Alert

Alert
mengikuti alur


__ADS_3

Zarina terbangun dari tidur nyamannya, matanya tampak memperhatikan dan mengagumi setiap inci wajah tampan Sean.


seketika Zarina kembali teringat dengan ungkapan hati Sean beberapa saat lalu, sungguh Zarina merasa sangat tidak nyaman melihat Sean menunjukkan raut wajah sedihnya seperti itu. entahlah Zarina tidak tau kenapa hal ini bisa terjadi.


"sudah puas memandangi wajah tampanku"ucap Sean dengan mata yang masih terpejam tiba tiba menghentikan khayalan zarina.


"kau terlalu percaya diri,"ucap Zarina mengalihkan wajahnya yang sudah memerah karena menahan malu.


"yah yah yah baiklah aku percaya kau tidak memperhatikan ku"ucap Sean mulai beranjak berdiri dari kasur.


"bersiaplah malam ini kita akan pergi ke tempat pelelangan itu"ucap Sean dengan sorot mata tajam.yang sangat jauh berbeda dari beberapa saat lalu.


Zarina hanya mengangguk dan mulai beranjak untuk mandi dan bersiap untuk pertunjukan nanti malam.


Sean keluar dari kamar tersebut menuju dapur Untuk mengambil segelas air.


tampak deris berjalan perlahan menghampirinya.


"bagaimana apa semua sudah sesuai rencana"tanya Sean dingin pada deris.


"semua sudah sesuai dengan keinginan anda tuan muda"ucap deris.


"bagus aku tidak ingin ada kegagalan malam ini,apapun yang terjadi aku harus mendapat informasi yang aku inginkan"ucap Sean dengan sorot mata tajamnya suasana dapur itu seketika tampak mencekam sehingga membuat orang sekelilingnya merasa merinding.


"tuan apa kah orang yang akan kita hadapi nanti malam adalah dalang dari semua hal yang menimpa anda dan Nona muda selama ini?"tanya deris penasaran karena sungguh deris merasa ada yang aneh dari semua hal ini. bagai mana mungkin mereka bisa dengan mudah menemukan alamat pria ini dalam waktu semalam, jika dalam beberapa tahun silam saja mereka sudah dengan mudah di permainkan oleh mereka bukankah ini sangat tidak masuk akal.


Sean hanya tersenyum sinis dan kembali meneguk air yang tersisa di dalam gelas nya tadi dan kembali berkata.


"aku tau apa yang kau khawatir kan deris, aku juga tau jika saat ini kita sedang di permainkan oleh mereka aku juga sangat yakin jika informasi yang kita terima tentang pria itu merupakan salah satu rencana dari mereka"ucap Sean dingin.

__ADS_1


"lalu tuan kenapa kita masih berada disini dan malah masuk kedalam perangkap mereka?"tanya deris tak habis pikir dengan jalan pikiran tuan mudanya yang rumit ini.


"tentu saja untuk tertangkap"ucap Sean dengan santai.


"apa maksud anda tuan apakah anda tau jika mereka menangkap anda malam ini bisa saja anda akan kehilangan nyawa anda tuan"ucap deris sangat prustasi.


kenapa jalan pikiran tuannya ini sangat jauh berbeda dengan jalan pikiran manusia normal pada umumnya.


"lalu apakah nona tau tentang rencana anda ini tuan?"tanya deris melanjutkan kata katanya sungguh deris sangat ingin tahu apakah nona mudanya itu tahu tentang rencana gila suaminya ini atau jangan jangan nona mudanya sama gilanya dengan sean.


"dia tidak tau"ucap Sean singkat.


"tapi aku tidak terlalu yakin juga jika dia tidak curiga dengan semua ini, aku sangat mengenal gadis pintar itu pasti dia sudah mengetahui semua kejanggalan ini"ucap Sean sambil membayangkan wajah zarina.entahlah Zarina sudah seperti menyatu dengannya bagi Sean. sehingga ketika Sean hanya mengingatnya Sean dapat merasakan jika gadis itu ada di sampingnya.


"berapa jumlah orang orang kita"tanya Sean menghentikan khayalannya.


"ada tiga puluh orang yang akan berjaga di dalam tuan yang terdiri dari lima belas orang menyamar sebagai para tamu pelelangan dan sisanya sebagai Pelayan tuan"ucap deris menerangkan.


"ada sekitar lima puluh orang di bagian depan dan tiga puluh orang di bagian belakang serta bagian samping kiri dan kanan masing masing ada dua puluh lima orang tuan"ucap deris menjelaskan.


"apakah mereka semua bisa di percaya?"tanya Sean dingin.


"saya sudah memastikan semuanya aman tuan mereka juga sudah tau apa yang harus mereka lakukan"ucap deris sopan.


"lalu apa kau sudah mendapat informasi seperti apa ciri ciri pria itu?"tanya Sean.


"pria itu akan menggunakan jas berwarna hitam dengan dasi merah bercorak burung dari negera cina tuan, dia juga memiliki tato di bagian lehernya yang berbentuk tulisan abstrak"ucap deris menerangkan dengan rinci target mereka malam ini.


Sean hanya diam dan kembali sibuk dengan pikirannya.

__ADS_1


"baiklah kau boleh pergi dan ingat pastikan semua berjalan sesuai dengan rencana, jangan sampai ada yang mencurigai hal yang akan terjadi malam ini."ucap Sean pada deris


tapi deris malah tak kunjung pergi meninggalkan tempat itu dan malah tetap berdiri tegak menghadap Sean.


Sean yang menyadari hal itu tampak mengerutkan keningnya.


"ada apa lagi kenapa kau masih ada di sini apa ada yang kurang jelas?"tanya Sean penasaran karena tidak biasanya sekretarisnya ini bertingkah lamban seperti ini.


"saya mengkhawatirkan keselamatan nona muda tuan. apakah tidak sebaiknya kita beritahukan rencana kita ini pada nona muda tuan agar beliau juga dapat membantu kita"ucap deris was was.


"kau tidak perlu mengkhawatirkannya aku yakin akan ada yang menolong nya nanti lagi pula aku yakin sekarang dia pasti sedikit banyaknya sudah tau apa yang kita lakukan sekarang kau tidak perlu khawatir dia bukan gadis biasa"ucap Sean datar.


sebenarnya Sean juga sangat khawatir dengan Zarina tapi Sean percaya Zarina pasti bisa mengatasi semuanya bahkan tanpa bantuan nya sama sekali. dan yang harus dilakukan Sean sekarang adalah mengupas secara tuntas siapa sebenarnya musuh cerdiknya ini karena Sean sangat yakin jika yang akan di temui nya di pelelangan malam nanti bukan dalang sebenarnya dari semua hal yang sudah menimpa nya dan juga Zarina.


Sean sangat yakin jika pria itu hanya lah sebuah pancingan untuknya dan Zarina.


"baik tuan sesuai keinginan anda"ucap deris lalu segera beranjak meninggalkan Sean sendirian.


"aku harap semuanya berjalan sesuai rencana"ucap Sean dalam hati dengan raut wajah datarnya.


sedangkan di dalam kamar tampak Zarina sudah selesai dengan ritual Mandinya dan tengah memakai baju nya.


Zarina tampak memilih sebuah gaun hitam dengan potongan dada rendah dan punggung yang terekspos serta potongan kain yang tampak memperlihatkan paha mulusnya,Zarina menyanggul rambutnya asal namun tetap terlihat elegan,sehingga mempertontonkan kemolekan leher putih jenjang nya.


Zarina memoles lipstik merah darah pada bibir mungilnya yang biasanya hanya memakai lip balm atau sejenis pelembab bibir lainnya.


kali ini penampilan Zarina tampak sangat berbeda dari biasanya Zarina tampak bagai gadis dewasa yang sangat seksi.


"aku akan memastikan semuanya berjalan sesuai dengan semestinya"ucap Zarina dengan senyum penuh artinya.

__ADS_1


haiii readers jangan lupa like dan koment ya


sampai jumpa di episode selanjutnya 💋💋💋


__ADS_2