
Note :
PATAW (Pelatihan Air Tingkat Awal)
PATM (Pelatihan Air Tingkat Menengah)
PATAK (Pelatihan Air Tingkat Akhir)
PATL (Pelatihan Air Tingkat Lanjut)
(Tingkatan diatas hanya berlaku pada elemen Air)
Rey yang sudah terkapar, dan pergerakan Dea yang sangat cepat, membuat siapa saja yang berada disana terkaget-kaget. Bagaimana mungkin anak yang bisa dibilang yang terlemah, membuat Rey salah satu favorit semua orang, terpental jauh.
"Auchh...." Rey akhirnya kembali bangkit.
"Apa-apaan itu!! akan kubunuh kau!!" Rey yang kesal karena lawan yang ia remehkan membuatnya malu dihadapan orang banyak. Rey menciptakan air di udara dan membuatnya menyerupai pedang. Pedang air itu melesat dengan cepat menuju. Pengendalian air itu merupakan salah satu serangan terkuat yang Rey miliki. Dea yang melihat itu, segera menyelimuti kakinya dengan pengendaliannya, dan dapat menghindari serangan Rey dengan mudah.
"Kecepatan serangan itu tidak ada apa-apanya dengan kecepatan paman Raiden!!" Seru Dea pada Rey.
Rey semakin kesal dengan perkataan Dea. Rey kembali menciptakan air di udara dan langsung menyerang Dea. Namun, lagi-lagi Dea dapat menghindarinya dengan mudah. Karena untuk menciptakan air diudara memerlukan waktu, Dea memanfaatkan jeda waktu tersebut. Saat Rey bersiap untuk kembali menyerang Dea, tiba-tiba Dea sudah berada tepat dihadapannya. Dea dengan cepat mengepalkan tangannya dan kembali meninju Rey tepat di perutnya. Hal itu membuat Rey lagi-lagi terpental jauh.
"Gaya bertarung bar-bar macam apa itu? aku tidak pernah melihat pengendalian air digunakan seperti itu."
"Mana kutahu. Dia hanya menggunakan pengendalian tingkat rendah, dan bagaimana mungkin dia membuat murid kuat itu terpojok!"
Semua penonton disana bertanya-tanya tentang kemampuan bertarung Dea yang tidak biasa. Bahkan untuk kesekian lama, Master Dias yang hanya menghadiri latih tanding itu untuk sekedar formalitas, sekarang ia terlihat terkesiman dengan cara bertarung yang baru.
"Sial,Sial, Sial,Sial!!"
"Bagaimana Rey? Apakah kau sudah cukup dengan ocehan mu itu?" Dea memprovokasi Rey.
"Hahhhh, serangan lemah seperti ini tidak akan pernah membuatku kalah!"
"Hohoho, mari kita lihat."
Dan seperti sebelumnya, Dea terus menerus menyerang Rey dengan tinjunya. Membuat Rey tidak sempat untuk menggunakan 'Life'. Rey semakin terpojok dan mulai kehilangan kesadarannya.
"Hey bukankah saatnya kamu menyerah Rey?" Dea mengatakan itu penuh percaya diri.
__ADS_1
"Augh, Augh, hahhhhhh....."
Dan tiba disuatu momen, saat jarak antara Dea dan Rey sudah cukup jauh, Dea akan menyelesaikan pertandingan tersebut dengan tinju terakhirnya. Namun, tiba-tiba area sekitar Rey mulai bercahaya. Dea yang melihat itu, segera menarik tinjunya, instingnya berkata bahwa Dea harus segera kabur dari sana. Setelah cahaya itu mulai redup, Seluruh tubuh Rey ternyata sudah diselimuti oleh seekor naga. Naga tersebut memiliki seluruh badannya terbuat dari air. Dab penonton disana mulai bersorak ketika melihat naga tersebut.
"Woahhhhh, gila....Dia berhasil memanggil naga air dengan usianya saat ini!!"
"Benar!! Dia tidak diragukan lagi, dia adalah salah satu yang terkuat!! Dengan kekuatannya saat ini, ia bahkan bisa mengalahkan gadis yang bernama Resa itu!!"
Seluruh penonton menjadi antusias dengan pertarungan ini. Sudah lama sekal, para penonton tidak melihat pertarungan semenegangkan ini.
Dea yang melihat itu bereaksi dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan air. Dia tahu kalau naga tersebut merupakan mimpi buruk baginya.
"Mari kita lihat, apakah kau masih bisa menang dariku." Rey dengan nada yang serius. Rey sudah tidak menggangap pertarungan ini mudah, bahkan ia menggangap pertandingan antara hidup dan mati.
Rey memerintahkan naga tersebut menyerang Dea. Naga tersebut dengan cepat melaju menuju Dea. Dea kaget dengan kecepatan naga tersebut. Naga tersebut bahkan lebih cepat dari paman Raiden. Dan benar saja, naga tersebut menabrakkan dirinya pada tubuh Dea. Impact dari naga tersebut membuat Dea terpental dan menabrak tembok disana.
"Bagaimana rasanya? apakah sakit Dea?" Rey bertanya kepada Dea dengan nada mengejek.
"Erghhhh.."
"Kalau begitu, rasakanlah kembali."
Rey kali ini kembali memanggil naga yang kedua. Dengan 3 musuh yang dilawan Dea, ini sudah jauh dluar kemampuannya. Namun, Dea tidak ingin menyerah dan membuktikan kepada semua orang disini bahwa di adalah orang yang kuat.
Tapi, Rey tidak puas sebelum Dea mati. Walaupun ia tahu kalau Dea sudah tidak dapat melanjutkan pertandingan, ia tetap ingin menyerang Dea. Rey memerintahkan kedua naganya untuk memberikan serangan terakhir. Kali ini, dengan serangan yang lebih kuat.
Rey berteriak : "Devine Vortex!!!!"
Kedua naga tersebut menyemburkan air berkecepatan tinggi dari mulutnya. Semburan tersebut seperti sebuah pusaran berkecepatan dan kerapatan tinggi. Semua orang yang menyaksikan hal itu menjadi panik, karena Rey terlihat akan membunuh Dea. Wasit juga yang berada disana sudah tidak dapat mencegah hal itu terjadi, dikarenakan serangan itu sangat cepat dan tidak dapat dihindari lagi.
Disaat yang genting tersebut, saat serangan itu sudah sangat dekat dengan Dea, terlihat ada satu orang yang menepis dan mengubah arah serangan tersebut. Seluruh penonton disana terkaget-kaget, bagaimana mungkin ada seseorang dari Desa watah yang dapat melakukan hal tersebut selain master Dias.
"Hey bukankah itu..."
"Iya, tidak salah lagi, itu adalah....."
"Raiden."
Semua penonton disaana mengenali kehadiran sosok tersebut. Sosok tersebut adalah Raiden. Sosok yang memakai topi petaninya dan membawa sebilah pedang.
__ADS_1
"Hey, siapa yang membiarkan dia masuk kesini?"
"Hey bukankah dia dilarang untuk berada dipelatihan ini?"
Semua orang disana dibuat heoh oleh kehadiran Raiden. Sejak pertama kali datang didesa ini, Raiden sudah dilarang untuk berurusan dengan pelatihan ini.
"Hey bocah, bukankah keterlaluan untuk berniat membunuh temanmu ini?"
"Siapa kau!!? jangan halangi aku!!"
"Jika lu bersih keras seperti itu, lawan gua!!"
"Dengan senang hati!!"
Rey kembali menyerang Raiden dengan serangan yang sama. Dengan Devine Vortexnya. Namun, Raiden dengan mudah memenggal kedua naga tersebut sebelum naga itu sempat mengeluarkan serangan itu. Rey pun kaget dengan aksi Raiden. Naga yang ia panggil tidak sebanding dengan kemampuan orang itu. Raiden secara perlahan mendekati Rey dengan aura membunuh. Rey menjadi ketakutan setengah mati, baru kali ini melihat seseorang dengan aura membunuh sepekat ini. Namun, Tiba-tiba Master Dias datang dihadapan Raiden, bertujuan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Raiden...sudah kuperingatkan kau untuk tidak ikut campur dengan pelatihan ini, namun kau tetap saja.." Master Dias menatap Raiden penuh ancaman.
"Haahhh, membosankan...gua kira sesuatu yang menarik akan terjadi."
"Apa tujuanmu untuk kembali ke pelatihan ini?"
"Gua hanya memastikan kalau murid gua aman. Itu saja."
"Murid...? Hah, sudah kuduga kalau gaya bertarung anak ini sangat mirip dengan gaya bertarung kamu."
"Ada masalah?"
"Tidak, hanya saja sesuai dengan perjanjian kita, siapapun yang terlibat/dilatih oleh kamu, itu berarti kalian tidak berhak untuk tinggal didesa ini lagi bukan?"
"....."
"Kau telah merenggut masa depan anak ini Raiden..."
"Hmmpph, akan kubuat lu menyesal atas keputusan lu! Akan kubuat anak ini menjadi petarung terbaik sepanjang masa!"
"Menarik.....Kalau begitu bawa anak itu pergi."
"Tidak usah disuruh pun, akan kulakukan."
__ADS_1
Pada akhirnya, Pertandingan yang menegangkan tersebut berakhir dengan kemenangan sulit Rey. Dengan banyaknya drama diatas arena, diputuskan bahwa murid yang bernama Dea dikeluarkan dari pelatihan karena terlibat dengan orang yang bernama Raiden. Pada hari itu pula, Latih tanding tersebut tetap dilanjutkan. Dan sudah jelas, pemenang dari latih tanding tersebut adalah Rey. Rey yang mendapatkan upgrade power yang signifikan membuat kemampuan dirinya jauh diatas teman-temannya.
To be Continued...