Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Cinta Membuatmu lemah


__ADS_3

Besoknya Bella menemani Ether berenang, karena ini minggu jadi mereka memutuskan untuk berdiam saja di rumah sambil menikmati kebersamaan mereka.


Ether datang membawa sarapan untuk Bella, "Sarapan dulu, kalian belum makan dari tadi pagi," ujar Ether, Daniel berlari ke arah mereka untuk ikutan makan.


Bella menyelimuti tubuh Daniel menggunakan handuk, "Abis sarapan udah yah berenang nya."


Daniel mengangguk dengan mulut penuh roti, "Hari ini kita mau kemana?" tanya Ether yang ingin jalan-jalan.


"Aku tidak mau ke mana-mana, aku harus menyiapkan kerjaan untuk besok. Besok kan peluncuran game ku, kau bukannya akan datang ke kantorku besok?" Bella menatap pria itu.


"Ya sudah, aku akan jalan-jalan dengan Daniel saja."


"Kita mau kemana Yah?" Daniel menatap Ether.


"Rahasia, pokoknya ayah akan membawamu ke tempat yang sangat bagus."


Daniel bersorak gembira.


Ether kembali menatap Bella, "Besok untuk merayakan keberhasilan mu kita dinner, aku ada tempat bagus untuk kita."


"Aku di ajak kan?" tanya Daniel tiba-tiba.


"Ya jelas dong, masa gak di ajak," timpa Ether.


Daniel bersorak lagi.


"Baiklah terserah kau, Daniel yuk kita mandi," Bella membawa Daniel pergi dari sana, Ether menatap mereka dari kejauhan sambil tersenyum.


Tiba-tiba ponsel Ether berbunyi ternyata itu adalah telpon dari Mark, "Yah ada apa?"


"Tuan Gisel menelpon kalau ia ingin Tuan kembali ke Amerika, keadaan di sana cukup genting. Para Mafia lain tau kalau Tuan tidak ada di Amerika jadi mereka mulai datang untuk menyerang markas utama," jelas Mark.


"Tidak, aku tidak bisa kembali sekarang. Katakan pada Gisel urus saja sendiri, aku tidak mau tau Gisel harus menyelesaikan tugasnya dengan benar, sekarang tak mungkin aku kembali ke sana. Tak bisa ku tinggalkan Bella lagi setelah dia mulai percaya padaku," balas Ether.


"Tapi Tuan-"

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian, katakan padanya urus semuanya dengan benar. Atau kau coba hubungi semua orang di negara lain untuk datang membantu Gisel," kekeh Ether.


"Baik Tuan saya akan coba katakan pada Gisel."


Ether mematikan sambungan telponnya dengan marah, "Sial, masa tidak bisa mengurusnya," umpat Ether.


Cuaca hari ini lumayan cerah.


Di tempat lain tepatnya di kota New York Gisel sedang marah-marah karena Ether tidak mau datang untuk membantunya, "Sialan, padahal sudah genting tetapi tetap saja dia tidak mau datang. Apa dia ingin benar-benar kekuasaannya di rampas oleh orang lain demi wanita itu, apa perjuangannya selama ini akan ia sia-siakan begitu saja?" bentak Gisel sembari melempar ponselnya.


Di ruangan itu Gisel bersama dua rekannya yang bernama Jonathan dan Kairi.


"Cinta bisa melemahkan seseorang, itulah mengapa aku membenci cinta," gumam Kairi sambil tersenyum sinis dan tatapan dinginnya.


"Besok Fany dan yang lainnya akan datang ke sini untuk membantu kita," jelas Gisel lagi, wanita itu duduk di kursi sambil memegang kepalanya yang pusing.


"Apa dia tidak tau sudah berapa banyak pasukannya yang mati di bunuh? Bisa-bisanya ia tetap tidak mau datang, apa arti kita di matanya sih?" tambah Gisel yang masih kesal dengan keputusan Ether.


"Kau minta Mark untuk datang ke sini saja, dia akan membantu kita untuk merancang strategi. Tak boleh di ragukan dia sangat pintar," timpa Jonathan.


"Ya sudah nanti ku coba bicara padanya," ujar Gisel kembali.


"Sekarang kalian bakar saja semua mayat di depan, aku muak melihatnya," lanjut Gisel pada Kairi.


"Baik akan saya lakukan," Kairi pergi dari ruangan itu.


Gisel kembali bangkit dari duduknya.


"Kau mau kemana?" tanya Jonathan.


"Minum, pusing aku mendengar keputusan Ether."


"Aku ikut, aku tidak mau kau minum sampai mabuk berat nanti ada yang tiba-tiba menyerang mu bagaimana?" Jonathan berjalan ke arah Gisel.


"Oke."

__ADS_1


Mereka berdua pergi menuju apartemen Gisel untuk minum-minum, sebelum minum ia menelpon Mark terlebih dahulu untuk meminta Mark kembali dulu dalam beberapa hari ini.


Mark mengatakan kalau Ether setuju maka ia akan segera pergi ke Amerika membantu mereka semua.


_________


Kembali pada Ether, ia kini berada di taman bermain bersama Daniel. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu adalah telpon dari Mark, "Jadi ada apa lagi?" tanya Ether kesal karena Mark terus menganggu nya.


"Tuan, Gisel meminta saya untuk kembali ke Amerika. Gisel ingin saya membantunya dalam peperangan untuk mengatur strategi," jelas Mark.


"Ya sudah kau pergilah ke sana, dan untuk membuat musuh ketakutan menyamarkan menjadi diriku. Musuh tidak pernah melihatku secara langsung kan? Jadi kau tinggal memakai topeng ku yang ada di ruangan ku dan berpura-pura lah menjadi ku, agar musuh sedikit ketakutan," jelas Ether.


"Baik Tuan, akan saya lakukan."


"Ya sudah jika ada perkembangan lainnya segera kabari saya."


"Baik Tuan."


Ether mematikan sambungan telponnya dan kembali bermain bersama Daniel, di taman itu mereka malah jadi pusat perhatian karena ketampanan mereka yang paripurna.


"Siapa Yah?" Daniel menatap ayahnya.


"Temen ayah, yuk lanjutin mainnya."


Mereka bermain perosotan, ayunan dan masih banyak yang lainnya. Sementara itu di rumah Bella mulai membuka laptopnya untuk mengerjakan persiapan, seorang pelayan datang menghampiri Bella yang ada di ruangan tengah.


"Mau saya ambilkan minum Non?"


Bella menatap pelayan itu, "Boleh, jus mangga ada?"


"Ada Non, apa mau sama cemilannya sekalian?"


"Mmmmmmm boleh deh."


"Baik Non saya akan ambilkan sekarang."

__ADS_1


__ADS_2