampan itu juga merasa tidak nyaman dengan kata kata Zarina barusan tetapi ketika mengingat semua hal yang pernah dia lakukan pada gadis ini Sean memilih diam dan tak mengatakan apa pun lagi.
kedua pasutri itu kembali diam dengan pikiran masing masing.
sedangkan di lain tempat suasana terasa begitu mencekam barang barang sudah berada pada posisi yang tidak lagi di tempatnya.
"ahhhhhh aku akan pastikan kau kalah Sean Alexander"ucap pria itu dengan penuh amarah.
"maxh!!"panggil pria misterius itu dengan suaranya yang memenuhi ruangan itu.
pria berbadan tegar dengan kulit maskulin berlari memasuki ruangan yang sudah tak berbentuk itu.
"perintahkan tuan"ucapnya lugas.
"hubungi Leon dan katakan aku ingin dia melakukan pembantaian"ucap pria itu dengan senyum mematikan di matanya.
"Sean aku masih memiliki sesuatu yg dapat memastikan kekalahan mu,aku akan memastikan itu tunggu dan liat saja"ucap pria itu dengan pandangan penuh arti sambil membayangkan hal yang sedang dia bicarakan.
disisi lain Zarina dan Sean sudah sampai di tempat tinggal baru mereka sebuah bangunan tua dengan penampilan yang lusuh dan jauh dari pemukiman warga memenuhi retina mata kedua pasutri itu.
tidak ada yang mengatakan apapun mereka berdua hanya berjalan perlahan dan memasuki bangunan tua itu lain hal dengan penampilan luarnya penampilan di dalam bangunan tua itu sangat rapih dan indah dengan ukiran corak yg rapih di dominasi dengan warna gold menghiasi setiap inci dinding bangunan itu dan memberikan kesan mewah yang kental.
Sean tampak begitu mengagumi interior dari bangunan ini.
"aku tidak tau kau sekaya ini"ucap Sean membuka pembicaraan.
"ada banyak hal yang tidak perlu kau ketahui tentang ku"ucap Zarina berlalu pergi meninggalkan Sean.
"ya kau benar kau adalah misteri yg harus aku pecahkan zaru"ucap Sean dengan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
kedua pasutri itu pergi kearah yg berbeda dan mencari tempat untuk beristirahat karena jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
tak terasa pagi mulai menghampiri, Zarina sudah selesai dengan stelan tank top dan celana pendek hitam yang di padukan dengan jaket kulit serta sepatu boots yang tampak selaras jika di pakai Zarina.
gadis cantik itu menyanggul rambutnya rapih dan duduk menyantap makanannya dengan hikmah.
tap
tap
tap
suara langkah kaki Sean sedikit menelisik pendengaran gadis cantik itu dan membuatnya sedikit menoleh namun kembali.pokus pada makanan yang sedang di santap nya.
Sean turun dan menghampiri zarina dengan stelan santai seperti seorang yang sedang berlibur di pantai dengan celana pendek dan kaos putih lengan pendek sangat santai seperti tidak memiliki beban apa pun.
"selamat pagi"ucapnya sambil sesekali menguap layaknya orang yg baru bangun tidur.
Zarina hanya diam dan tak menjawab kata kata Sean barusan gadis itu malah sedikit heran dengan tingkah Sean ini bagaimana pria ini bisa sesantai itu ketika nyawa mereka sedang berada di ujung tanduk seperti ini.
Sean meminum segelas susu yang berada tepat di depannya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya setelah bangun tidur dan seketika pria tampan itu tersedak dengan susu yang di minumnya ketika melihat penampilan Zarina yg terbuka itu.
Zarina sedikit terganggu mendengar suara Sean dan menawarkan segelas air putih tanpa menoleh pada pria itu.
"hei kenapa kau memakai baju seperti itu,apa kau tidak punya baju lain lagi kau sudah seperti pemain film action."ucap Sean dengan pandangan tidak suka karena sedari tadi sangat banyak para bodyguard pria yang berlalu lalang yang mungkin sudah melihat penampilan istrinya ini sungguh sean sangat tidak rela dengan itu semua.
Zarina diam saja dan malah mengambil tissue untuk melap bibirnya dan menatap Sean dengan pandangan dingin.
"apa tidurmu nyenyak?"tanya Zarina.
"tentu saja aku tidur dengan sangat nyenyak memangnya kenapa"tanya Sean dengan polosnya.
"ya aku rasa kau memang sangat nyenyak sampai kau bisa sesantai ini"ucap Zarina malas.
__ADS_1
"apa maksudmu?"tanya Sean bingung karena sungguh semalam dia tidur seperti orang mati yang sudah tidak bisa di bangunkan lagi.
"cek ponsel mu dan lihat berapa banyak pesan yang di berikan deris untukmu,dan aku rasa kau harus segera menyudahi sarapanmu dan ya segeralah kenakan pakaian mu dan jangan lupakan rompi anti peluru karena tidak akan ada yg tau kapan sebuah tembakan akan terdengar."ucap Zarina berlalu pergi mempersiapkan sesuatu dan meninggal kan Sean yg mulai menyadari keteledorannya dan mulai membaca pesan deris yg sudah menumpuk.