
di vila......
tampak Zarina dan Sean sedang duduk diam- diaman di dalam kamar mereka, Zarina duduk di kasur dan Sean di sofa yang berada tepat di depan kasur yang sedang di duduki Zarina.
mereka tampak diam dengan saling menatap.
"apa aku setampan itu?"ucap Sean tiba tiba karna sedari tadi Zarina terus menatapnya.
"lalu apa kah aku juga secantik itu?"ucap Zarina membalas kata kata Sean dengan nada sinis.
Sean menatap dalam Zarina kemudian perlahan berjalan mendekat ke arah kasur dimana Zarina sedang duduk.
Zarina yang melihat Sean mendekat sedikit was was.entahlah meskipun Zarina adalah wanita yang cukup tangguh tetapi jika di sandingkan dengan situasi seperti ini Zarina kembali kepada hakikatnya sebagai seorang gadis kecil.
"ke kenapa kau mendekat?"ucap zarina terbata bata melihat Sean yang semakin mendekat.
sementara Sean dia tidak memperdulikan kata kata Zarina dan malah tetap berjalan perlahan seolah memang sedang menakut nakuti Zarina.
dengan sigap Sean langsung mengurung Zarina dengan kedua tangannya dan perlahan mendekat dan terus mendekat hingga Zarina berada dalam posisi berbaring dengan Sean yang berada di atasnya dengan bertumpu dengan kedua lengannya.
"menjauh dariku Sean"ucap Zarina terbata bata sungguh jantung Zarina sekarang seperti ingin melompat dari tempatnya.
"kenapa,apa kau tidak suka jika aku mendekatimu"ucap Sean dengan suara beratnya.
"a ak aku"ucap Zarina kembali gelagapan Karena Sean semakin mendekat dan terus menatap dalam mata Zarina.
"kau kenapa?"tanya Sean sembari menyisipkan rambut Zarina ke belakang telinga gadis itu dan menyentuh pelan telinganya.
"bukan kah kau tadi bertanya apakah kau secantik itu?ucap Sean menatap Zarina dalam tangannya mulai membelai wajah Zarina dengan sensasional.
"Sean semakin mendekat dan terus mendekat sehingga membuat Zarina tak kuasa menahan detakan jantungnya.
perlahan Sean mendekatkan wajahnya dan mencium kening Zarina dengan lembut.
__ADS_1
seperti biasanya Zarina hanya diam dan menegang tidak tahu harus berbuat apa.
"kening ini sangat indah"ucap Sean setelah mengecup singkat kening Zarina.
"hidung ini sangat cantik"ucap Sean kembali mengecup lembut hidung Zarina.
"kedua mata ini selalu penuh daya tarik"ucap Sean dengan kecupan di kedua kelopak mata Zarina.
Sesaat Sean tampak diam matanya fokus melihat bibir Zarina yang seakan memanggilnya untuk segera mengecup bibir merah muda itu.
perlahan tapi pasti Sean mulai mendekat dan mengecup mesra bibir Zarina perlahan ciuman itu mulai dalam dan sangat intens dengan Zarina yang diam saja tidak tau harus membalas bagaimana.
tapi beberapa saat kemudian Sean menghentikan kegiatan panasnya dan kembali menatap Zarina lekat.
"tatap aku"ucap Sean berat.
Zarina yang mendengar permintaan Sean. perlahan membuka matanya dan menatap dalam mata Sean.
Zarina hanya diam dan menjadi pendengar yang baik.
"aku terlalu tertarik sangat jauh ke dalam emosiku,aku hanya merasa benci dan benci yang memenuhi setiap tetes darah ku, tidak pernah ada yang namanya rasa sayang, suka apa lagi cinta yang ada hanya rencana dan rencana aku hanya selalu menghabiskan hari ku dengan bangun pagi di awali kebencian dan tidur di malam hari juga dengan kebencian yang semakin bertambah tiap saat nya bayangan kematian adikku selalu menghantui ku"ucap Sean dengan raut wajah sedih yang terpancar jelas dari dalam matanya.
"bagiku tidak ada yang lebih berarti dari pada adikku termasuk nyawaku sendiri,aku sangat menyayanginya,aku selalu memenuhi semua permintaannya melakukan apapun yang dia inginkan menjadikan nya bak seorang putri kerajaan yang memiliki apapun,aku selalu memastikan adik kecil ku itu bahagia, dan sampai ketika adikku tiada aku merasa... semuanya tidak berarti lagi aku berjalan hanya di dasari dendam dalam hati ku"ucap Sean dengan mata yang tampak berkaca kaca.
Zarina menatap dalam sorot mata Sean sungguh hatinya merasa terenyuh mendengar kata kata Sean barusan.
Zarina perlahan mendorong Sean dan kembali pada posisi duduk dengan Sean yang berada di depannya.
"akan ku pastikan mereka membayar semuanya Sean,percayalah padaku"ucap Zarina sambil menyentuh wajah Sean dengan kedua tangannya sungguh Zarina tidak sadar dengan apa yang di lakukan nya dia hanya terbawa suasana saat ini sehingga tidak memikirkan apapun.
Sean menatap dalam mata Zarina dan dalam sekejap mata langsung membawa Zarina ke dalam pelukannya dan kembali berbaring di kasur itu.
Zarina tidak menolak karena mengingat suasana hati Sean yang kurang baik saat ini dia hanya diam dan berusaha menekan rasa gugupnya saat ini.
__ADS_1
sementara di tempat lain di tampak axsel sedang mendengar laporan dari bawahannya.
"siap kan keberangkatan ku ke Belanda sekarang juga"ucapnya dingin dengan tatapan tajam yang penuh rencana.
"baik tuan sesuai perintah anda"ucap pria berbadan kekar itu dan berlalu meninggalkan axsel di dalam ruangan itu sendirian.
"aku akan memberikan keadilan padamu Zarina"ucap axsel dengan sorot mata sedih
axsel kembali mengingat pertemuan singkatnya dengan Zarina tempo hari.
kembali ke Belanda.
tampak deris sedang sibuk dengan ponselnya, keningnya tampak berkerut membaca laporan laporan dari bawahannya yang mengatakan axsel menghilang bagai di telan bumi.
memang deris sengaja memerintahkan seseorang untuk mengawasi keberadaan axsel dimanapun dan kapan pun hal ini di lakukannya agar dia dapat memastikan jika axsel tidak melakukan penyerangan mendadak pada tuannya.
"kemana pria itu menghilang,aku yakin dia pasti sudah mendengar pembantaian yang terjadi di rumah tuan muda,apa dia pergi karna merasa sudah menang?"Guman deris bingung.
"aku rasa dia tidak mungkin pergi begitu saja"ucap nya lagi masih belum mendapatkan hasil dari semua kepusingan nya itu.
dengan lihai deris mengetikkan sebuah pesan kepada salah satu nomor di ponsel pintarnya.
dengan senyum misterius dia kembali bergumam.
"aku akan mendapatkan informasi tentangnya sebentar lagi"ucap deris dengan senyum misterius nya.
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
haii hai hai hai hai hai hai hai hai readers maafin author ya beberapa hari ini GK bisa update karna jadwal kuliah padat banget soalnya GK bisa di tinggal tapi tenang author usahain buat segera crazy up deh buat gantiin hari hari kosong Tampa author kemarin ciah hhhhh narsis dikit GK papa kali ya udah ah gitu aja intinya maafin author ya yang udah bikin para readers tersayang lelah menunggu tapi tetap jangan lupa
sekali lagi author ingatkan jangan lupa klik like terus koment karena author butuh banget ni dukungan dari para readers semua
sampai jumpa di bab selanjutnya daaa💋💋💋
__ADS_1