
💰
💰
💰
💰
💰
Satu bulan sudah semenjak pertemuannya di pantai dan hari ini adalah bertepatan dengan hari pernikahan Kiting dan Celline.
Semuanya menyambut dengan sangat antusias apalagi Rubby, dia orang yang paling heboh dengan pernikahan Kiting. Akhirnya Kiting melepas masa lajang juga walaupun waktunya lumayan telat.
Suasana di hotel bintang lima itu tampak sudah ramai dengan para tamu undangan yang datang, setelah tadi pagi menjalani akad nikah, malam ini adalah resepsinya. Rubby menghampiri Kiting dan merapikan jas yang Kiting pakai, kemudian Rubby pun memakaikan dasi untuk Kiting.
"Sayang, dari tadi urusin si Kiting mulu suami sendiri diabaikan," rengek Gerry dengan pakaian yang acak-acakkan dengan dasi digenggamannya.
"Astaga sayang, sebentar aku kan mau buat Kiting tampan malam ini, secara ini kan hari spesial buat Kiting," sahut Rubby tanpa melihat kearah suaminya karena sibuk memakaikan dasi buat Kiting.
Sedangkan Gibran tampak terkekeh melihat kelakuan ketiga orang dewasa didepannya. Gibran duduk diatas meja rias dengan kedua kaki menjuntai kebawah dan tangannya memegang sosis bakar kesukaannya.
"Boy, Mami kamu jahat banget masa Papi diabaikan," keluh Gerry.
"Sabar Pi."
"Sudah selesai, wah kamu tampan sekali Ting," puji Rubby.
"Kamu baru sadar kalau aku tampan? kamu sih terlalu dibutakan sama si Gerry makannya tidak melihat ketampanan tersembunyi aku," sahut Kiting.
"Iya..iya..sudah sana, istrimu pasti sudah menunggu."
"Boy come on," ajak Kiting.
"Let's go Pa."
Kiting dan Gibran pun meninggalkan kamar itu menuju tempat resepsi. Rubby melihat suaminya duduk dengan wajah cemberut.
"Hei, kok cemberut ayo buruan kita juga harus segera ke bawah," seru Rubby.
Gerry hanya diam saja tak bergeming, Rubby tersenyum dan menarik tangan Gerry supaya berdiri setelah itu Rubby merapikan kemeja yang dipakai oleh Gerry, memasangkan dasi, dan terakhir memakaikan jas.
"Wow, suamiku tampan sekali malam ini," puji Rubby tapi Gerry tampak cuek saja karena dia merasa masih kesal kepada istrinya.
Rubby mengalungkan tangannya ke leher Gerry dan menatap wajah Gerry yang masih cemberut.
"Mau marah terus? ya sudah, padahal habis acara resepsi ini aku ada rencana mau kasih kamu jatah tiga jam loh," bisik Rubby dengan nakalnya.
Seketika Gerry menatap kearah istrinya merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.
"Serius kamu?"
Rubby tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"Yess...asyik."
"Ya sudah, ayo kita turun," ajak Rubby.
"Bisa tidak kita disini saja ga usah turun, toh ga bakalan ada yang nyadar kalau kita ga ada," seru Gerry dengan mengendus-ngendus tengkuk leher Rubby.
__ADS_1
"Jangan ngaco, buruan kita turun kasihan Kiting dan Celline."
"Ayolah sayang, sebentar saja," ucap Gerry yang malah semakin liar, tangan Gerry sudah kemana-mana.
"Stop, kita turun ke bawah sekarang atau jatah tiga jam hangus," ancam Rubby.
"Aiihhh...bisanya cuma ngancam mulu, ya sudah kita turun."
Rubby dan Gerry pun akhirnya turun menuju tempat resepsi. Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Kiting dan Celline, akhirnya mereka bahagia juga.
Sang fotografer memanggil Rubby, Gerry, Gibran, dan Shifu untuk berfoto bersama sang pengantin dan mereka pun dengan senang hati segera menuju pelaminan.
"Ok, semuan tersenyum dan lihat kesini ya," seru sang fotografer.
"Satu..dua..ti----"
Hoekk...
Rubby menutup mulutnya, sedangkan yang lainnya langsung menatap ke arah Rubby.
"Maaf..."
"Wahh..kayanya adik Gibran sudah mau launching nih," seru Kiting dan sukses membuat semua yang ada disana bersorak bahagia.
"Sayang, kamu hamil," seru Gerry.
"Horeeee...Gibran bakalan punya adik," teriak Gibran.
Gerry langsung mengangkat tubuh sang istri dengan senangnya membuat semua tamu undangan menoleh semuanya ke arah mereka.
"Sayang, jangan berlebihan belum tentu aku hamil, turunin malu tahu dilihatin semua orang," bisik Rubby dengan wajah yang memerah menahan malu.
"Mau kemana?"
"Kita periksa ke dokter sekarang."
Rubby menepuk jidatnya sendiri...
"Astaga, ini sudah malam sayangku mana ada dokter kandungan yang buka, lagipula kita masih ada diacaranya Kiting dan Celline, besok saja ya diperiksanya," bujuk Rubby.
Gerry pun mengalah...
Setelaj selesai acara, mereka pun pulang ke rumah. Rubby meminta Gerry untuk berhenti disebuah apotek dua puluh empat jam untuk membeli testpack yang akan Rubby gunakan keesokkan harinya.
Sesampainya dirumah, Gerry menggendong tubuh Gibran yang sudah tertidur dengan pulasnya setelah itu Gerry menuju kamarnya, ternyata Rubby sudah tertidur.
Gerry pun segera mengganti pakaiannya dan terlelap disamping Rubby.
***
Keesokkan harinya...
Rubby keluar dari kamar mandi dengan senyuman yang mengembang, dilihatnya Gerry masih tertidur lelap.
Rubby mendekati Gerry, Rubby menciumi seluruh wajah Gerry membuat Gerry mengerjapkan matanya.
"Pagi-pagi jangan menggodaku sayang, nanti kalau adikku bangun baru tahu rasa loh," seru Gerry dengan suara serak khas bangun tidur.
Rubby tidak memperdulikan keluhan Gerry, dia terus saja menciumi Gerry bahkan tangannya sudah nakal mengelus dada Gerry.
__ADS_1
Gerry langsung terbangun dan mengkungkung tubuh Rubby berada dibawahnya.
"Sayang, nah kan lihat sudah bangun adikku kamu nakal sih."
Rubby hanya terkekeh dengan menggigit bibir bawahnya. Rubby siap menyerang Rubby tapi Rubby menahannya.
"Minggir."
"Minggir apaan? salah siapa coba yang sudah membangunkan adikku, jadi kamu harus tanggung jawab."
"Sudah minggir, kasihan calon anak kamu."
"Hah...calon anak?"
Gerry bangun dan terduduk diatas kasur, kemudian Rubby pun beranjak dan mengambil sesuatu diatas nakas dan memberikannya kepada Gerry.
"Aku hamil sayang," bisik Rubby.
Mata Gerry melotot sempurna, tanpa diduga Gerry langsung lompat dari tempat tidur dan berlari kesana kemari saking bahagianya, melompat-lompat dan berteriak seperti orang kesurupan.
Rubby menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan suaminya itu.
"Calm down sayang jangan loncat-loncat nanti jatuh lagi."
Dengan nafas terengah-engah, Gerry memeluk Rubby dan kemudian duduk diujung tempat tidur kemudian memeluk perut Rubby dan menciumnya berulang-ulang.
"Sayang, sekarang Papi ada disini Nak, jadi kamu jangan khawatir. Apapun mau kamu, Papi siap membelikannya, Papi akan menebus semuanya karena waktu Mami hamil Kakak kamu, Papi tidak ada tapi sekarang Papi akan selalu ada untuk kalian semua."
Rubby tersenyum dan mengusap kepala Gerry..
"Terima kasih sayang, sudah memberikan aku kebahagiaan yang sangat luar biasa ini, I love you Bos."
Rubby tertawa mendengar ucapan Gerry, hingga Rubby pun menunduk dan membisikan sesuatu kepada Gerry.
"I love you too anak buah kesayangan."
Akhirnya mereka berdua pun tertawa bersama, mereka tidak menyangka awal pertemuan mereka yang hanya sebagai bos dan anak buah, akhirnya berujung pernikahan dan sekarang mereka akan dikaruniai anak kedua.
💰
💰
💰
💰
💰
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU