
italia......
Sean Zarina dan para rombongannya sudah sampai di negara yang mendapatkan julukan the boot ini,Italia mendapatkan julukan ini dikarenakan bentuk wilayahnya di peta persis seperti sepatu boot.
kali ini Sean memilih menempati suatu hotel mewah yg berada di pusat kota disana Sean sengaja melakukan ini agar tidak ada yang mengetahui keberadaanya.Sean juga sudah memalsukan data datanya agar tidak ada yg menduga dirinya tinggal disini.
Sean dan Zarina duduk di sebuah sofa tunggu yang di sediakan di hotel itu.
Zarina duduk sambil memperhatikan orang orang yang berlalu lalang di hotel itu, pandangannya terhenti ketika melihat pasangan muda yang terlihat mendorong dua buah stroller bayi dengan senyum manis yang terus memenuhi bibir kedua pasutri itu.
Zarina tersenyum melihat pemandangan indah itu dan seketika gadis kecil itu berkhayal bagaimana jika dirinya memiliki anak nanti tapi khayalannya terhenti ketika mengingat hubungan pernikahannya dan Sean hanya sebuah kepentingan dendam tidak ada cinta di dalamnya tidak dia ataupun Sean keduanya memiliki tujuan mereka masing masing.
sama seperti Zarina Sean juga melihat kedua pasutri yang sedang mendorong stroller bayi mereka yang tampak bahagia tidak seperti Zarina Sean hanya diam,memperhatikan tanpa mengeluarkan ekspresi apapun tapi di dalam hatinya pria tampan itu berdoa suatu saat dia bisa ada di posisi itu juga.
lamunan kedua pasutri itu seketika terhenti ketika mendengar suara deris.
"tuan saya sudah mengamankan semua tempat untuk orang orang kita tapi.."ucap deris tertahan dan mengundang rasa penasaran Sean dan Zarina.
"ada apa? apa ada masalah " tanya Sean.
"ahh begini tuan hanya tersisa satu kamar saja di hotel ini dan apakah tidak apa apa jika tuan dan nona menginap di satu kamar saja"tanya deris hati hati sebenarnya deris sengaja melakukan ini dia bahkan sudah membayarkan sejumlah uang pada resepsionis hotel itu untuk berjaga jaga jika sean ataupun Zarina tidak percaya dengan kata katanya ini dan menanyakan nya langsung pada pihak hotel.
"apakah tidak ada kamar lain lagi"tanya Zarina memastikan.
"tidak nona,semua kamar sudah penuh dan ya jika kita ingin pindah hotel itu juga tidak mungkin karena saya sudah melakukan pengecekan di beberapa hotel tetapi semuanya sudah penuh"ucap deris penuh kebohongan tentunya.
sedangkan Sean pria itu hanya diam tanpa mengeluarkan penolakan ataupun melakukan persetujuan,entah kenapa ada rasa senang yang menyelimuti hati kecilnya ketika mengetahui dia dan Zarina akan se kamar lagi.
Zarina seketika melirik Sean.
__ADS_1
"aku tidak akan memakan mu"ucap Sean malas namun tidak dengan hatinya hari pria itu sedang berbunga bunga sekarang.
Zarina hanya menatap Sean jengah.
"mana kunci kamarnya"tanya Sean pada deris.
"ini tuan"ucap Sean memberikan kunci kamar pada Sean.
Sean berjalan menuju kamarnya dan di ikuti dengan Zarina di belakangnya.
"tuan aku harap kau dan nona bisa memulai kisah cinta kalian aku akan berdoa untuk kalian semoga bahagia nantinya"ucap deris pelan sambil terus memperhatikan kepergian Sean dan Zarina.
Zarina dan Sean sudah sampai di kamar mereka Sean menempelkan kunci kamar yang berbentuk kartu itu lalu kemudian membuka pintu itu perlahan seketika Sean dan Zarina tercengang melihat dekorasi kamar mereka seperti dekorasi kamar pengantin lengkap dengan taburan bunga dan bantal angsa yang sedang berciuman di tengahnya.
Sean dan Zarina seketika mengalihkan pandangan mereka satu sama lain dan kembali mengalihkan pandangan mereka ke sisi lain secara bersamaan juga.
pipi Zarina seketika memerah dan tak kuasa menahan rasa malu yang entah dari mana datangnya sedangkan Sean pria itu tampak tidak mengeluarkan ekspresi apapun dan malah beranjak masuk meninggalkan Zarina yang masih menetralkan dirinya sendiri di ambang pintu.
Zarina tidak berniat bergabung dengan Sean gadis kecil itu malah segera pergi ke kamar mandi dan memulai ritual mandinya tanpa memikirkan apa pun bahkan baju gantinya sendiri yang belum sempat iya beli karena terburu buru kemarin.
sekitar lima belas menit Zarina sudah selesai dengan ritual mandinya dan bergegas ingin mengenakan bajunya namun seketika Zarina membeku ketika mengingat dia belum memiliki baju apapun disini zarina sangat panik ketika menyadari kebodohannya yang lupa memesan beberapa set baju kepada petugas hotel tadi dan sekarang dirinya bingung harus melakukan apa.
hampir 30 menit Zarina hanya mondar mandir di depan kaca memikirkan solusi yang bisa ia gunakan untuk menghubungi petugas hotel untuk memesan beberapa baju namun satu satunya cara adalah dengan keluar dari kamar mandi dan melakukan sambungan telepon namun tidak mungkin Zarina hanya keluar menggunakan handuk saja begitu pikirnya.
"zaru kau ini kenapa sangat ceroboh,bagaimana sekarang jika kau keluar begini mau di taruh mana muka mu pasti Sean akan berpikir yang macam macam tapi bagaimana aku bisa mendapatkan baju ganti jika terus menerus berada disini"ucap Zarina prustasi.
Sean yang menyadari Zarina tidak kunjung keluar dari kamar mandi seketika merasa ada yang tidak beres.
"apa yang sedang di lakukan nya sampai selama itu"ucap Sean bingung.
__ADS_1
Sean berjalan mendekati kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi itu.
tok
tok
tok
"apa kau sedang tidur disana"ucap Sean dengan nada mengejek kepada Zarina.
Zarina yg mendengar suara dari luar seketika menjadi lebih panik.
"apa yang harus aku lakukan apa aku keluar saja tapi bagaimana mungkin zaru berpikirlah cepat kau adalah gadis pintar bukan kenapa sekarang kau malah tidak memiliki apa pun untuk di lakukan"ucap Zarina tambah prustasi
Sean yang tidak mendengar jawaban apa apa dari dalam mulai merasa khawatir tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana.
"hei gadis kecil apa kau baik baik saja di dalam?apa kau mendengar ku?"ucap Sean sambil terus mengetuk.
"zarina jika kau tidak bersuara aku akan mendobrak pintu ini"ucap Sean mengancam karena sungguh sekarang pria tampan itu sudah berpikir aneh aneh tentang apa yang menimpa Zarina di dalam.
"apa dia tertidur di bak mandi dan tenggelam hingga pingsan"ucap Sean pelan berasumsi sendiri sedangkan Zarina gadis itu sekarang sedang berada di depan pintu dan menimbang nimbang keputusannya harus keluar atau tidak.
"aku akan mendobraknya saja"ucap Sean pelan dan mulai mundur beberapa langkah kebelakang untuk mengambil ancang ancang.
"aku buka saja tidak mungkin juga aku harus disini sampai pagi aku bisa mati kedinginan"ucap Zarina pelan dan bersiap membuka pintu.
Sean sudah mulai berlari untuk mendobrak pintu kamar mandi itu Zarina malah membuka pintu itu tanpa dosa.
"ahhhhhh,kruabakk............"
__ADS_1
haiii readers jangan lupa like ya
sampai jumpa di episode selanjutnya daaaa 💋