
private jet itu telah mendarat dengan selamat di salah satu bandara yang berada di negera yang di kenal dengan julukan kincir angin tersebut.
Sean dan Zarina berjalan beriringan menuju mobil jemputan mereka yang tampak sudah menunggu kedatangan mereka.zarina mengalihkan pandangannya menelisik keadaan sekitar sedang kan Sean dia juga sedang sibuk menelisik sesuatu tapi bukan keadaan sekitar melainkan raut wajah Zarina yang ia telisik.
kedua insan yang berbeda pikiran itu memasuki mobil jemputan mereka yang sudah terparkir cantik di tempatnya.
"jalan"ucap Zarina singkat.
selama di perjalanan Zarina hanya sibuk dengan ponselnya yang tampak sedang memeriksa sesuatu.
"apa kau bisu?"ucap Sean dengan nada menyindir pada Zarina.
"tidak"ucap Zarina singkat.
"lalu kenapa kau tidak berbicara dari tadi?"ucap Sean dengan nada pongah pada Zarina.
"apa kau kelebihan kata kata?"tanya Zarina membalikkan ucapan Sean beberapa saat lalu.
"tidak"ucap sen dengan wajah polosnya.
"lalu kenapa kau terus berbicara"ucap Zarina membalas Sean.
"kau!!!"ucap Sean geram.
sedangkan Zarina,gadis itu malah melanjutkan kegiatannya mengotak atik ponsel pintarnya tanpa memperhatikan Sean yang sedang kesal padanya.
"dengarkan aku?"ucap Sean dengan nada serius.
dan kali ini Zarina tampak mengarahkan pandangannya pada Sean.
"aku sudah tau di mana lokasi pria itu"ucap Sean dengan sorot mata tajam.
"bagai mana bisa?"tanya Zarina dengan sorot mata sedikit tidak percaya bukankah suaminya ini sedari tadi tidak melakukan apa apa lalu dari mana dia mendapat informasi secepat itu,pikir Zarina.
"kau meragukan ku"ucap Sean memandang Zarina sinis.
__ADS_1
"apa kah kau pikir aku sebodoh itu,tentu saja aku tahu apa yang harus aku lakukan dan itu tidak perlu menguras tenaga sama sekali"ucap Sean merasa menang satu langkah dari Zarina.
"kau mengatakan pria,apakah dalang di balik semua ini seorang pria?"tanya Zarina kembali fokus.
"dugaan sementaranya memang seperti itu"ucap Sean apa adanya.
"lalu di mana kita bisa menemui pria itu?"tanya Zarina tidak sabar.
"Vlaardingen"ucap Sean singkat dengan sorot mata tajamnya.
"dia akan menghadiri sebuah pelelangan di kota itu"ucap Sean melanjutkan.
"lalu bagaimana kita akan kesana?"tanya Zarina serius pada Sean.
"tentu saja dengan mobil"ucap Sean dengan wajah yg tak kalah serius.
"bukan itu yang ku maksud, tapi bagai mana kita akan masuk ke acara pelelangan itu jika tidak punya undangan"ucap Zarina geram mendengan jawaban Sean tadi.sungguh dia tidak habis pikir dengan isi kepala pria berahang tegas ini.
"kau terlalu meremehkan kemampuan ku gadis kecil, jika mendapat informasi tentang keberadaan orang itu saja aku bisa apa lagi hanya sekedar undangan"ucap Sean sombong.
sementara Sean dia tidak lagi membalas kata kata zarina dan mulai fokus pada ponselnya.sean sedang menghubungi deris dan menanyakan apakah pria itu sudah sampai di negara kincir angin itu atau belum.
sean memang sudah memberikan kabar pada deris tentang kejadian di kediamannya dan rencana nya selanjutnya dan menyuruh pria itu untuk menyusulnya ke Belanda.
sedangkan di lain tempat terlihat axsel sedang kalang kabut karna mendengar jika mansion yang di tempati oleh Sean dan Zarina telah rata dengan tanah dan bahkan dari hasil penyelidikan orang orangnya axsel mendapat kabar jika semua penghuni mansion itu telah tewas tanpa sisa bahkan Mayat mereka sudah tidak dapat di indentifikasi lagi karena sudah hangus terbakar.
"apa Zarina menjadi korban ledakan itu"ucap axsel dengan raut wajah frustasi
sungguh pertemuan singkatnya dengan Zarina tempo hari membangkitkan perasaan tertarik yang sangat besar pada gadis itu.
"aku ingin kau segera mencari tahu siapa dalang semua ini dalam waktu dua puluh empat jam,aku tidak ingin mendengar kegagalan cari kemana saja bahkan jika perlu cari sampai pelosok dunia ini,aku sendiri yang akan memberikan balasan yang setimpal pada orang yang sudah menjadi dalang di balik semua ini"ucap axsel dengan aura membunuh memberi perintah pada salah satu bawahannya.
"baik tuan"ucap pria itu menunduk hormat dan berlalu pergi untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh axsel.
"aku akan memberikan orang yang sudah menyakiti mu balasan yang setimpal Zarina,sungguh aku berharap kau baik baik saja"ucap axsel dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
kembali ke Belanda
Sean dan Zarina telah sampai di salah satu vila yang berada di kawasan yang cukup jauh dari hiruk pikuk kota,vila itu dikelilingi hutan di bagian samping dan belakang nya tetapi menampilkan pemandangan laut yang indah. sungguh tempat yang sangat cocok untuk melepas penat dengan ketenangan yang di tersaji di sana.
Zarina dan Sean memasuki vila mewah itu dengan berjalan beriringan.
"kamarmu berada di sana"tunjuk Zarina pada salah satu kamar yang ada di depannya ketika mereka sampai di dalam vila mewah itu.
Sean tampak mengerutkan keningnya.
"lalu di mana kamarmu?"tanya nya pada Zarina.
"yang itu"tunjuk Zarina.
"baiklah"ucap Sean dan berlalu pergi menuju kamar yang di tunjuk Zarina sebagai kamarnya.
"heii apa yang kau lakukan,itu adalah kamarku kamarmu berada disana"ucap Zarina menghentikan langkah Sean.dan kembali mengulanh kata katanya menunjukkan kamar Sean.
"aku akan tidur di kamar yang sama dengan mu,agar jika terjadi penyerangan yang mendadak aku bisa langsung melindungi mu"ucap Sean menjelaskan pada Zarina
sebenarnya itu hanya salah satu dari tujuan Sean tujuan sebenarnya adalah Sean tidak ingin jauh dari istri kecilnya ini.
"aku bisa menjaga diriku sendiri"ucap Zarina menolak ide Sean barusan.
"tentu saja aku yakin kau bisa menjaga dirimu sendiri tapi aku tidak yakin jika kau tidak membutuhkan bantuan ku,lagi pula kenapa kau keberatan jika kita tidur bersama bukan kah kita adalah suami istri"ucap Sean dengan senyum menggoda Zarina.
"berhenti membahas soal hal itu lakukan saja yang ingin kau lakukan memangnya siapa yang takut tidur sekamar dengan mu. memangnya apa yang bisa kau lakukan padaku"ucap zarina mengalah.
sedang kan sean dia hanya tersenyum penuh kemenangan,dan berlalu pergi menuju kamarnya dan disusul oleh Zarina di belakang nya.
beralih meninggalkan Sean dan Zarina dilain tempat terlihat deris yang baru saja mendarat dengan pesawat yang di tumpanginya menuju negara kincir angin itu.
"sepertinya aku harus memberi tahu tuan muda tentang penyelidikan yang sudah kulakukan selama ini"ucap deris dalam hatinya.
💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋🙉💋🤗💋🤣💋🤣🙉🙉💋🙉💋💋🙉🙉🙉🙉🙉🙉🙉🙉
__ADS_1
haii readers jangan lupa like ya komen juga sampai jumpa di episode berikutnya.