Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Kembali Ke Amerika


__ADS_3

Paginya Bella sudah ada di kantor, Rose terus menyemangati Bella agar tidak terlalu tegang.


"Kau pasti bisa," ujar Rose sambil mengelus tangan Bella.


"Yah aku akan berusaha," balas Bella sembari tersenyum tipis.


"Baiklah kita pergi sekarang."


Mereka segera pergi ke ruang pertemuan, di ruangan tersebut juga sudah ada Ether yang menunggunya, Ether tersenyum saat melihat Bella masuk. Tak mau ada yang curiga Bella segera memalingkan tatapannya, ia mulai menjelaskan dan mulai peluncuran game tersebut untuk publik.


Beberapa saat kemudian pertemuan itu sudah selesai semua berjalan dengan lancar, game tersebut juga mulai banyak yang mendownloadnya. Bella merasa sangat lega sambil membaca komentar dari orang-orang yang mendownload game tersebut.


Ada beberapa komen yang agak menjelekan namun semua itu tertutup dengan komen baiknya yang jauh lebih banyak, Rose mengelus Bella yang sedang menatap layar laptopnya.


"Ah....... Leganya," gumam Rose.


"Yah aku juga sama, semoga saja semua orang suka."


"Pastilah, jika banyak para gamers yang membuat konten tentang game ini maka peminatnya akan lebih banyak," jelas Rose.


"Iya."


Sementara itu di tempat lain Ether malah sedang senyum-senyum sendiri di kantornya membayangkan begitu mempesonanya Bella tadi, aura Bella sangat mempesona dan berkarisma.


"Ah tak salah aku mencintainya," gumam Ether.


Ponselnya berbunyi membuat mood Ether kembali kesal, "Ah sial, menganggu saja," Ether langsung mengangkat sambungan telponnya.


"Ada apa lagi?" tanya Ether.


"Tuan saya sudah sampai di Amerika," balas Mark.


"Jadi?"


"Fany dan yang lainnya juga sudah sampai di sini, kita akan segera menyusun strategi. Apakah ada masukan?"


Ether langsung menjelaskan semua masukan yang sudah ia pikirkan matang-matang dari semalam, "Itu saja, kau perbaiki saranku mana yang memang dapat kau pakai dan mana yang tidak perlu kau pakai," jelas Ether.


"Baik Tuan."


"Ya sudah saya tutup telponnya, jika sampai benar-benar tidak bisa terkendali maka terpaksa saya akan ke sana."


"Iya Tuan."

__ADS_1


Ether menutup telponnya.


_____________


Malamnya Ether, Bella dan Daniel jadi pergi dinner di salah satu restoran mewah di jakarta. Mereka memilih lantai paling atas agar pemandangannya dapat terlihat dengan indah, lampu malam begitu bersinar di setiap sudut jakarta.


Daniel makan dengan lahap, "Ayah, Mama Daniel harap kalian berdua tetap bersama selamanya sampai Daniel besar," ujar Daniel memegang tangan mereka berdua.


Bella menatap Ether lalu tersenyum, Ether mengelus kepala Daniel, "Ayah janji ayah tidak akan meninggalkan kalian berdua lagi," ujar Ether.


"Ku harap janjimu tidak bohong lagi," balas Bella.


Ether memegang tangan Bella, "Aku benar-benar tidak akan meninggalkan mu lagi."


Ponsel Ether berbunyi, Ether terpaksa mengangkatnya karena itu adalah telpon dari Mark takut terjadi sesuatu di sana.


"Sebentar yah," Ether menjauh tak mau Bella dan anaknya mendengar percakapannya dengan Mark.


"Sayang lanjutkan makan mu," ujar Bella pada Daniel.


Daniel menganggukkan kepalanya.


"Ada apa?" tanya Ether pada Mark setelah memastikan ia benar-benar jauh dari Bella.


"Ah sial, sekarang?" tanya Ether bingung ia juga menatap ke arah Bella yang tak mungkin ia tinggalkan malam ini juga.


"Iya Tuan, apa Tuan akan menyerah dan menghancurkan perjuangan kita semua selama lima tahun ini? Selama ini untuk mendapatkan ini bukanlah hal yang mudah Tuan. Kau bisa kembali setelah semuanya mereda," jelas Mark.


Ether di landa kebingungan.


"Ya sudah saya akan ke sana sekarang," Akhirnya mau tak mau ia harus ke Amerika dulu.


Ether kembali ke Bella setelah menutup telpon tersebut, "Bella aku minta maaf," Ether memasang wajah bersalah, bahkan untuk menatap Bella juga ia tidak mampu.


Bella dan Daniel langsung menatap Ether, Bella menarik Ether untuk menjauh dari Daniel.


"Tunggu sebentar yah," ujar Bella pada anaknya.


Daniel mengangguk kembali.


"Ada apa? Kau minta maaf untuk apa?" tanya Bella agak sewot.


"Aku harus kembali lagi ke Amerika, ada kerjaan mendadak yang harus ku kerjakan di sana," Ether menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Bella tersenyum sinis, "Malam ini juga? Kau mau membuat Daniel kecewa?"


"Tapi Bella aku janji aku akan kembali."


"Kapan kau akan kembali?" tanya balik Bella.


"Aku tidak bisa memastikannya, tapi aku benar-benar akan kembali nanti."


"Lima tahun yang akan datang lagi? Kau memang sejahat itu ternyata, kau datang hanya untuk mempermainkan ku saja."


"Tidak begitu Bella, tapi aku benar-benar harus ke Amerika malam ini."


"Kerjaan apa yang harus kau lakukan? Katakan!"


Ether hanya terdiam.


"Kau tidak bisa jawab? Mengapa Ether? Setelah aku mulai kembali percaya padamu, kamu malah melakukan ini padaku?" Bella tersenyum sinis kembali sembari memalingkan wajahnya, Bella memegang keningnya karena pusing mendengar omongan Ether.


Ether memegang tangan Bella, "Aku janji aku akan mengatakan semuanya setelah aku siap, tunggu aku, aku benar-benar akan kembali untukmu apapun caranya."


"Sial, tidak usah memegang tanganku," Bella menghempaskan tangan Ether.


"Pergilah aku sudah benar-benar muak padamu," Bella pergi meninggalkan Ether, ia menggendong Daniel untuk segera pulang.


"Ma kita kan belum selesai makannya?" tanya Daniel.


"Lupakan, tidak ada makan malam. Dan satu hal lagi tidak ada ayahmu," bentak Bella.


Ether tak bisa menahan Bella pergi, ia tidak boleh egois ia harus benar-benar kembali lagi ke Amerika. Ether menelpon seseorang untuk segera menyiapkan pesawat pribadinya karena ia akan pulang ke Amerika.


_________


Bella sampai di rumah Ether, ia langsung membereskan semua barangnya dan juga barang Daniel ia akan kembali pulang ke rumahnya. Tak bisa di pungkiri ia sangat sakit hati sekarang, air mata yang coba ia tahan tetap saja mengalir begitu saja.


Bella terdiam sambil menghapus air matanya, Daniel tiba-tiba menghampiri ibunya lalu menghapuskan air mata ibunya.


"Mama jangan nangis, Ayah jahat yah? Aku benci ayah."


Bella menatap Daniel lalu memeluknya, "Aku memang ingin punya ayah, tapi kalau ayah menyakiti Mama aku tidak akan tinggal diam. Karena hanya Mama yang paling aku sayangi," gumam Daniel di pelukan ibunya.


Bella kini tak bisa lagi membendung tangisannya, ia menangis di pelukan anaknya hanya untuk merasakan tenang.


"Menangislah, kata ibu guru kalau mau menangis jangan di tahan itu hanya akan membuat dada kita semakin sesak," ujar Daniel.

__ADS_1


Setelah Bella lumayan tenang ia langsung kembali membereskan baju-bajunya dan setelah semuanya beres ia pun langsung pergi dari rumah itu. Bella pulang menaiki taksi, di perjalanan Daniel terus saja memeluk ibunya.


__ADS_2