
Note :
PATAW (Pelatihan Air Tingkat Awal)
PATM (Pelatihan Air Tingkat Menengah)
PATAK (Pelatihan Air Tingkat Akhir)
PATL (Pelatihan Air Tingkat Lanjut)
(Tingkatan diatas hanya berlaku pada elemen Air)
Setelah Dea kembali dari latihan keras paman Raiden, Dea tau kalau ia sudah pasti akan dimarahi kembali oleh ibunya. Saat pelatihan tadi ,ia sempat-sempatnya tertidur pulas. Latihan dari paman Raiden memang sangat keras pikirnya. Benar saja, ketika ibunya membuka pintu tersebut. Peristiwa tersebut terasa de javu bagi Dea.
Seperti biasa, keesokan harinya Dea pergi kembali ke tempat pelatihan dan bertemu Resa saat dijalan. Namun, sama kemarin, ketika tepat berada di depan gerbang tempat pelatihan, Dea kembali mengatakan hal yang sama, pergi mengambil sesuatu yang penting. Resa tidak marah pada Dea karena kembali membolos, hanya membiarkannya begitu saja. Alasan yang membuat Resa begitu karena saat bertemu hari ini, Dea terlihat sangat senang, seperti telah menemukan tujuannya kembali. Sudah lama sekali Resa tidak melihat ekspresi Dea seperti itu.
Hal tersebut dilakukan Dea selama beberapa hari kedepan, bahkan satu hari sebelum latih tanding akan dimulai, Dea terus membolos pelatihan. Resa yang hadir dalam pelatihan, ditanya oleh Bu Ayu mengenai Dea.
"Hey Resa, kau tahu Dea selama ini kemana saja?"
"Saya sendiri tidak tau bu."
"Haaaaa, anak itu, bagaimana mungkin menjadi kuat seperti yang ia sebutkan diawal kalau terus membolos begini."
"....."
"Terserah dia juga sih kalau dia mulai menyerah. Tidak ada hubungannya dengan diriku juga.Lagian dengan bakat seperti itu, ia tidak mungkin lebih kuat dari anak PATAW sekalipun hahahahah"
Perkataan pedas Bu Ayu mengejek pada Dea yang terus membolos dan tidak berkembang secara kekuatan sejak awal masuk pelatihan. Semua orang di pelatihan tahu, bahwa alasan Dea dapat terus berlatih di pelatihan ini, semuanya berkat Resa. Resa memohon kepada semua guru pelatihan untuk dapat mengizinkan Dea terus berlatih di pelatihan ini. Resa tahu, kalau Dea sampai mendengar hal ini, ini akan membuat Dea terpuruk. Namun, Resa masih berharap Dea akan menjadi mencapai impiannya tersebut.
Pelatihan hari ini telah berakhir, Resa bersiap untuk pulang kerumahnya. Namun, Rey dan gengnya datang menghampiri Resa, bermaksud untuk mengejek sahabat baiknya itu.
"Hey Resa, kemana teman lemahmu itu? apakah dia tidak masuk pelatihan sejak hari itu karena takut dengan pangeran satu ini." Rey bertanya kepada Resa dengan menunjukkan muka sombong dengan jelas.
"Hentikan perkataan mu itu, kau tidak berhak untuk mengatakan sesuatu tentang Dea." Resa membalas sambil mengancam Rey untuk tidak main-main dengannya.
__ADS_1
"Eghhhh, lihat saja, suatu hari nanti aku akan melampaimu, akan kubuat kau menangis memohon maaf karena telah berani kepada Rey yang mulia ini." Rey merasa ketakutan dengan perkataan Resa.
Resa menghela nafas panjang dan berkata...
"Terserah kamu aja." Resa langsung pergi dari sana.
Dengan kata-kata tersebut, membuat Rey semakin membenci dengan kehadiran Resa. Kehadiran seseorang yang lebih hebat dari dia, Rey sangat membenci hal tersebut. Ada sebuah alasan kenapa Rey sangat membenci seseorang yang lebih hebat darinya.
"Akan kubuat kau menyesal setelah berkata seperti itu!! Akan kubuat sahabat baikmu itu babak belur besok!!" Rey berteriak kepada Resa yang sudah berada jauh darinya. Perkataan Rey itu tidak membuat Resa marah, memikirkan hal yang tidak penting hanya akan membuang energi saja, pikir Resa.
Dipertengahan jalan, Resa secara tidak sengaja melihat Dea. Resa melihat Dea yang sedang berdiri diatas sungai bersama seorang yang Resa tidak kenali. Karena hal tersebut, Resa menjadi penasaran dengan apa yang dilakukan dua orang tersebut. Resa mendekati secara perlahan untuk melihat lebih jelas.
"Ayo Bocah!! lebih keras!!"
"Siap paman!"
"Bayangkan apa yang kamu inginkan dari air ini!!"
"Siap Paman!"
Paman tersebut meneriaki Dea dengan sangat keras. Resa yang melihat hal tersebut, terkesima dengan sikap Dea. Resa tidak pernah melihat Dea berlatih sekeras ini. Terlebih Dea menunjukan wajah yang senang. Ini adalah wajah yang sama ketika Resa berpapasan dengan Dea hari itu.
"Manfaatkan sedikit 'Life'mu Bocah!! kalau seperti ini terus, lu gak akan istirahat hari ini."
"Siap paman!"
.
.
Hingga akhirnya, kayu tersebut hancur setelah ditunju oleh Dea. Dea menyelimuti tangan dan kakinya untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatannya. Dea sangat puas dengan pencapaian ini. Paman Raiden mendatangi Dea....
"Kerja bagus bocah, Ingat terus bagaimana rasa lelah dan sakit ini. Ingat terus bagaimana rasanya menjadi yang terlemah."
"Baik paman."
__ADS_1
"Jangan merasa puas dengan kekuatanmu saat ini." Raiden memukul kepala Dea dari atas.
"Auch, ba..baik paman."
.
.
.
.
Resa yang melihat hal tersebut merasa kaget, melihat level kekuatan Dea saat ini. Bagaimana mungkin progrees Dea yang sudah lama dipelatihan tidak pernah semaju saat ini. Jika dihitung dari hari itu, ini bahkan belum sati minggu!! Namun, Resa belum pernah melihat tekhik bertarung seperti itu selama hidupnya. Resa tidak pernah mendengar ada gaya bertarung direct seperti itu. Yang Resa tahu, semua pengendalian Air itu bertipe serangan jarak jauh.
*Esok hari tiba*
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, semua pelajar dari kelas PATM sudah berkumpul. Latih tanding bahkan dihadiri dari kelas lain, semua guru, dan juga master Dias sebagai kepala Desa. Latih tanding dapat dikatakan sebagai ajang pamer kemampuan. Semua pasang mata sudah menunggu siapakah yang akan menjadi superstar pada tahun ini.
Satu persatu murid PATAW sudah melakukan latih tanding, sekarang gilirannya bagian Dea dan Rey. Semua orang disana sudah tidak tertarik lagi dengan pertarungan tersebut. Karena pemenangnya sudah dapat dipastikan. Bu Ayu yang menjadi wasit disana, memulai pertandingan. Perlu diingat bahwa ada peraturan yang perlu dipatuhi, salah satunya adalah ketika lawan sudah menyerah dan lawan sudah tidak sanggup melanjuti pertandingan, maka pertandingan dianggap usai.
"3....."
"Hey Dea, jangan buat kecewa ya, berusahalah untuk membuatku bosan." Rey berkata pada Dea, bermaksud untuk mengejeknya.
"....."
"2..."
"Akan kubuat kau menyesal telah terlahir dengan tidak memiliki bakat."
"....."
"1, Mulai!"
Saat Rey mulai mengeluarkan air dan mengendalikannya, tiba tiba Dea datang kehadapan Rey dengan cepat meninju perutnya dengan keras. Tinju tersebut membuat Rey terpental jauh dan menabrak tembok. Semua orang disana kaget dengan hal tersebut, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Bocah dikira akan kalah dengan mudah, nyatanya berhasil membuat Rey terpental.
__ADS_1
"Bersiaplah! Kali ini tidak akan ada ampun!." Dea berkata dengan tatapan penuh percaya diri.
To be Continued....