
"sepertinya ini memang malam keberuntungan ku bukan, mangsaku masuk sendiri kedalam sarang yang ku buat ck CK CK aku heran kenapa Mr memberikan tugas segampang ini pada ku"ucap pria bertato itu dengan sombong ya menatap Sean dan axsel penuh kemenangan.
sedangkan axsel Zarina dan sean tampak menajamkan pendengaran mereka ketika pria itu mengatakan kata kata Mr bukan kah itu berarti memang benar ada dalang besar dari semua kejadian ini.
"heii kenapa kalian tampak murung seperti itu?"tanya pria bertato itu.
"tenanglah aku akan memberikan kematian yang tidak akan pernah dapat kalian lupakan bahkan sampai pada kehidupan selanjutnya"ucapnya melanjutkan.
Sean dan axsel tampak tidak memberikan respon apapun dan malah terlihat begitu tenang tanpa memiliki beban sama sekali.
pria bertato itu nampak geram melihat respon axsel dan Sean yang sama sekali tidak menunjukkan wajah memohon akan nyawa mereka.
"bisa kukatakan sesuatu"ucap sean tiba tiba.
"ah tidak aku rasa sahabatku axsel yang ingin mengatakan sesuatu"ucap Sean melanjutkan dengan menekankan kata sahabat pada axsel.
axsel tampak bingung dengan Sean sekarang ini memangnya apa yang akan dia katakan begitulah pikiran nya sekarang.
tapi dengan cepat axsel dapat memahami maksud Sean yang sebenarnya ingin mengulur waktu untuk beberapa saat dengan cerdik axsel masuk kedalam drama kecil yang di buat oleh Sean.
"ah kau saja sobat kau yang paling berpengalaman tentang ini"ucap axsel dengan senyum mengejeknya pada Sean.
sementara pria bertato itu tampak mulai geram melihat tingkah abstrut kedua pria yang berada di depan nya ini.
"berhenti melakukan omong kosong seperti ini, sekarang putuskan siapa di antara kalian yang ingin menuju neraka terlebih dahulu"ucap pria itu dengan Sorot mata tajamnya.
"kenapa kau buru buru tuan, bagai mana kalau kita mulai dari yang lain dulu"ucap Sean santai dan memandang tajam satu persatu pria yang mengelilingi mereka dengan Laras panjang yang masih setia tertodong ke arahnya dan axsel.
"di mulai dari sini"ucap Sean santai menunjuk salah satu pengawal pria bertato itu dan kemudian seketika.
duar....
terdengar tembakan tepat mengenai kepala pria itu dan seketika pria tersebut jatuh tak bernyawa.
"kemudian yang ini"tunjuk Sean santai.
duar....
__ADS_1
"yang ini"
duar...
tampak pria bertato itu gelagapan dan melongo melihat keadaan yang terjadi sekarang.
"dan sekarang kalian semua"ucap Sean santai dan seketika semua pengawas berlaras panjang itu tewas tertembak dalam sekali kedipan mata.
tampak Zarina axsel dan pria bertato itu melongo melihat keadaan yang baru saja berbalik.
"ternyata dia penuh kejutan"ucap Zarina yang sedari tadi masih setia di tempatnya tanpa melakukan apapun.
sedangkan axsel dia dengan cepat mengembalikan raut wajahnya ke mode semula yaitu mode tenang tanpa menunjukkan keterkejutannya karena aksi mendadak yang Sean perbuat.
"bagai mana tuan apa kah tubuhmu sudah mulai bergetar sekarang"ucap Sean sembari berjalan mengitari pria itu dengan langkah santainya.
"kau tau aku bisa saja tidak mengantarkan mu ke pintu neraka saat ini asalkan kau mau dengan suka rela memberikan informasi yang aku inginkan"ucap Sean datar dengan sorot mata tajam menatap pria itu.
axsel tampak diam saja dan menjadi pendengar yang baik, sungguh sebenarnya axsel bingung harus melakukan apa bukankah sebenarnya Sean juga termasuk salah satu musuhnya.
dan pria ini bukankah dia kesini untuk membalaskan kematian Zarina tapi bukankah sekarang Zarina tidak apa apa lalu sekarang siapa sebenarnya yang harus dia bela.
"tentu saja kau pasti tidak akan melakukannya dengan suka rela tapi bagai mana kalau aku katakan kesempatan mu hanya ini untuk bertahan hidup"ucap Sean santai.
"kau terlalu banyak bicara"ucap pria itu langsung dengan sigap menyerang Sean tampak kedua pria itu asik dengan perkelahian mereka axsel hanya diam dan sedikit meminggirkan tubuhnya memberi tempat untuk Sean dan pria bertato itu untuk adu kekuatan.
tampak pria bertato itu menekan sebuah tombol di jam tangan nya dan tersenyum licik menatap Sean.
Sean menyadari hal tersebut dan tampak ikut menyunggingkan senyum penuh arti di bibir nya.
sedangkan Zarina dia masih setia memantau keadaan Sean saat ini.
dan tak lama sebuah suara terdengar dari sebuah alat yang di pasang oleh Zarina di telinganya.
"nona segeralah ke belakang gedung ini sepertinya seseorang menanam sebuah bom disini dan kami tidak bisa menjinakkannya"ucap pria itu terdengar panik.
Zarina yang mendengarnya seketika bimbang harus melakukan apa, dan kembali menatap Sean saat kemudian memutuskan untuk menyelesaikan permasalah yang terjadi di bagian belakang gedung itu karena sungguh Zarina tidak bisa membahayakan semua orang orang kepercayaannya saat ini.
__ADS_1
disisi lain axsel tidak sengaja melihat seluet tubuh Zarina dan berlari mengikuti perempuan itu meninggalkan Sean yang masih baku hantam dengan pria bertato itu.
hal tersebut di tangkap dengan jelas oleh ekor mata Sean dan seketika pria bermata tajam itu tampak mengeluarkan ekspresi yang penuh dengan rahasia.
"aku akan mendapatkan apa yang ku inginkan ku harap kita masih bisa bertemu nanti gadis kecil"ucap Sean dengan sorot mata yang sulit di artikan melihat kepergian Zarina yang disusul oleh axsel.
tak lama terdengar suara pemberi Tahuan dari sebuah alat kecil yang terpasang di telinga Sean.
"tuan sesuai prediksi anda pasukan musuh sudah bertambah dan sepertinya mereka akan segera masuk kedalam"ucap seseorang di ujung sana memberikan
Sean hanya diam dan kemudian dengan sengaja mengalah pada musuhnya.
pria yang menjadi lawan Sean berkelahi sejak beberapa menit tadi tampak sedikit bingung dengan Sean yang tampak mengalah tapi karena terbawa emosi pria itu tidak lagi dapat berpikir jernih dan langsung melayangkan pukulan pukulan yang menyakitkan untuk Sean.
Sean yang mendapatkan pukulan tersebut malah tersenyum dan dengan sengaja dia menjatuhkan diri pura pura tidak sadarkan diri ketika menyadari para gerombolan musuhnya tampak memenuhi ruangan itu.
memang inilah rencana awal Sean dia memang dengan sengaja menyerahkan dirinya ke dalam sarang musuh untuk tau sebenarnya siapa musuh yang mereka hadapi selama ini.
pria bertato itu tampak merasa menang melihat Sean yang tidak sadarkan diri di depannya dan dengan angkuh dia memerintahkan bawahannya untuk membawa sean ke sebuah tempat penyekapan.
"bawa dia"ucap pria itu meninggalkan tempat itu dengan angkuh.
sedangkan disisi lain tampak zarina sudah selesai menjinakkan bom yang ada di depannya dengan di dampingi axsel yang entah sejak kapan berada di sana,Zarina saja tidak menyadari kehadiran pria itu.
"aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal semacam ini"ucap axsel Toba tiba mengalihkan fokus Zarina seketika Zarina mengalihkan pandangannya dan menatap axsel.
"senang melihat mu di sini nona"ucap axsel dengan senyum manis di bibirnya.
tapi tidak dengan Zarina kali ini pikirannya sedang di penuhi oleh Sean dan benar saja seseorang datang dan memberi kabar yang tidak enak di dengar kepada Zarina.
"nona .....huh huh maaf nona mereka membawa tuan muda Sean"ucap pria itu tampak ketakutan
"bagai mana bisa apa yang kalian lakukan kenapa hal ini bisa terjadi"ucap Zarina penuh amarah.
seketika pandangannya menajam dan menatap pria yang melaporkan hal itu.
"cari tau kemana mereka membawa sean"ucap zarina dengan Aura membunuhnya yang bahkan axsel yang melihatnya pun tampak tak bisa mengenali gadis kecil yang ada di hadapannya ini sekarang
__ADS_1
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
haii readers jangan lupa like dan coment ya sampai jumpa di episode selanjutnya 💋