
💰
💰
💰
💰
💰
Rubby masih saja menangisi nasibnya sendiri, bahkan saat ini matanya pun sudah bengkak karena kelamaan menangis.
Tok..tok..tok..
"Bos cantik, waktunya makan malam. Bos harus makan nanti sakit," teriak Kiting dari balik pintu.
Rubby tidak bergeming, dia terus saja menangis dan tidak mendengarkan teriakkan Kiting.
"Bos, apa mau Kiting bawakan makanannya kesini," teriak Kiting kembali tapi tetap saja tidak jawaban dari dalam.
"Bagaimana dong Mas Kiting, mana tadi siang Nona juga melewatkan makan siangnya," seru Maya merasa khawatir.
Sementara itu Gerry yang baru saja sampai di rumah, mendengar teriakkan Kiting dan langsung naik ke atas menghampirinya.
"Ada apa ini?" tanya Gerry.
"Bos cantik dari tadi tidak keluar kamar Ger."
"Iya Mas Gerry, mana Nona Rubby sudah melewatkan makan siang dan sekarang Nona juga tidak keluar-keluar," sahut Maya.
Tok..tok..tok..
"Ya sudah, kalian makan duluan biar gue yang bujuk Rubby," seru Gerry.
"Baiklah."
Kiting dan Maya pun meninggalkan Gerry...
Tok..tok..tok...
"Rubby, buka pintunya lo harus makan kalau lo ga makan lo nanti sakit," seru Gerry.
Masih tetap sama tidak ada jawaban sama sekali..
"Kalau lo ga mau keluar, gue bakalan dobrak pintunya," teriak Gerry.
"Lo pergi, gue ga lapar kalau lo mau makan, makan saja," teriak Rubby.
"Ya sudah kalau lo ga mau makan, gue juga ga bakalan makan dan gue bakalan tungguin lo disini sampai lo mau keluar," teriak Gerry.
"Terserah lo," teriak Rubby.
Rubby menenggelamkan wajahnya ke atas bantal, dia kembali menangis. Sedangkan Gerry duduk di lantai depan pintu kamar Rubby dan menyandarkan punggungnya ke pintu.
Waktu pun berjalan dengan cepat, tidak terasa tadi Rubby ketiduran dan Rubby melihat jam dinding sudah menunjukan pukul sebelas malam. Rubby beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untukencuci wajahnya yang terlihat sangat kusut.
Setelah itu Rubby mengganti bajunya dengan celana pendek dan kaos ketat yang biasa dia pakai kalau tidur, dan mengikat rambutnya. Rubby berniat akan mengerjakan pekerjaan, tapi dia merasa haus dan air minumnya habis. Dengan langkah gontai Rubby pun melangkahkan kakinya untuk keluar kamar karena ingin mengambil minum.
Brrraaaakkkk....
Disaat Rubby membuka pintu kamar, Gerry langsung terjungkir ke belakang karena dari tadi dia memang duduk bersandar ke pintu kamar Rubby. Rubby tampak terkejut, ternyata ucapan Gerry benar dan dari tadi Gerry menunggu dirinya keluar.
"Ngapain lo masih ada disini?" tanya Gerry.
"Tadi kan gue sudah bilang, kalau gue bakalan nungguin lo disini sampai lo mau keluar kamar."
"Dasar bodoh," ucap Rubby dan hendak meninggalkan Gerry.
"Iya, gue memang bodoh maka dari itu akibat kebodohan gue, gue sampai lancang jatuh cinta kepada Bos gue sendiri," sahut Gerry yang langsung menghentikan langkah Rubby.
Rubby tidak bergeming sedikit pun, lidahnya begitu kelu. Perlahan Gerry menghampiri Rubby dan berdiri tepat dihadapan Rubby, ditatapnya wajah cantik Rubby yang meskipun tanpa polesan makeup, Rubby terlihat sangat cantik.
Pandangan Gerry terhenti di mata Rubby yang terlihat bengkak karena terlalu lama menangis, perlahan tangannya terulur dan mengangkat dagu Rubby supaya Rubby bisa menatapnya. Kali ini mata indah itu menatap Gerry.
"Jangan menangis, gue ga suka lihat lo menangis," ucap Gerry dengan lembut dan membelai pipi Rubby.
"Gue ga minta jawaban dari lo, kalau lo memang belum siap gue ga bakalan memaksa lo tapi satu hal yang harus lo tahu, sampai kapanpun gue bakalan nungguin lo karena hati gue sudah jatuh cinta sama lo, kalau begitu gue pergi dulu," sambung Gerry dan melangkahkan kakinya meninggalkan Rubby.
"Lo ga perlu menunggu lama," seru Rubby yang langsung menghentikan langkah Gerry.
Gerry membalikan tubuhnya menatap wajah Rubby lekat-lekat...
"Maksudnya?" tanya Gerry bingung.
"Karena gue sudah yakin, kalau hati gue sekarang sudah menjadi milik lo," sahut Rubby.
Sesaat terjadi keheningan dan Gerry belum bisa mencerna kata-kata yang Rubby ucapkan. Sedetik kemudian Gerry baru sadar dan dia membelalakkan matanya.
"Apa? barusan lo ngomong apa?" tanya Gerry untuk meyakinkan ucapan Rubby.
Rubby tersenyum dan menghampiri Gerry yang saat ini sedang berdiri mematung.
"Iya, gue baru sadar kalau gue juga jatuh cinta sama lo, I love you anak buah kesayangan," seru Rubby dengan mengedipkan sebelah matanya.
Seketika senyuman Gerry mengembang dan langsung memeluk Rubby dan membawanya berputar-putar.
"Hai, turunin gue dasar gila," rengek Rubby.
"Gue memang sudah gila dan itu semua gara-gara Bos cantik gue," sahut Gerry dengan bahagianya.
"Turunin gue, Gerry."
"Sstttt...jangan berisik nanti semuanya bangun."
Gerry menurunkan tubuh Rubby, sesaat mereka saling pandang satu sama lain.
"Coba katakan sekali lagi."
__ADS_1
"Apa?" Rubby menaikan satu alisnya.
"Yang tadi."
"Yang mana?" Rubby pura-pura tidak mengerti dan itu membuat Gerry kesal dan mengerucutkan bibirnya.
"Idih, gitu aja marah," goda Rubby dengan mencolek lengan kekar milik Gerry.
"Tahu ah," sahut Gerry dengan melipat tangannya didada.
Rubby tersenyum melihat tingkah Gerry, Rubby pun mendekat dan berjinjit untuk di depan telinga Gerry.
"I love you, anak buah kesayangan," bisik Rubby.
Rubby ingin berlari meninggalkan Gerry tapi Gerry dengan cepat menarik tangan Rubby.
"Eiiittt mau kemana? gue harap lo ga bakalan menyesal."
Gerry menarik tengkuk Rubby dan menciumnya penuh dengan kelembutan. Ciuman kali ini bukan dalam keadaan tidak sadar ataupun ciuman untuk memanas-manasi orang lain, tapi ciuman itu murni dalam keadaan sadar dan dengan didasari cinta dari keduanya.
Dirasa mereka sudah kehabisan nafas, keduanya pun melepaskan pungutan mereka dan kening keduanya saling menempel. Nafas mereka saling memburu mencari oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-paru mereka.
"I love you too, Bos cantik kesayangan," lirih Gerry.
Rubby mulai membuka matanya dan menatap ke arah Gerry.
"Kamu mau kemana?" tanya Gerry.
"Aku mau ambil minum, aku sudah terlalu lama tidur jadi sudah tidak ngantuk lagi, makannya aku mau kerjakan pekerjaan kantor saja."
"Ya sudah, kita kerjakan sama-sama di bawah saja, aku mau mandi dan ganti baju dulu kebetulan ada sesuatu hal yang mau aku laporkan sama kamu," seru Gerry.
"Ok."
Gerry pun turun ke bawah menuju kamarnya untuk mandi dan berganti baju. Gerry dan Rubby tidak sadar kalau barusan mereka sudah mulai manggil dengan sebutan aku dan kamu.
Rubby sudah duduk di ruangan keluarga dengan secangkir teh ditangannya dengan mata yang terus tertuju kepada laptop yang ada dihadapannya.
"Ini, aku ada laporan dari orang kita yang ada di perusahaan di PT. SINAR JAYA, ternyata selama ini si Darius mempunyai dua rekening, yang satu rekening pribadinya dan yang kedua rekening rahasia, selama ini si Darius memasukkan uang perusahaan ke dalam rekening rahasianya itu yang mengakibatkan perusahaan gue hampir mengalami kebangkrutan dan merugi yang luar biasa."
Rubby melihat dokumen yang diserahkan oleh Gerry..
"Jadi dia korupsi gitu?" tanya Rubby.
"Iya, tujuannya memang ingin membuat perusahaan aku bangkrut terus aku minta bantuan sama dia untuk menyokong perusahaan aku yang notabene uangnya adalah milik perusahaan aku sendiri yang dia ambil, nah dia memutuskan janji sebelum jatuh tempo karena dia takut perusahaan bakalan kembali pulih setelah melihat kerja kerasku yang memang tinggal sedikit lagi bisa mengembalikan kejayaan," jelas Gerry.
"Sudah ku duga, aku memang merasa aneh saat mendengar berita kalau perusahan PT SINAR JAYA diambang kebangkrutan, padahal yang aku tahu perusahaan kamu itu merupakan perusahaan terbesar dan bisa dibilang sangat sukses," sahut Rubby.
"Sialan, jadi selama ini si Darius menipuku. Awas kamu Darius, kamu harus membayar semuanya," geram Gerry.
"Sabar, nanti akan tiba saatnya kamu membalaskan dendam kamu dan perusahaan itu akan menjadi milik kamu lagi," seru Rubby dengan mengusap punggung Gerry.
Gerry menarik tubuh Rubby ke dalam dekapannya.
"Terima kasih Rubby, kamu sudah banyak membantuku, aku tidak tahu harus membayarnya dengan apa," seru Gerry.
Rubby menarik dirinya dari dekapan Gerry...
"Kalau itu sudah pasti," seru Gerry dengan mencolek hidung mancung milik Rubby.
Akhirnya mereka pun larut dalam pekerjaan masing-masing, Gerry dengan laptopnya begitu pun dengan Rubby. Waktu berjalan dengan sangat cepat, Gerry merentangkan kedua tangannya dan melihat jam sudah menunjukan pukul satu pagi.
"Astaga, sudah pukul satu pagi," gumam Gerry.
Gerry menoleh ke arah Rubby, ternyata wanita cantik itu sudah tertidur dalam posisi duduk bahkan laptopnya pun masih berada dalam pangkuannya. Gerry tersenyum, dengan sangat hati-hati Gerry menyimpan laptop Rubby dan mengangkat tubuh Rubby menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Gerry merebahkan tubuh Rubby di atas tempat tidur kemudian menutup tubuhnya dengan selimut.
"Selamat tidur Bos cantikku," gumam Gerry dengan senyumannya.
Gerry mencium kening Rubby, kemudian mematikan lampu kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur, setelah itu dia pun keluar dari kamar Rubby.
***
Keesokkan harinya....
Pagi ini hanya Kiting yang berlatih dengan Shifu Shen-shen, dia bingung sudah puluhan kali dia membangunkan Gerry tapi Gerry tidak bangun-bangun juga.
Kiting sudaj selesai latihan, dan disaat dia kembali ke kamar ternyata Gerry masih tertidur dengan pulasnya.
"Astaga, dia belum bangun juga tumben dia tidur kaya kebo biasanya juga dia paling rajin," gumam Kiting.
Kiting memutuskan untuk ke kamar mandi dan bersiap-siap karena ini adalah hari pertama dia masuk kuliah dan dia sangat bersemangat.
"Ger, bangun woi sudah siang," seru Kiting dengan mengguncangkan tubuh Gerry tapi hasilnya nihil.
Kiting mulai berpikir dan dia mendapatkan satu ide. Kiting mendekat ke arah Gerry dia arahkan mulutnya ke telinga Gerry.
"Ger, buruan bangun Bos cantik diculik," teriak Kiting.
"Apa? siapa yang nyulik Rubby," seru Gerry yang langsung terbangun dan meloncat dari tempat tidurnya.
Karena terlalu heboh, akhirnya kaki Gerry tersandung kaki ranjang...
Buuuukkkkk...
Gerry terjatuh dengan posisi tengkurap dilantai, tawa Kiting akhirnya pecah melihat kelakuan Gerry.
"Lo ngerjain gue ya," kesal Gerry.
"Habisnya dibangunin dari tadi ga bangun-bangun, mana lo ga ikut latihan lagi."
"Ah iya, sorry-sorry tadi malam gue tidur pukul satu subuh makannya gue ngantuk banget."
"Busyet, habis ngapain lo tidur jam segitu?"
"Gue ngerjain pekerjaan kantor."
__ADS_1
Gerry bangkit dan melangkah menuju kamar mandi, sedangkan Kiting yang sudah siap segera menuju meja makan untuk sarapan.
"Pagi bos cantik, pagi Shifu," sapa Kiting.
"Pagi."
"Wuidih, ada anak kuliahan nih," goda Rubby.
"Bagaimana penampilan Kiting Bos, keren ga?"
Rubby melihat penampilan Kiting dari atas hingga bawah...
"Keren..." sahut Rubby dengan mengacungkan jempolnya.
"Asyik, jarang-jarang nih di puji sama Bos cantik," seru Kiting dengan mendudukan dirinya.
"Selamat pagi semuanya!!" sapa Gerry dengan semangatnya.
Gerry menghampiri Rubby dan langsung mencium pipi Rubby, membuat semua yang ada disana melongo dengan sikap Gerry dan itu membuat wajah Rubby memerah.
"Wah, ngelunjak lo Ger main nyosor aja, Bos cantik gibeng aja tuh anak buah ga tahu diri kaya dia," celetuk Kiting.
"Sirik aja lo jadi orang, Rubby ga bakalan mukul gue lagi sekarang, iya kan sayang?" seru Gerry.
"Uhuk..uhuk..."
Kiting langsung mengambil minum dan meminumnya sampai habis dalam sekali tegukkan.
"Barusan lo ngomong apa? sayang? wah lo benar-benar pengen kena tabok sama Bos cantik."
Rubby hanya tersenyum dan Kiting mulai curiga, Kiting menyipitkan matanya ke arah Gerry dan Rubby.
"Jangan bilang kalau kalian.....?"
Gerry dan Rubby tersenyum dan menganggukkan kepalanya bersamaan.
"OMG...menang banyak lo Ger," seru Kiting dan reflek menggebrak meja makan sehingga semuanya terlihat kaget.
"Busyet, ngapain sih lo pakai gebrak-gebrak meja segala."
"Gue kaget Ger, Bos kok bisa mau sama si Gerry?" tanya Kiting.
Rubby hanya tersenyum...
"Apaan lo, lo ga lihat gue tampan seperti ini," sahut Gerry.
"Preeetttt ah."
"Sirik aja lo."
"Sudah..sudah, ga baik bertengar di depan makanan. Oh iya Ting, lo harus bisa jaga diri lo jangan sampai ada yang tahu kalau lo seorang Bodyguard," seru Rubby.
"Siap Bos cantik."
"Lo pakai salah satu mobil yang ada di garasi."
"Serius Bos?"
"Iya lo pakai saja."
"Ya ampun Bos cantik baik banget," seru Kiting yang beranjak dari duduknya hendak menghampiri Rubby.
"Eiiittts...lo mau ngapain?" tanya Gerry menghalangi langkah Kiting.
"Mau peluk Bos cantik, sebagai ucapan terima kasih."
"Enggak ada, enggak bisa, enak saja. Sekarang Rubby jadi hak milik gue, jangan ada yang nyentuh dia selain gue."
"Ckckck....pelit amat lo," keluh Kiting.
Rubby dan Shifu Shen-shen hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya.
"Bos, Kiting berangkat dulu."
"Iya, hati-hati Ting."
"Sayang, aku juga berangkat dulu ada meeting pemegang saham di PT. SINAR JAYA, do'akan aku ya semoga bisa mengambil alih lagi perusahaan dan aset aku," seru Gerry.
"Amin, tetap semangat."
"Shifu, saya berangkat dulu."
"Ok Ger, hati-hati."
Gerry pun segera pergi ke kantor dan tidak lupa mencium kening Rubby sebelum berangkat membuat Rubby tersenyum.
💰
💰
💰
💰
💰
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU