
di sisi lain tempat pelelangan itu tampak axsel juga melihat sang penawar gila yang menawarkan sepuluh juta dolar hanya untuk sebuah lukisan.
hal yang sama juga di lihat oleh axsel pria itu melihat sebuah tato di leher penawar itu seketika pandangannya menajam dan perlahan mendekat Untuk memastikan apakah memang benar tanda yang ada di leher pria itu adalah sebuah tato abstrak.
dengan santai axsel duduk tepat di samping pria itu, dan bertingkah seolah dia ingin mengenal dan menjalin komunikasi bisnis dengan pria itu.
"hallo tuan boleh saya duduk disini"ucap nya sopan penuh basa basi, tapi tidak dengan sorot matanya yang nampak akan menguliti pria yang ada di hadapannya.
pria itu tampak tak merespon axsel dan malah melanjutkan penawaran gilanya terhadap lukisan antik itu.
"aku akan membayar lukisan itu senilai sepuluh juta dollar sekarang juga"ucap pria itu dengan sombong.
tampak riuh tepuk tangan terdengar memenuhi aula pelelangan itu, ada yang bersorak takjub dan ada pula yang tampak tidak suka karena merasa tersaingi.
di sisi lain melihat tingkah pongah lawannya ini axsel merasa geram dan kemudian dia berteriak dengan lantang.
"dua puluh juta dollar"ucap nya memandang sinis pria bertato abstrak itu yang kini juga sedang memandangnya dengan tatapan tidak suka, karena menawarkan harga yang jauh di atasnya.
di sisi lain Zarina dan Sean tampak memperhatikan kedua pria yang terlihat sedang adu kekayaan itu.
"sepertinya aku tidak asing dengan pria yang menawarkan dua puluh juta dollar itu"ucap Zarina pelan.
sedangkan Sean dia hanya tersenyum tipis memandang kearah kedua pria yang berada di ujung sana.
"aku yakin kau pasti akan datang"ucap Sean dalam hatinya sambil tersenyum sinis.
dengan tatapan tidak suka pria bertato abstrak itu menatap axsel dan kemudian berkata.
"kau ingin adu kekayaan dengan ku tuan"ucapnya sinis meremehkan axsel.
axsel hanya memandang pria itu dengan tatapan tajam nya dengan sebuah senyum mengejek di bibir tipisnya.
"kenapa apa kau takut kalah kaya dengan ku,
ahh tapi tidak Masalah jika kau tidak Inging adu kekayaan dengan ku. tapi aku rasa kita bisa adu kekuatan"ucap axsel dengan pandangan membunuhnya menghunus tajam kearah pria itu.
"kau menantang ku"tanya pria itu geram.
__ADS_1
"apa kau takut?"tanya axsel tidak mau kalah.
tampak para pengunjung lainnya memperhatikan perdebatan antara kedua pria itu, begitupun dengan Zarina dan Sean kedua insan itu tampak tidak ingin melakukan apapun selain menjadi penonton setia.
"sepertinya misi kita kali ini akan lebih mudah"ucap Zarina santai
"jangan senang dulu ini tidak sesederhana yang terlihat"ucap Sean menanggapi kata kata Zarina.
Zarina hanya diam dan menatap dalam Sean, sungguh sebenarnya Zarina tahu ada yang sedang di sembunyikan Sean darinya saat ini tapi Zarina bingung tentang hal itu,apa sebenarnya yang di sembunyikan suami sementara nya ini.
disisi lain pengunjung tampak mulai bosan melihat perdebatan yang terjadi antara kedua penawar gila itu.
tak lama terdengar suara pembawa acara.
"maaf tuan apakah bisa kita lanjutkan pelelangan ini"ucap pembawa acara itu sopan.
tetapi seketika hal tak terduga terjadi.
terlihat pria bertato itu mengeluarkan senjata apinya dan tanpa memandang menembakkan peluru panasnya menuju tempat di mana pembawa acara itu sedang berdiri.
seketika para pengunjung berlarian menyelamatkan diri dan menjauh dari tempat pelelangan itu.
tampak Zarina dan Sean juga terkejut melihat adegan yang tidak terduga itu.kedua insan itu tampak mengambil tempat yang aman dan memperhatikan kedua pria itu, yang masih berdiri hadap hadapan di tengah tengah hiruk pikuk para pengunjung lain yang sedang berlari menyelamatkan diri.
seketika pria bertato itu menodongkan senjatanya kekening axsel.
tampak axsel tak bergeming dan malah tersenyum sinis melihat tingkah pria bertato abstrak itu yang kini sedang berdiri angkuh di depannya.
dengan gerakan kilat axsel menendang perut pria itu dan mengambil alih senjata yang ada di tangannya dan langsung menodongkannya pada pria bertato itu.
"bukankah sekarang posisi kita berbalik"ucap axsel dengan senyum sinis nya memandang pria itu.
pria itu memandang tajam wajah axsel dan kemudian berkata.
"jangan terlalu senang terkadang pemegang senjata lah yang akan merasakan peluru panas dari senjata itu sendiri terlebih dahulu"ucap pria bertato itu sembari menjentikkan jarinya dan seketika segerombolan orang dengan senjata Laras panjang datang dan mengelilingi tempat itu, sambil menodongkan senjata mereka ke arah axsel dan pria bertato itu berdiri.
"bukankah sekarang posisinya sudah kembali pada keadaan semula"ucap pria itu menatap axsel dengan wajah sombongnya.
__ADS_1
axsel hanya diam saja karena sungguh dia sudah menebak hal seperti ini memang akan terjadi dia juga sudah menyiapkan rencana untuk hal seperti ini.
"siapa yang menang dan siapa yang akan kalah belum bisa di putuskan secepat ini tuan, kau harus melewati beberapa hal dulu untuk tau siapa pemenangnya"ucap axsel tenang.
"hahahahaha di saat seperti ini pun kau masih bisa sombong"ucap pria itu menatap tidak suka kearah axsel.
"katakan apa mau mu"ucap pria itu langsung pada axsel.
"aku yakin kau tau apa mau ku tuan"ucap axsel santai.
"hahaha tentu saja tapi rasanya tidak lengkap jika hanya menghabisi mu malam ini kita harus menunggu kedua teman mu juga bukan"ucap pria itu dengan senyum mengejek nya.
axsel tampak bingung apa maksud pria ini sebenarnya siapa orang yang di maksud pria yang berdiri sombong di depannya ini.
Sean yang mendengar kata kata pria itu menyunggingkan senyum tipis di bibirnya tapi tidak dengan Zarina gadis itu masih asik menelisik kejadian yang terjadi di hadapannya.
dengan santai Sean berjalan mendekat dan mulai berkata.
"kau menunggu ku tuan"ucap Sean santai.
seketika semua pandangan tertuju pada Sean begitu juga dengan axsel dan Zarina yang mengeluarkan padangan terkejut mereka.
kenapa Sean muncul tiba tiba itulah yang ada di pikiran axsel, sedangkan Zarina dia tidak habis pikir kenapa Sean malah pergi tanpa memberikan aba aba pada nya.
"CK CK CK akhirnya kau punya keberanian juga rupanya"ucap pria itu memandang Sean sinis.
seketika sebagian penembak itu menodongkan Laras panjang mereka kearah Sean dan menuntun Sean untuk masuk kedalam lingkaran yang sama dengan axsel dan pria bertato itu.sean hanya ikut saja tanpa memberontak sekalipun.zarina tampak bingung mengapa Sean malah menyerahkan dirinya begitu saja.
"huh ternyata kau masih hidup"ucap axsel pada Sean.
"tentu saja apa kau berharap aku tiada secepat itu?"tanya Sean dengan senyum sinis melihat Axsel.
sedangkan axsel dia tidak memperdulikan tatapan Sean dia hanya mulai menaruh harapan di hati nya jika Zarina pasti juga selamat dari ledakan itu.
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
hai readers jangan lupa like dan coment ya sampai jumpa di episode selanjutnya
__ADS_1