ANAK BUAH KESAYANGAN

ANAK BUAH KESAYANGAN
Bab 15


__ADS_3

💰


💰


💰


💰


💰


Keesokkan harinya....


Rubby menggeliat dan merentangkan kedua tangannya. Rubby memgubah posisi menjadi duduk, dan semenit kemudian mata Rubby terlihat melotot karena baru ingat dengan kejadian semalam.


Rubby melihat pakaiannya yang sudah berganti dengan gaun tidurnya.


"Astaga, kenapa baju gue sudah diganti? siapa yang mengganti baju gue? jangan-jangan----"


Rubby berpikir dan mengingat kejadian semalam, dan tidak lama kemudian Rubby menutup mulutnya.


"Ya ampun, apa yang sudah gue lakukan? itu memalukan sekali," gumam Rubby dengan memukul kepalanya sendiri.


Rubby ingat kalau tadi malam dia mencium Gerry dengan sangat ganasnya, membuat Rubby semakin frustasi dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


"Aaaarrrrggghhh...malu sekali, mau ditaruh dimana muka gue, gue ga sanggup ketemu sama Gerry," gumam Rubby.


Dengan langkah gontai, Rubby masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan di bawah, Gerry dan Kiting sudah siap dan menunggu di meja makan.


"Siap-siap lo Ger, Singa betina sebentar lagi ngamuk," goda Kiting.


"Gue sudah siap Ting menanggung semuanya, tapi kan sebenarnya disini bukan gue yang salah tapi Rubby sendiri yang memaksa gue."


"Iya juga sih."


Suara langkah kaki menuruni anak tangga membuat Gerry dan Kiting dilanda gelisah, sudah pasti pagi ini Gerry kena damprat Bos cantiknya itu. Jantung Rubby berdetak tak karuan, sebenarnya pagi ini ingin sekali dia menghilang dari muka bumi ini saking malunya bertemu dengan Gerry.


Tapi hidup harus tetap berjalan, perusahaan membutuhkannya dan dengan berat hati Rubby mau tidak mau harus turun dan bertemu dengan Gerry. Rubby berusaha mengesampingkan rasa malunya, image dia terlalu tinggi sehingga demi menjaga imagenya, Rubby pura-pura saja lupa dengan kejadian tadi malam.


Rubby sampai di meja makan tanpa menoleh ke arah Gerry, dia langsung duduk dan memakan sarapannya. Gerry dan Kiting hanya bisa saling pandang, sedangkan Shifu Shen-shen terlihat tersenyum melihat tingkah anak buahnya.


"Fix, kali ini Rubby marah sama gue," batin Gerry.


"M***** lo Ger, Bos cantik marah," batin Kiting.


Suasana meja makan tampak hening, tidak ada yang bersuara. Gerry dengan susah payah menelan makanannya dan mencuri-curi pandang ke arah Rubby yang saat ini sedang fokus memakan makanannya.


Tidak lama kemudian, Rubby pun menyelesaikan makannya dan berdiri dari duduknya, Gerry dan Kiting reflek ikut berdiri juga. Tanpa berbicara sepatah kata pun Rubby melangkahkan kakinya keluar dan kedua Bodyguardnya segera menyusul.


Gerry berlari mendahului Rubby dan dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Rubby. tanpa melihat ke arah Gerry, Rubby pun masuk ke dalam mobilnya.


"Tuh kan, lihat gue pun dia ga mau," batin Gerry.


Selama dalam perjalanan tidak ada yang membuka suara, Rubby fokus kepada layar laptopnya. Gerry curi-curi pandang lewat kaca spion yag ada di depan kemudian menoleh ke arah Kiting.


"Syukurin," ucap Kiting dengan bahasa isyarat.


Gerry hanya mendelik kesal...


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di perusahaan Rubby. Gerry dengan cepat membukakan pintu dan menatap Rubby, tapi Rubby sama sekali tidak mau menatap Gerry, bukan karena Rubby marah melainkan Rubby malu kalau harus menatap wajah Gerry.


Rubby langsung duduk di kursi kebesarannya dan mengerjakan berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya. Gerry hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah diamnya Rubby.


Waktu pun berjalan dengan cepat, saat makan siang.


"Ting, lo beli makanan sana buat makan siang, beli tiga porsi sekaligus buat Rubby," seru Gerry.


"Ok siap laksanakan, Bos cantik Kiting keluar dulu mau beli makan siang."


"Hmmmm...." sahut Rubby dengan pandangan masih fokus ke berkas-berkas yang sedang Rubby teliti.


Kiting pun melangkahkan kakinya keluar ruangan untuk membeli makan siang, perlahan Gerry menghampiri Rubby tapi Rubby segera berdiri dan hendak pergi tapi dengan cepat Gerry menahan tangan Rubby.


"Mau kemana? sepertinya kita harus bicara," seru Gerry.


"Lepasin."


Gerry menarik tubuh Rubby hingga terbentur dinding dan Gerry mengkungkung tubuh Rubby dan menatap Rubby dengan intens tapi sayang Rubby membuang pandangannya ke arah lain.


"Lo kenapa dari tadi diemin gue? apa lo marah? kalau lo marah, gue ingin lo marahin gue dan bentakkin gue seperti biasanya bukan malah diam seperti ini, gue ga suka didiemin kaya gini," seru Gerry.


"Gue...gue..." sahut Rubby gugup.


"Lihat kesini, tatap gue pasti lo tahu kan caranya sopan santun dalam berbicara? kalau lo berbicara dengan orang lain tatap lawan bicara lo bukannya membuang muka seperti itu."


"Gila si Gerry, sudah berani ngatur-ngatur gue," batin Rubby.


Dengan terpaksa Rubby menatap Gerry, manik mata mereka saling bertemu dan untuk sekian detik mereka saling tatap satu sama lain tidak ada yang berniat berbicara, keduanya tampak tidak ingin melepaskan pandangan mereka masing-masing.


"Kalau lo marah karena masalah semalam, gue minta maaf, gue ga bermaksud lancang," seru Gerry.


"Lo tidak perlu minta maaf, gue yang salah. Justru gue sangat berterima kasih sama lo karena sudah menolong gue untuk yang kesekian kalinya, gue cuma malu tadi malam gue terlalu bar-bar," sahut Rubby dengan menundukkan kepalanya.


Gerry akhirnya tersenyum...


"Lo tahu, tadi malam lo agresif banget ga mau lepasin bibir gue, sampai bibir gue berdarah karena lo menggigitnya," ledek Gerry.


Seketika Rubby mendongak dan melihat ke arah bibir Gerry dan benar saja bibir Gerry terluka akibat perbuatannyan. Rubby meutup mulutnya karena terkejut dan sekaligus malu, Rubby menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tapi Gerry menarik tangan Rubby supaya Rubby tidak menutup wajahnya.


"Kenapa ditutupi?"


"Gue malu, maaf karena kelakuan gue sangat bar-bar."


"Tidak apa-apa, justru gue senang karena bisa ngerasain ciuman dengan Bos sendiri dan satu lagi ternyata bibir lo manis juga," ucap Gerry dengan mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Dasar gila."


Wajah Rubby tampak memerah dan mendorong tubuh Gerry sehingga Rubby sekarang bisa dengan bebas bernafas lega dan duduk di kursinya lagi. Sedangkan Gerry melipat tangannya di dada dan mrmperhatikan Rubby.


"Jangan lihatin gue terus, daripada lo berdiri dan ngoceh ga jelas lebih baik lo bantuin gue," ketus Rubby.


"Asiap, apa sih yang enggak buat Bos cantik gue," sahut Gerry.


Gerry menarik sebuah kursi dan duduk di sampaing Rubby. Akhirnya mereka berdua fokus mengerjakan pekerjaan bersama-sama. Gerry tidak usah diajarkan lagi karena dia sangat paham dengan masalah perusahaan.


"Eh, ngomong-ngomong itu ciuman pertama lo ya?" Gerry kembali menggoda Rubby.


Rubby membelalakan matanya dan menatap tajam ke arah Gerry.


"Ok...maaf-maaf, tatapannya seram amat kaya yang mau makan gue hidup-hidup," sahut Gerry.


***


Sementara itu, Kiting baru saja keluar dari sebuah restoran untuk membeli makan siang, dua tidak sadar kalau dari tadi ada yang memperhatikannya dari kejauhan.


"Bos, itu kan Bodyguardnya Nona Rubby," seru salah seorang anak buah Juan.


"Benar juga, aku harus kasih pelajaran sama tuh orang, ikutin mobil dia, aku yakin pasti dia menuju ke tempat Rubby berada," sahut Juan.


"Baik bos."


Mobil Juan pun mengikuti mobil yang dikendarai Kiting. Kiting belum sadar kalau dia di ikuti hingga Kiting dengan tidak sengaja menoleh kearah kaca spion dan melihat mobil yang dia kenal.


"Sial, bukannya itu mobil Juan, pasti dia ngikutin gue dan ingin tahu keberadaannya Bos cantik," gumam Kiting.


Kiting menambah kecepatan mobilnya, di depan dia melihat ada pertigaan dan senyumannya mulai mengembang.


"Gue harus belok, karena gue yakin mereka ingin tahu keberadaan Bos cantik," gumam kiting.


Kiting mulai menghubungi Gerry, tapi Gerry sama sekali tidak mengangkatnya. Gerry sedang sibuk dengan Rubby sedangkan ponselnya berada di atas meja dan dalam kondisi di silient.


"Ah sial, si Gerry kemana lagi."


Kiting terus saja melajukan mobilnya, untung Kiting tahu jalan karena dia memang hidup merantau di Jakarta ini dan sudah belasan tahun dia kerja dari satu tempat ke tempat yang lain.


Belokkan demi belokkan sudah Kiting kuasai, berbeda dengan sopir Juan yang tampak kesulitan karena jalanannya semakin sempit, mobil Kiting pun sudah tidak kelihatan membuat sopir Juan menghentikan mobilnya.


"Maaf Bos, kita kehilangan jejaknya," seru sang sopir dengan ragu-ragu.


"Dasar bego, begitu saja tidak bisa. Ya sudah, kita kembali saja."


"Baik Bos."


"Hahaha...Kiting dilawan, kalian tidak tahu kalau gue sopir handal," gumam Kiting dengan tawanya.


Hingga akhirnya Kiting sampai di perusahaan Rubby, Kiting celingak-celinguk takut masih ada yang mengikutinya. Setelah dirasa aman, Kiting pun masuk ke dalam ruangan Rubby.


"Makan siang datang," teriak Kiting.


"Sorry, barusan gue balapan dulu."


"Maksudnya?" tanya Gerry dan Rubby bersamaan.


"Ciee..ciee..sudah kompak aja nih, jangan-jangan jodoh," ledek Kiting.


"Apaan sih Ting, mau gue pecat," ancam Rubby.


"Ah, jangan dong Bos cuma bercanda."


"Lo belum jawab pertanyaan gue, lo balapan apa?" tanya Gerry.


"Tadi gue di kejar sama Juan."


"Apa?" lagi-lagi Gerry dan Rubby menjawab bersamaan.


"Tuh kan bareng lagi, jangan-jangan--?"


Ucapan Kiting terpotong karena melihat tatapan Rubby yang sangat horor.


"Jangan-jangan apa?" tanya Rubby dengan tatapan tajamnya.


"Jangan-jangan cuma kebetulan saja," sahut Kiting dengan cengirannya.


Kitung menyimpan makanannya di meja dan membukanya satu persatu, Rubby dan Gerry mengikuti Kiting dan duduk disofa.


"Lo ga apa-apa kan?" tanya Rubby.


"Tidak Bos, untung gue tahu seluk-beluk jalanan Jakarta jadi kemungkinan dia kehilangan jejak gue," sahut Kiting bangga.


"Syukurlah, tapi lo yakin kan kalau barusan tidak ada yang ngikutin lo?" seru Rubby.


"Aman Bos."


Gerry pun membuka kan makanan untuk Rubby.


"Nih, makanlah makan yang banyak," seru Gerry.


"Enak aja makan yang banyak, lo mau lihat gue gendut," ketus Rubby.


Tiba-tiba, pintu ruangan Rubby di ketuk...


"Masuk."


"Maaf Nona mengganggu sebentar, ini ada yang mengirim undangan kepada perusahaan kita."


"Oh iya, terima kasih Mila."


"Sama-sama Nona."

__ADS_1


Mila yang merupakan sekertaris Rubby, melirik ke arah Kiting yanga saat ini sudah tersenyum dan mengedipkan matanya sehingga membuat wajah Mila bersemu merah dan langsung keluar dengan menundukkan kepalanya.


"Undangan dari siapa?" tanya Gerry.


Rubby membukanya dan tampak tersenyum senang.


"Kenapa malah senyum?"


"Baca saja sendiri."


Rubby memberikan undangan itu kepada Gerry..


"Undangan ulang tahun pernikahan Darius Tanuwijaya dengan Dona Agnesia pemilik PT.SINAR JAYA," gumam Gerry.


"Kita harus hadir Ger, karena permainan akan segera dimulai," seru Rubby.


"Bukannya lo menyembunyikan identitas lo, dan tidak ada yang tahu siapa pemilik perusahaan ini? kalau lo datang berarti semua orang bakalan tahu dong siapa lo?" tanya Gerry.


"Tentu saja gue bakalan bilang kalau pemilik PT.R to R COMPANY adalah lo, dan gue yakin Darius sudah mengirimkan undangan buat gue juga melalui perusahaan gue yang saat ini di pegang oleh Juan, jadi mereka tidak akan tahu siapa gue."


"Jangan bercanda, masa lo mau bilang kalau gue pemiliknya, entar semuanya tahu tentang lo dan perusahaan ini dan itu akan membahayakan nyawa lo sendiri," seru Gerry.


"Betul itu Bos."


"Tenang saja, gue memang berencana perusahaan ini lo yang pegang untuk sementara karena gue mau mengumpulkan bukti dulu mengenai kejahatan Juan dan Yulia."


"Lo yakin mempercayakan semuanya sama gue? memangnya lo ga takut kalau gue bakalan ngambil perusahaan lo dan buat perusahaan lo bangkrut," seru Gerry.


"Memangnya lo berani?" Rubby balik bertanya kepada Gerry.


"Tunggu, kenapa Bos menyuruh Gerry memegang perusahaan ini? memangnya dia ngerti sama perusahaan Bos? dia kan gelandangan yang gue pungut di jalanan," celetuk Kiting.


"Sebenarnya Gerry itu seorang Presedir tapi perusahaan dan asetnya diambil oleh Om dan tantenya," sahut Rubby.


"Hah...serius Ger?" tanya Kiting tidak percaya.


Gerry menganggukkan kepalanya...


"Gue memang sudah curiga sama lo dari dulu, lo tahu semua tempat mewah dan penampilan lo pun sangat berbeda walaupun lo kumel tapi tetap saja kharisma lo sebagai Bos muncul," sahut Kiting.


"Serius, lo mempercayakan perusahaan lo dipegang sama gue?" tanya Gerry kembali.


"Gue serius, walau pun gue tinggal di Australia tapi gue ga pernah melewatkan berita tentang perkembangan bisnis disini, dan gue pernah lihat Gerry berada di sampul majalah bisnis sebagai Presedir yang hebat jadi gue yakin kalau lo bisa memegang perusahaan ini karena tidak ada orang yang gue percayai selain lo," seru Rubby.


"Baiklah, gue akan berusaha semampu gue dan gue tidak akan mengecewakan lo."


"Bagus."


Mereka pun kembali menyantap makan siangnya dengan lahap.


Setelah menghabiskan makan siang, Rubby kembali bekerja dibantu oleh Gerry sedangkan Kiting dia hanya main game di ponselnya. Kiting bukannya tidak mau membantu, memang pada dasarnya Kiting bukan berasal dari keluarga berada jadi dia sama sekali tidak mengerti masalah bisnis, kalau masalah harga sembako baru Kiting tahu.


Waktu pun berjalan dengan cepat, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Gerry dan Rubby mulai dekat, mereka berdua dari tadi fokus mengerjakan pekerjaan.


"Akhirnya selesai juga," ucap Rubby dengan merentangkan kedua tangannya.


"Iya, dan tidak terasa sudah pukul sembilan malam dan lo tahu kita sudah melewatkan makan malam," sahut Gerry.


"Pantas saja dari tadi perutku lapar."


"Ya sudah, kita pulang sekarang tapi kita mampir dulu ke restoran untuk makan malam, gue ga mau sampai lo sakit."


Rubby tampak tersenyum dan dibalas dengan senyuman juga oleh Gerry, keduanya canggung dan salah tingkah.


"Ayo kita pulang," ajak Rubby.


"Sebentar, gue bangunin Kiting dulu. Ting bangun, lo mau nginap disini," seru Gerry dengan mengguncangkan tubuh Kiting.


"Hmmm...."


Kiting mulai menggeliat...


"Kok sudah gelap sih?"


"Ya gelaplah, sudah pukul sembilan."


"Serius lo?"


"Iya, buruan Rubby sudah keluar tuh."


Gerry dan Kiting pun segera berlari menyusul Rubby. Sebelum pulang ke rumah, mereka mampir dulu ke restoran untuk makan malam setelah perut terisi dan kenyang, mereka pun langsung pulang.


💰


💰


💰


💰


💰


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2