
💰
💰
💰
💰
💰
Gerry makan dengan sangat cepat, kemudian Gerry pun mengambil satu piring nasi dan lauk pauk di atasnya.
"Semuanya aku selesai makan, aku ke atas dulu kasihan Rubby sudah kelaparan," seru Gerry yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari yang lainnya.
"Dasar manten baru, maunya ngamar mulu," cibir Kiting.
"Makannya kamu juga cari pasangan Ting, biar kaya mereka," goda Papa Robby.
"Tenang saja Tuan, sebentar lagi Kiting juga pasti nyusul Gerry dan Bos cantik."
Ceklek...
Terlihat Rubby sedang duduk di atas ranjang selonjoran dan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.
"Sayang, ini makanannya."
"Iya."
"Aku suapin ya."
"Ga usah, aku bisa sendiri," tolak Rubby.
"Pokoknya tidak ada penolakkan, ayo buka mulutnya."
Rubby tidak mau berdebat dengan Gerry akhirnya Rubby pun menuruti keinginan Gerry dan membuka mulutnya, perutnya sudah sangat lapar.
"Anak pinter, makannya habis."
"Iya tapi aku rugi banget."
"Kok rugi."
"Ya iyalah, masa satu suap harus dibarengi dengan satu ciuman, enak di kamu ga enak di aku," sahut Rubby dengan kesalnya.
Gerry tampak terkekeh...
Tok..tok..tok..
"Siapa?" teriak Gerry.
"Ini gue Kiting."
"Bentar ya sayang, aku buka dulu pengganggu itu."
Ceklek..
"Apa? ganggu aja lo malam-malam," ketus Gerry dengan melipat tangannya didada.
"Lo ga lagi wik-wik kan?" bisik Kiting.
"Enggak, tapi baru saja mau."
"Ck...dasar."
"Kenapa Ting?" teriak Rubby.
"Bos, Kiting mau bicara sebentar bisa?"
"Boleh, kamu tunggu di paviliun saja nanti aku sama Gerry nyusul."
"Tapi jangan lama-lama Bos, jangan sampai kalian enak-enak dulu, bisa jamuran gue."
"Iya, bawel banget sih lo, sana sebentar lagi gue sama Rubby nyusul."
Kiting pun segera melangkah meninggalkan Gerry.
"Sayang kamu tidak apa-apa? kalau ga kuat, biar aku gendong kamu."
"Enggak, aku masih bisa jalan kok, apa kata Kiting kalau aku datang di gendong sama kamu, bisa-bisa dia menertawakan aku."
Rubby dan Gerry pun berjalan berdampingan, Rubby merangkul lengan kekar milik Gerry.
"Apa yang mau lo bicarakan?" tanya Gerry.
"Kayanya malam gue pulang."
"Pulang? kok cepat banget?" tanya Rubby.
"Kiting sudah terlalu lama bolos Bos, ga enak rasanya."
"Ga enak terlalu lama bolos atau rindu.kepada Celline?" goda Gerry.
"Dua-duanya sih," sahut Kiting dengan cengengesan.
"Apa kamu sudah yakin dengan hati kamu, Ting?"
"Belum terlalu yakin juga sih Bos, tapi ada rasa rindu di hati kalau terlalu lama tidak bertemu."
"Dasar."
"Ya sudah kalau kamu maunya begitu, kamu pulang sama Shifu saja soalnya kita masih ada waktu seminggu lagi disini dan kita rencananya mau bawa Papa juga."
"Terima kasih Bos, tapi kalau Celline ke rumah bagaimana?"
"Ya langsung suruh kerja saja."
"Serius Bos? tapi kan Bosnya ga ada di rumah."
"Alah alasan aja, gue tahu lo senang, iya kan? jangan banyak tingkah deh lo."
__ADS_1
"Ah lo bisa aja, tapi terima kasih Bos."
"Sudah kan, lo ga ada yang mesti dibicarakan lagi?" tanya Gerry.
"Enggak ada."
"Ya sudah, kita kembali ke kamar mau buat keponakan buat lo, yuk sayang," seru Gerry.
"Apaan sih Ger, bikin malu saja."
"Kenapa mesti malu, kita sudah sah juga. Ok lo hati-hati ya di jalan kalau sudah sampai di rumah jangan lupa kabari gue."
"Siap."
"Kamu hati-hati ya Ting, bawa pengawal saja soalnya takutnya kamu sudah dibuntuti sama anak buah Juan."
"Ok Bos."
"Kalau begitu kita pergi dulu."
"Ok, buat keponakan yang banyak ya."
Gerry mengacungkan kedua jempolnya sedangkan Rubby hanya menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu.
Kiting dan Shifu Shen-shen bersiap-siap untuk pulang malam ini. Mereka tidak tahu kalau diluar Mantion anak buah Juan sedang memata-matai mereka.
Salah satu anak buah Juan mengotak-ngatik ponselnya dan menghubungi Juan.
📞"Bos, sepertinya anak buah Nona Rubby yang rambutnya kriting akan pulang malam ini."
📞"Ok, kalian ikuti terus dia dan awasi dia, terus yang lainnya masih tetap di depan Mantion, kali aja Rubby pun akan pulang malam ini."
📞"Baik Bos."
Juan pun memutuskan sambungan telponnya, Juan menatap langit-langit kamarnya dengan wine di tangannya.
"Rubby, kamu sudah mempermainkanku selama ini dan sekarang sudah saatnya aku mengakhirinya, aku sudah puas bermain-main dan sekarang sudah tiba waktunya, rasa cintaku padamu sudah hilang dan berganti dengan rasa ingin menghancurkan kalian semua tanpa bersisa satu pun," gumam Juan.
Praaannnggg...
Juan melempar gelas wine itu sehingga pecah berantakan. Kali ini Juan benar-benar sudah hilang kendali, emosinya sudah sangat memuncak.
***
Keesokkan harinya...
Rubby meregangkan otot-ototnya, tadi malam Gerry benar-benar sudah menyiksanya lagi. Rubby lebih baik berkelahi satu lawan satu daripada harus meladeni hasrat Gerry yang tidak ada lelahnya.
Rubby mengubah posisinya menjadi duduk, Rubby mulai menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri. Dilihatnya Gerry masih tertidur dengan pulasnya, perlahan Rubby bangkit dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Hari ini Rubby butuh merendam tubuhnya dengan air hangat untuk memulihkan staminanya.
"Ah, segar sekali," gumam Rubby dengan memejamkam matanya.
Tiba-tiba Rubby membuka matanya karena merasa ada seseorang yang masuk ke dalam bathupnya.
"Gerry."
"Gerry, mandinya aku dulu sekarang kamu keluar sana."
"Enggak mau sudah tanggung juga, aku janji ga bakalan macam-macam."
Rubby menghembuskan nafasnya secara kasar, dia tidak akan menang berdebat dengan Gerry dan saat ini Rubby terlalu malas kalau harus berdebat, akhirnya Rubby hanya bisa membiarkan Gerry masuk ke dalam bathupnya dan berendam bersama.
Plaaaakkkk...
Rubby memukul tangan Gerry...
"Kalau mau mandi bareng, tangannya harus diam."
"Galak amat sayang."
"Bodo."
Akhirnya mereka selesai mandi juga, tidak ada kegiatan panas selama di dalam kamar mandi karena Rubby mengancamnya.
Rubby pun segera menyiapkan pakaian untuk Gerry, setelah mereka rapi dan wangi, mereka pun turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi Pa, pagi Pak Rinto."
"Pagi Nona."
"Pagi sayang."
"Nona, anak buah Tuan Juan mengawasi rumah ini."
"Apa?"
"Iya, bahkan tadi malam saat Mas Kiting dan Shen-shen pulang, ada yang mengikuti mereka."
"Terus bagaimana dengan keadaan Kiting dan Shifu."
"Mereka baik-baik saja Nona, anak buah kita sudah mengurusnya."
"Ah syukurlah."
"Anak itu memang kurang ajar, Papa angkat derajat mereka tapi malah seperti ini balasananya," seru Papa Robby.
"Sudahlah Pa, Papa jangan banyak pikiran biar Gerry yang urus semuanya."
***
Kiting sudah sampai di Indonesia, dan dia memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum nanti sore dia akan menemui Celline.
Waktu pun berjalan dengan cepat, Kiting segera mengedarai mobilnya ke sebuah Restoran yang dijanjikan oleh Celline. Tidak membutuhkan waktu lama, Kiting sudah sampai di Restoran itu.
"Raga..." Celline tampak melambaikan tangannya.
"Sorry telat."
__ADS_1
"Ga apa-apa, gue juga baru sampai kok."
"Kita pesan makanan dulu ya, gue laper banget."
Kiting dan Celline pun memesan makanan dan mulai melahap makanan mereka masing-masing tanpa ada berbicara sedikit pun.
"Bagaimana lo sudah siap buat kerja di rumah Bos cantik?" tanya Kiting sesudah mereka selesai makan.
"Siap, ini gue sudah bawa pakaian gue."
"Ibu lo bagaimana?"
"Ibu gue sudah pulang kampung dan gue titipin sama tante gue."
"Oh, ya sudah yuk kita pulang sekarang."
Kiting pun membawakan tas Celline dan Celline hanya mengekornya dari belang. Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Rubby.
"Maya, tolong antarkan Celline ke kamarnya dan berikan pakaian yang sama denganmu "
"Baik Mas, ayo Celline ikuti aku."
Celline pun mengikuti Maya dan Kiting memilih untuk berenang karena hari ini dia merasa gerah.
Celline sudah menggunakan pakaian maidnya, dan saat ini Celline sedang membersihkan ruangang tengah. Mata Celline melirik ke arah kolam berenang dimana disana Kiting sedang berenang.
Kiting berenang dengan memakai boxer tanpa memakai baju, memperlihatkan tubuhnya yang mulus dan kekar membuat Celline menganga melihat pemandangan indah dihadapannya itu.
"Astaga, ternyata tubuh Raga atletis banget sungguh sangat tampan dan luar biasa," batin Celline.
"Hayo lagi ngelihatin apa?" goda Maya dengan menepuk pundak Celline.
"Eh Maya, tidak ada."
"Lagi ngelihatin Mas Kiting ya."
"Kiting? itu kan namanya Raga."
"Iya, namanya Raga Prawira tapi di panggilnya dengan sebutan Kiting."
"Oh...Eh May, aku boleh tanya sesuatu ga?"
"Tanya apa?"
"Apa Nona Rubby seorang mafia atau penjahat gitu?" tanya Celline pelan.
"Hah...buahahaha...kamu itu ngomong apa sih? kenapa kamu sampai berpikir seperti itu terhadap Nona Rubby?"
"Soalnya Raga kan manggilnya Bos, terus di rumah ini juga banyak pengawal, dan apa kamu tahu kalau Raga itu suka bawa pintol?" bisik Celline.
"Tahu, bahkan Nona Rubby dan Mas Gerry pun suka bawa pistol," sahut Maya.
"Hah...serius kamu May?"
"Iya, Nona Rubby itu bukan seorang Mafia apalagi seorang penjahat, Nona Rubby itu anak seorang pengusaha kaya dan karena Nona Rubby anak satu-satunya, makannya banyak yang mengincar dia makannya Nona Rubby dikawal banyak pengawal."
"Oh gitu, terus hubungannya dengan Raga apa?"
"Mas Kiting dan Mas Gerry itu adalah bodyguard Nona Rubby, jadi wajar kalau Mas Kiting dan Mas Gerry itu punya pistol."
"Oh begitu, lalu sekarang Nona Rubby kemana? kok ga kelihatan?"
"Nona Rubby sedang berada di Australia, tiga hari lalu Nona Rubby dan Mas Gerry menikah, bahkan Mas Kiting pun baru pulang dari sana kemarin siang."
"Jadi Nona Rubby menikah dengan bodyguardnya sendiri?" tanya Celline tidak percaya.
"Iya."
Celline pun manggut-manggut tanda mengerti apa yang sudah dijelaskan oleh Maya.
"Kalau begitu kamu bereskan dulu disini, nanti susul aku ke dapur ya kita masak buat makan malam."
"Ok."
Maya pun pergi meninggalkan Celline, Celline kembali melihat Kiting yang masih berenang dengan santainya.
"Pantas saja badannya bagus, ternyata Raga seorang bodyguard," batin Celline.
Celline pun kembali melanjutkan bersih-bersih, tapi dari kejauhan Shifu Shen-shen tampak memperhatikan Celline tanpa Celline ketahui.
"Siapa wanita itu sebenarnya? kenapa perasaanku mengatakan kalau dia bakalan menjadi ancaman," gumam Shifu Shen-shen.
💰
💰
💰
💰
💰
Hai guys siapa yang rindu Echa, Adam, dan ysng lainnya?...
Yuk, bila berkenan mampir dong di chat story pertamaku, hanya 10 bab dan ikutan lomba minta dukungannya like dan komen disetiap babnya dan kasih gift dan vote juga🙏🙏
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU