
terdengar helaan napas dari Zarina dan Sean secara bersamaan.
"kau berhutang penjelasan padaku"ucap Sean singkat pada Zarina.
"ya aku akan menjelaskan semuanya pada mu nanti, tapi sekarang kita harus segera pergi dari tempat ini"ucap Zarina pada Sean dan para orang orangnya.
tak lama seorang pria dengan perawakan tinggi dan badan yang besar berpakaian serba hitam datang menghampiri rombongan Zarina.
"nona semuanya sudah selesai"ucap pria itu menunduk hormat pada Zarina.
sedangkan Sean dia sedikit bingung dengan ini semua.
"siapa pria ini"tanya nya dingin sambil menelisik pria tersebut dengan mata tajamnya.
"dia salah satu orang ku"ucap Zarina singkat tanpa memandang Sean.
"silahkan nona"ucap pria itu dan memberi jalan pada Zarina.
sedangkan Sean dan yang lainnya tampak mengikuti kemana arah Zarina pergi dengan pikiran mereka masing masing.
setelah menempuh beberapa saat perjalanan singkat itu,Zarina dan para rombongannya telah sampai di sebuah lapangan besar yang di tengahnya terdapat sebuah privat jet yang berukuran sedang.
"kemana kita akan pergi"tanya Sean heran.
"kesuatu tempat yang tidak di ketahui siapapun"ucap Zarina singkat dengan pandangan mata yang tajam.
sedangkan Sean dia Tampak berpikir keras.
"sebenarnya siapa di sini yang berperan sebagai suami,kenapa dia lebih terlihat cocok menyandang status itu dari pada aku"guman Sean konyol dalam hatinya.
Zarina masuk dan di susul oleh Sean tapi tidak dengan orang orang Sean mereka akan pergi dengan pesawat yang lain.
Zarina tampak duduk nyaman di kursinya dengan Sean di depannya yang memandangnya dengan begitu banyak pertanyaan yang sedang memenuhi kepalanya.
__ADS_1
"kenapa kau menatapku begitu"tanya Zarina salah tingkah.
"bisakah kau mengatakan semua yang terjadi disini,aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa. dan ya bagaimana kau bisa lolos dari ledakan itu"tanya Sean dengan raut wajah nya yang memang bingung.
"dan kemana kita akan pergi?"sambung Sean lagi.
"Belanda"ucap Zarina singkat dengan tatapan mata menajam.
"benda?"tanya Sean bingung.
flash back on.
sore itu setelah sean keluar dari kamarnya, Zarina memutuskan untuk beristirahat dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Sean.
melihat pintu balkonnya yang masih terbuka Zarina menurunkan kaki nya perlahan dan berjalan menuju pintu itu.tapi tanpa sengaja Zarina menangkap sesuatu yang aneh di ujung sana.terlihat seorang pengawal yang mengendap endap seperti seorang pencuri membawa sebuah benda kecil di tangannya dan dari kejauhan Zarina merasa benda itu seperti sebuah bom rakitan.
dengan cepat Zarina mengambil laptopnya dan membuka cctv yang sengaja di pasangannya di beberapa tempat yang tidak terlihat oleh siapapun.
dari rekaman cctv tersebut Zarina dapat melihat dengan jelas jika memang benar benda yang ada di tangan pria itu merupakan sebuah bom.
seketika senyum licik terbit di bibir Zarina.
"kena kau"ucap nya singkat dan kemudian segera bersiap menunggu tamu yang akan berkunjung ke kamarnya.
tak lama terdengar suara orang yang sedang memanjat saluran pipa,Zarina sudah dapat menebak jika pria itulah yang melakukannya hal ini bisa terjadi karna memang posisi kamar Zarina berada di tempat yang tidak terlalu ramai penjaga sehingga pria itu memilih untuk langsung memanjat pipa itu tanpa takut ketahuan.
di kamarnya Zarina sudah bersiap untuk langsung menyerang pria itu.
ketika pria itu sudah sampai di kamar Zarina, terlihat dia dengan langkah mengendap endap melangkah masuk ke kamar itu.
Zarina yang sedari tadi memang menunggu kedatangan pria itu dengan sigap langsung memukul titik sarap yang ada di belakang leher pria itu dan seketika pria itu langsung pingsan.
dengan sigap Zarina langsung menyeret pria itu dan mengikatnya dengan kuat menggunakan seprai yang ada di kamarnya.
__ADS_1
Zarina berjalan mendekati nakas dan mengambil ponselnya, kemudian menghubungi seseorang yang memang di tugas kannya berada di sekitar mansion ini.
"segera datang ke kamarku"ucap Zarina singkat dan langsung mematikan sambungan ponselnya.
tak lama seorang pria bertopeng mendatangi kamar Zarina.
"bawa pria ini dan pastikan dia memberikan informasi yang ku inginkan"ucap Zarina dengan aura membunuh yang sama sekali tidak mencerminkan usianya yang belum genap delapan belas tahun itu.
"baik nona sesuai perintah anda"ucap pria bertopeng itu dan langsung membawa penyusup tadi meninggal kan Zarina sendiri di kamar itu.
Zarina mengalihkan pandangannya pada dua buah bom yang di bawa pria tadi dengan senyum licik dia mendekati bom tersebut dan mulai mengotak atik nya selama beberapa menit.
"aku akan membuat mu merasa puas dengan sebuah kemenangan palsu,dan aku pastikan kali ini aku pasti akan bisa mendapat petunjuk tentangmu"ucap Zarina didalam hati.
Zarina berencana membuat bom tersebut meledak dan meratakan tempat ini sesuai dengan keinginan orang yang menjadi dalang semua ini setelah itu Zarina akan lebih mudah mendapatkan informasi tentang pria itu karna pasti pria itu akan sedikit terlena dengan kemenangannya.
setelah memastikan Bom peledak itu terpasang di kamarnya dan bom dengan kapasitas besar di sebuah ruangan di mansion itu, Zarina langsung menuju tempat para pelayan dan memerintahkan semua pelayan untuk pulang kerumah mereka masing masing.setelah memastikan para pelayan itu kembali kerumah mereka masing masing sekarang Lea menuju tempat para pengawal Sean berlatih dan mengatakan sebuah rencana kepada mereka,awalnya para pengawal itu ragu mendengar kata kata Zarina karena Sean sendiri tidak memberikan perintah apa pun pada mereka. tapi ketika Zarina mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan jika memang benar ada seseorang yang sedang mengintai mansion mewah itu dan bersiap melakukan penyerangan, seketika para pengawal tersebut mulai mendengarkan semua rencana Zarina dan mengangguk paham.
"Baiklah kalian boleh pergi sekarang dan ingat bertingkah lah seolah kalian tidak tahu jika mereka akan menyerang kita" ucap zarina.
flash back of..
"jadi kau sengaja melakukan ini semua agar kau dapat mengetahui siapa dalang di balik semua ini?"tanya Sean serius.
"iya itu benar"ucap Zarina santai.
"lalu apa yang akan kita lakukan ke Belanda?"tanya sean.
"orang yang aku perintahkan mengintrogasi penyusup itu mengatakan jika penyusup itu membocorkan sebuah informasi dia mengatakan jika tidak ada yang pernah bertemu dengan bos besar mereka,mereka hanya tau jika pria itu saat ini sedang berada di salah satu kota kecil di Belanda yang berada di bagian Utara negara itu"ucap Zarina menjelaskan pada Sean.
Sean tampak memikirkan sesuatu dan menatap Zarina dengan tatapan yg sulit di artikan.
"aku rasa aku punya seorang teman yang bisa membantu kita mencari tahu siapa pria itu"ucap Sean dengan sorot mata misterius nya.
__ADS_1
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋🙉💋💋🙉🙉🙉🙉🙉💋🙉💋💋💋💋💋💋💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋
haii readers jangan lupa like dan koment ya.