ANAK BUAH KESAYANGAN

ANAK BUAH KESAYANGAN
Bab 29


__ADS_3

πŸ’°


πŸ’°


πŸ’°


πŸ’°


πŸ’°


Satu minggu kemudian...


Rubby, Gerry, dan Papa Robby sudah sampai di Indonesia dengan pengawalan yang sangat ketat.


Shifu Shen-shen segera menggendong Papa Robby ke punggungnya dan membawa Papa Robby naik ke atas menuju kamarnya.


"Selamat datang Nona dan Tuan," seru Celline.


"Iya Celline, oh iya tolong buatkan kopi buat suamiku dan teh buatku, dan nanti bawa ke taman belakang," sahut Rubby.


"Baik Nona."


Rubby, Gerry, Kiting, dan Shifu Shen-shen saat ini sedang duduk di sebuah kursi di taman belakang.


"Bagaimana apa semuanya baik-baik saja?" tanya Rubby.


"Iya Bos, masih aman terkendali," sahut Kiting.


"Kok aku merasa aneh ya," seru Rubby.


"Aneh kenapa sayang?" tanya Gerry.


"Aku yakin kalau Juan sudah tahu tentang kabar pernikahanku, tapi kenapa kok kayanya tidak ada pergerakkan sama sekali," sahut Rubby.


"Nah justru itu," sahut Shifu Shen-shen.


Tiba-tiba Celline datang dengan membawa nampan berisi kopi dan teh yang dipesan oleh Rubby dan Gerry. Shifu Shen-shen terlihat menatap tajam ke arah Celline dan itu membuat Celline merasa tidak nyaman.


"Terima kasih Celline."


"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi dulu."


Celline pun pergi menuju dapur...


"Tuan Shen-shen kenapa ya, kok gue merasa dia tidak suka dengan kehadiran gue disini," gumam Celline.


"Hayo lagi ngelamunin apa?"


"Astaga Maya, ngagetin saja."


Celline melihat Maya membawa nampan yang berisi piring dan gelas kosong.


"Kamu habis darimana?" tanya Celline.


"Aku baru saja mengambil piring bekas Tuan besar makan."


"Tuan besar?" seru Celline dengan mengerutkan keningnya.


"Iya, Tuan Robby papanya Nona Rubby."


"Hah..jadi Nona Rubby masih punya Papa? tapi kenapa aku tidak tahu ya?" sahut Celline.


"Maya, kamu sudah lancang, kamu lupa apa yang sudah Nona bilang kepadamu?" bentak Shifu Shen-shen yang tiba-tiba muncul di belakang Celline dan Maya.


"Shifu..ma--maaf Shifu," sahut Maya gugup dan menundukkan kepalanya.


"Bukannya Nona Rubby sudah bilang kepadamu kalau tidak ada yang boleh tahu mengenai Tuan Robby? dan sekarang kamu sudah berani mengatakan itu kepada orang asing yang baru saja masuk di rumah ini," bentak Shifu Shen-shen dengan menatap tajam ke arah Celline.


"Ma--maaf Shifu, saya keceplosan."


"Maaf Tuan, punya masalah apa anda dengan saya? kenapa Tuan sepertinya tidak menyukai saya tinggal disini?" tanya Celline memberanikan diri.


"Iya, saya memang tidak menyukai anda, siapa anda sebenarnya? dan apa tujuan anda masuk ke dalam rumah ini?" tanya Shifu Shen-shen dengan tatapannya yang tajam.


"Maksud anda apa Tuan? saya sama sekali tidak mengerti."


"Jangan pura-pura di hadapan saya, saya yakin anda mempunyai maksud terselubung masuk ke rumah ini."


"Tuan jangan sembarangan menuduh saya, Nona Rubby sendiri yang meminta saya untuk bekerja disini kalau saya tidak punya hutang kepada Nona Rubby, saya juga tidak mau masuk ke dalam rumah yang seperti penjara ini," sahut Celline yang kini berani menantang Shifu Shen-shen.


"Saya tidak asal menuduh, dari prilaku kamu yang seperti ini pun sudah ketahuan, tidak ada satu pun maid di rumah ini yang berbicara seberani anda, siapa anda sebenarnya?"


Celline membelalakan matanya, dia tidak menyangka kalau orang keturunan China itu bisa menuduh dia dengan tanpa bukti.


"Jadi anda berpikir kalau saya itu penyusup?"


"Saya tidak berpikir anda seorang penyusup, anda sendiri yang bilang. Jangan macam-macam disini, kalau sampai saya tahu kamu seorang pengkhianat, saya tidak akan pernah melepaskanmu," seru Shifu Shen-shen.


"Tenang saja Shifu, Celline tidak mungkin mengkhianati gue karena kalau sampai Celline mengkhianati gue, gue pastikan tangan gue sendiri yang akan membunuhnya," seru Kiting yang tiba-tiba datang dari belakang.

__ADS_1


Kiting memang sudah mendengarkan pembicaraan antara Shifunya dan Celline tapi Kiting mencoba untuk mendengarkannya terlebih dahulu.


Celline dan Maya yang berada disana merasa takut dan tubuhnya pun mulai bergetar, mereka baru tahu bagaimana aslinya seorang Kiting yang biasanya bersikap humoris tapi sekarang memasang wajah yang sangat menakutkan.


"Kalian kembali bekerja," seru Kiting.


Kiting dan Shifu Shen-shen meninggalkan dapur.


***


Satu bulan pun berlalu, Rubby benar-benar sangat khawatir dengan keadaan yang tenang seperti ini justru dengan tidak ada pergerakan dari Juan itu membuat Rubby semakin khawatir.


Rubby tampak memijit keningnya yang terasa sangat berdenyut. Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang, saat ini Rubby sedang berdiri di balkon kamarnya.


"Kamu sedang apa sayang?"


"Gerry, kapan pulang?"


"Baru saja, kamu ngapain malam-malam berdiri disini, angin malam tidak baik untuk kesehatan."


Rubby pun membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leher Gerry.


"Aku sedang merasa gundah sayang."


"Gundah kenapa?"


"Aku juga tidak tahu, perasaan aku tidak enak terus dan aku juga merasa takut, Ger."


Gerry mendekap tubuh sang istri, menyalurkan rasa tenang dan nyaman.


"Kamu jangan takut, ada aku disini yang akan selalu menjaga dan melindungi kamu."


Tiba-tiba tubuh Rubby lemas dan Gerry mendekap tubuh sang istri.


"Sayang, kamu kenapa? sayang," seru Gerry dengan menepuk pelan pipi Rubby.


Gerry sangat panik, tidak tahu kenapa tiba-tiba Rubby pingsan. Gerry segera mengangkat tubuh Rubby.


"Ya ampun, Nona Rubby kenapa?" tanya Pak Rinto.


"Tidak tahu Pak, tiba-tiba saja Rubby pingsan."


"Mas Kiting..Mas Kiting."


"Iya Pak Rinto, ada apa?"


"Tolong siapkan mobil Nona Rubby pingsan kita harus bawa Nona ke rumah sakit."


Kiting segera menyalakan mobil dan duduk dibalik kemudi, Gerry duduk di belakang dengan memangku kepala Rubby.


"Bos kenapa, Ger?"


"Gue juga ga tahu, tiba-tiba saja dia pingsan."


Kiting tidak bicara lagi, dia hanya fokus mengemudikan mobilnya supaya cepat sampai ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Gerry dan Kiting segera membawa Rubby ke IGD. Gerry tampak mondar-mandir di depan ruangan IGD, dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang tiba-tiba saja pingsan.


Ceklek...


"Bagaimana Dok dengan keadaan istri saya?"


"Tuan tidak usah khawatir, istri anda tidak apa-apa."


"Tidak apa-apa bagaimana, istri saya sampai pingsan seperti itu, Dokter jangan main-main sama saya," ancam Gerry dengan menatik kerah kemeja sang Dokter.


"Ger, tenang ini rumah sakit."


"Bagaimana gue bisa tenang, Rubby pingsan seperti itu tapi dia mengatakan kalau Rubby tidak apa-apa."


"Maaf Tuan, maksud saya itu memang biasa terjadi kepada wanita yang sedang mengandung."


Sesaat ketiganya diam tidak ada yang berbicara satu sama lain.


"Maksud Dokter apa?"


"Istri anda sedang mengandung dan usia kandungannya sekarang menginjak dua minggu."


Perlahan Gerry melepaskan cengkramannya pada kerah kemeja sang Dokter.


"Maksud Dokter, istri saya sedang mengandung?"


"Iya Tuan, tadi istri anda pingsan karena istri anda terlalu banyak pikiran."


"Banyak pikiran?"


"Iya, dan itu sangat beresiko untuk wanita yang baru saja mengandung karena kandungan istri Tuan masih sangat dini, saat ini istri Tuan akan dipindahkan ke ruangan rawat inap, kalau begitu saya permisi dulu."


Dokter itu pun pergi, Gerry langsung memeluk Kiting dan tanpa terasa airmatanya pun menetes.

__ADS_1


"Rubby hamil Ting, dan gue akan segera menjadi seorang Ayah."


"Iya, selamat ya Ger."


Kiting mengusap punggung Gerry...


Tidak lama kemudian, Rubby pun dipindahkan ke ruangan rawat inap.


"Ting, lebih baik lo pulang saja gue khawatir takut terjadi kenapa-napa sama Papa Robby."


"Tapi bagaimana dengan lo?"


"Gue ga apa-apa, lagipula diluar ada beberapa pengawal juga. Papa Robby lebih penting."


"Ya sudah kalau begitu, gue pulang dulu jaga diri kalian baik-baik."


Kiting pun memutuskan untuk pulang, di dalam perjalanan pulang ponsel Kiting berbunyi tanda ada panggilan. Kiting melihat tertera nama Shifu Shen-shen disana.


"Iya Shifu, ada apa?"


"......"


"Ah sial, ok aku akan segera sampai."


Kiting melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Shifu Shen-shen barusan menghubunginya kalau rumah Rubby saat ini mendapat serangan mendadak.


Tiba-tiba dua buah mobil menghadang mobil Kiting, dan dari dua mobil itu keluar empat orang dari masing-masing mobil jadi jumlah orang yang saat ini menghadang Kiting adalah delapan orang dengan masing-masing orang membawa balok kayu.


"Ah sial."


"Keluar kamu," teriak salah satu orang itu.


Kiting perlahan keluar dari mobilnya, tapi orang-orang itu langsung menyerang Kiting dengan membabi buta. Sekuat tenaga Kiting melawan ke delapan orang itu, cukup lama Kiting bertarung hingga Kiting sudah merasa tidak kuat lagi.


Wajah Kiting sudah penuh dengan luka dan darah tapi Kiting harus bertahan hingga disaat Kiting mendapatkan kesempatan dengan cepat Kiting mengambil pistolnya.


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Kiting menembak semua orang-orang itu dan mereka semua tewas di tempat. Dengan langkah yang tertatih-tatih dan menahan sakit, Kiting kembali masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukannya menuju rumah Rubby.


***


Sedangkan di rumah sakit, Gerry merasa sangat lapar karena memang tadi Gerry belum sempat makan malam.


"Kalau gue keluar dulu cari makan, aman ga ya kalau Rubby gue tinggal," gumam Gerry.


Gerry tampak ragu-ragu meninggalkan Rubby yang saat ini memang belum sadarkan diri. Tapi perutnya pun tidak bisa diajak kompromi.


"Ah diluar kan banyak pengawal, lagipula gue hanya ke depan sebentar nanti juga balik lagi kesini," gumam Gerry.


"Sayang, aku beli makanan dulu ya."


Gerry pun mencium kening Rubby dan dia pun segera keluar.


"Tolong jaga Rubby, kalau ada Dokter atau Suster yang ingin masuk kalian larang, tidak ada yang boleh masuk ke dalam kecuali aku. Aku tidak akan lama, hanya membeli makanan sebentar."


"Baik Tuan."


Gerry pun dengan cepat melangkahkan kakinya untuk membeli makanan, dia tidak mau terlalu lama meninggalkan Rubby sendirian. Satu hal yang tidak Gerry ketahui, ternyata kelima pengawal itu bukan pengawal Rubby melainkan anak buah Juan.


Setelah Gerry pergi, kelima orang itu tampak tersenyum dan dengan cepat masuk ke dalam dan membawa Rubby pergi dari sana.


πŸ’°


πŸ’°


πŸ’°


πŸ’°


πŸ’°


Bagaimana nasib Rubby selanjutnya, detik-detik menuju END guys yuk dukungannya yang banyakπŸ™πŸ™


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2