Alert

Alert
berita palsu


__ADS_3

"****.... kenapa aku bisa se ceroboh ini"ucap Sean lalu berlari menuju kamarnya dan mengganti baju serta mengetikkan beberapa pesan balasan pada deris.


sedangkan Zarina gadis kecil itu terlihat sedang memberikan instruksi pada para bawahannya tentang apa yang harus mereka lakukan nanti.


tidak berselang lama sean datang lengkap dengan stelan hitam dan rompi anti peluru menghampiri zarina dan para bawahannya, semua orang tampak memberikan hormat pada Sean dengan menundukkan kepalamereka yang hanya di balas anggukan oleh Sean.


"tuan keamanan di sekeliling tempat ini sudah kami jaga dengan ketat kami juga sudah memasang aliran arus listrik di setiap sudut ruangan dengan tegangan yg sangat tinggi. saya bisa menjamin jika pihak lawan menyentuhnya mereka akan langsung meregang nyawa"ucap pria tersebut memberikan laporan.


"lalu bagaimana dengan keamanan di dalam apa yg sudah kalian persiapkan"tanya Zarina.


"di setiap sudut sudah di berikan penjagaan yg ketat dengan orang orang yg sudah terlatih nona"tambah pria itu.


Sean hanya diam dan mencerna semua laporan dari bawahannya.


"matikan aliran listrik di pintu belakang di dekat dapur"ucap Sean tiba tiba.


"kenapa?"tanya zarina bingung dengan permintaan aneh suaminya ini.


"aku ingin musuh kita menganggap kita kurang teliti,sehingga mereka bisa masuk ke dalam dan kita bisa menangkap nya"ucap Sean santai.


"dan ya tempatkan penembak jitu di beberapa sudut"ucap sean menambahi.


"baik tuan"ucap pria itu dan segera pergi untuk mengerjakan pekerjaan mereka.


waktu terus berjalan namun tidak ada tanda tanda penyerangan akan terjadi.


Sean dan Zarina terus waspada sejak pagi dan jam pun sudah menunjukkan pukul 4 pagi tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari pihak lawan ini membuat kedua pasutri ini merasa mereka sedang di permainkan dengan sebuah berita palsu.


Sean dan Zarina sedang duduk berhadapan dengan saling menatap satu sama lain dengan pikiran yg sama.


"ada yg sengaja mengecoh kita"ucap Zarina dingin.


"ya aku rasa kau benar"ucap Sean.


"pasti ada yg membocorkan rencana yg sudah kita susun"ucap Zarina pelan.


"dari mana deris mendapatkan berita penyerangan ini?"tanya Zarina tiba tiba.

__ADS_1


Sean langsung memberikan isyarat pada salah satu pelayan yg lewat untuk segera mendekati nya.


" panggil deris kemari"perintah Sean pada pelayan itu.


tak lama deris datang menghampiri Sean dan Zarina.


"anda memanggil saya tuan?"tanya deris sopan.


"katakan dari mana kau mendapatkan info penyerangan ini?"tanya Sean dengan aura dinginnya.


"dari salah satu body guard yang berjaga di pintu belakang tuan"ucap deris cepat karena sungguh deris sudah menyadari keteledoran yang ia lakukan ketika Sean menanyakan siapa pemberi informasi yg iya sampaikan.


"kumpulkan semua para bodyguard itu kemari aku ingin tahu yg mana yg kau maksud"ucap Sean.


Zarina hanya diam dan memperhatikan situasi tanpa mengatakan apapun ada sekelibat tatapan aneh yg di perlihatkan oleh mata kecil gadis itu.


"Sean bisa kita berbicara sebentar dan ya deris kau ikutlah juga"ucap Zarina lalu berjalan pergi menuju sebuah ruang rahasia yang hanya dirinya yg mengetahuinya.


"ada ruangan rahasia disini"ucap Sean pelan.


deris dan Sean mengikuti Zarina memasuki ruangan rahasia itu dan duduk di sebuah yg tersusun rapi di sana.


"apa yang ingin kau katakan"tanya Sean langsung karena sungguh dia sudah tidak sabar untuk bertemu para bawahannya itu.


Zarina berjalan perlahan kearah kedua pria itu dengan sedikit senyuman yang entah memiliki arti apa.


dan tanpa aba aba Zarina langsung menodongkan pistol tepat di kening deris.


deris sontak membeku dan terkejut dengan situasi ini sama seperti Sean pria tampan itu juga tak kalah terkejut melihat hal yang di lakukan istrinya.


"hei apa yg kau lakukan?"tanya Sean cepat.


Zarina hanya tersenyum manis dan menurunkan senjatanya lalu berjalan kembali mendekati Sean dengan ekspresi yg sangat aneh duduk santai di depan kedua pria yg sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya di kepala mereka.


"jangan menatap ku seperti itu"ucap Zarina santai.


"dan ya maaf kan aku deris aku hanya bercanda itu sebagai hukuman atas keteledoran mu yg sudah membuat aku tidak tidur sepanjang malam"ucap Zarina tanpa dosa dengan pandangan menghunus tajam pada deris.

__ADS_1


Sean hanya diam saja dan tidak habis pikir atas tindakan istri kecilnya yg aneh ini.


"maaf kan saya nona"ucap deris penuh penyesalan.


kedua pria itu kembali duduk di hadapan Zarina sambil memperlihatkan raut wajah menunggu.


Zarina berjalan perlahan mengeluarkan sebuah benda kecil dan menekan tombol yang ada di benda mungil itu dan seketika sinar dari sebuah layar monitor yg cukup besar menyilaukan mata kedua pria tampan itu.


disana terlihat semua aktivitas dari para anak buah Sean yg di tugaskan untuk berjaga sekilas semuanya tampak tidak ada masalah sampai Zarina memutar video rekaman dua hari lalu.


dimana menunjukkan seorang bodyguard yg sedang mengendap endap keluar dan berbicara melalui sambungan telepon nya.


Zarina memperbesar bagian itu dan menunjukkan nya pada Sean dan deris.


"apakah dia yg memberikan kau informasi itu deris?"tanya Zarina tanpa menoleh.


"benar nona itu adalah pria yang sama yg mengatakan kepada saya tentang rencana penyerang itu"ucap deris cepat.


"aku sudah menebaknya dari awal, kenapa musuh kita selalu tau keberadaan dan rencana yg kita lakukan,ada begitu banyak penghianat di kubu mu Sean kau harus terus berhati hati kita harus segera menangkap orang orang itu dan menyusun rencana lain"


ucap Zarina lugas.


"kau benar kita memang harus menangkap orang orang itu tapi sebelum itu semua aku yakin ada yg sudah terjadi di balik ini semua"ucap Sean dan dengan cepat pria tampan itu mengeluarkan ponselnya dan mengecek bagaiman keadaan perusahaan yang sedang ia tinggalkan Sean sangat yakin pasti pihak lawannya sudah melakukan hal yg buruk pada perusahaan nya.


dan ya benar saja saham perusahaan Sean menurun drastis.


"shuttt...."ucap Sean dengan nada geram.


Zarina dan deris pun melihat penurunan saham sean yang drastis bahkan jika hal ini terus berlanjut perusahaan itu akan segera bangkrut.


"mereka satu langkah di depan kita aku yakin mereka sengaja melakukan semua ini untuk mengecoh kita"ucap Zarina dengan nada dingin.


sedang kan di lain tempat seseorang sedang tertawa puas ketika mendengar berita yg di tunggu tunggunya.


"hahahah bagus Leon kau melakukan pembantaian yg menakjubkan,dan sekarang aku bisa memastikan Sean tidak akan bisa menang jika tidak memiliki dukungan uang sama sekali,pria malang itu pasti sedang pusing karena jatuh miskin"ucap pria misterius itu dengan tawa bangganya.


yuhuuuu jangan lupa like dan komen ya readersđź’‹

__ADS_1


__ADS_2