Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Singapura Part 1


__ADS_3

Hari ini Bella dan Daniel sedang beres-beres koper untuk pergi ke Singapura. Mereka akan berangkat berdua karena Ether sudah pergi duluan, "Yey akhirnya naik pesawat," Daniel terlihat kegirangan.


"Yuk cepetan kalau udah siap, nanti ketinggalan pesawat."


Setelah selesai rapih-rapih mereka langsung berangkat ke bandara.


____________


Sampailah mereka di Singapura mereka juga sudah sampai di hotelnya. Di lorong tanpa sengaja Bella bertemu dengan Yudi dan juga Klara dari perusahaan Monndi, Bella berniat ke bawa untuk makan.


"Jadi kau adalah Bella?" tanya Yudi yang menghampiri Bella dan Daniel.


"Yah, anda Tuan Yudi dan Bu Klara kan?" balas Bella.


"Iya, ternyata kau memang secantik yang orang-orang bilang," Yudi tersenyum hangat pada Bella.


Klara yang mendengarnya terlihat cemburu, sementara Bella hanya tersenyum.


"Kalau begitu saya pamit dulu yah," pamit Bella yang tak mau lama-lama ketemu mereka berdua.


Menatap kepergian Bella, Yudi hanya tersenyum.


"Kenapa kau senyum terus dari tadi? Kau suka padanya?" tanya Klara sinis.


"Sayang, tidaklah. Aku hanya menyayangi mu, ini adalah trik untuk membuat mangsa terkena perangkap," Yudi merangkul Klara.


"Ya sudah kita lanjutkan, aku sudah ingin tidur lelah."


"Oke sayang."


Sebenarnya Yudi memang agak tertarik pada Bella, wanita itu benar-benar cantik natural. Setelah di kamar mereka langsung duduk di kasur berdampingan, "Kau tau tidak rumor yang beredar selama ini tentang Bella?" tanya Klara.


"Tidak, memangnya apa?"


"Bella punya anak yang ayahnya tidak tau siapa, ternyata dia memang tidak sepolos kelihatannya. Katanya juga dia sering mempermainkan hati para pria."


"Pantas, dia cantik."


"Mengapa sih dari tadi bilangnya begitu?" kesal Klara.


"Ah sudahlah jangan marah, katanya tadi mau istirahat. Tidurlah kalau kau ingin istirahat."


Sementara itu Bella tak sengaja bertemu dengan Ether, ternyata mereka menginap di hotel yang sama.


"Ayah," panggil Daniel.


Ether langsung menghampiri mereka berdua, "Mau kemana kalian?" tanya Ether.


"Ether, jangan panggil ayah. Dengerin Mama, pokoknya selama di sini jangan panggil dia ayah. Panggil Om saja," panik Bella yang tidak mau orang tau mengenai hubungan mereka.

__ADS_1


"Sudahlah lagipula mereka di sini tidak mengerti bahasa Indonesia," timpa Ether.


"Tetap saja."


"Oke Mama," untungnya Daniel mengerti.


"Mau kemana kalian?" tanya Ether.


"Cari makan sekalian jalan-jalan," balas Bella.


"Boleh aku ikut?"


"Kita sedang pura-pura tidak kenal, kalau kau mengikuti ku entar ada yang lihat orang kantor bagaimana?"


"Bukan masalah sih kalau untukku, mau mereka tau Daniel anakku juga bukan masalah."


"Dasar."


Sementara itu Rose dan Rendi juga sudah datang ke Singapura. Setelah datang bukannya istirahat mereka berdua juga sama-sama jalan-jalan untuk menikmati kencan keluar negara pertama mereka.


"Di sini pemandangannya indah yah," gumam Rendi, mereka sedang makan di restoran dekat patung Merlion.


"Yah banyak wisatawan juga."


"Bagaimana kalau sehabis makan nanti kita lihat yang lainnya, tempat belanja di sini banyak sekali."


Rose mengangguk.


"Ayok ayah sini, Eh om sini," Daniel melambaikan tangannya pada Ether.


Mereka langsung selfi bertiga berbagai gaya, setelah puas berfoto kemudian mereka pergi untuk cari makan. Mereka membeli beberapa makanan di Steetfood yang ada di sana, kini mereka sedang makan es krim.


"Ya mama makannya sampai belepotan gitu," ledek Daniel.


Ether yang melihatnya juga langsung ketawa-ketawa, Bella hanya tersenyum sambil mencoba menghapusnya.


"Sini biar ku bantu," Ether mengelap mulut Bella dengan tangannya.


Karena Daniel kini di berikan HP oleh Bella jadi ia memfoto momen itu tanpa Bella dan Ether sadari, setelah makan Eskrim mereka juga membeli makanan lainnya karena masih belum kenyang.


Selesai jalan-jalan keduanya langsung pulang ke hotel, ke kamarnya masing-masing tentunya. Daniel tidur karena kecapean sementara Bella mencoba melihat foto-foto yang tadi ia ambil, ia kaget saat melihat foto Ether sedang mengelap mulutnya.


Lalu setelah itu ia menatap Daniel, "Sudah mulai jail ini anak," Bella tersenyum dan kembali melihat foto-foto lainnya.


"Mengapa tatapan itu tidak pernah berubah sejak dulu? Tatapan tenang dan damai dari Ether," Bella men Zoom wajah Ether saat menatapnya dengan begitu dalam.


Sementara di kamar Ether malah sedang senyum-senyum sendiri membayangkan Bella, "Dia masih semanis dan selucu dulu ternyata, tidak sia-sia aku mencintainya selama ini," gumamnya.


__________

__ADS_1


Sementara itu di Indonesia Gisel sudah bersama Wisnu di salah satu restoran Korea. Gisel ingin makan ramyeon juga makanan Korea lainnya, "Pesanlah semua yang kau ingin kan aku yang akan bayarnya," ujar Wisnu sambil tersenyum.


Gisel memesan Ramyeon, Toppoki, odeng dan beberapa botol soju.


"Kau seperti bukan orang Indonesia," ujar Wisnu.


"Yah, saya orang Inggris," Bohong Gisel, padahal ia orang Amerika, ia tidak mau orang lain terlalu tahu tentang dirinya. Takutnya dia adalah musuh.


"Ahhhh pantas saja wajahmu tidak terlihat orang Indonesia, tapi bahasa Indonesia mu cukup lancar. Jadi kau sudah lama tinggal di sini?"


"Lumayan," ia kembali berbohong.


"Kau kuliah di sini atau apa?"


Gisel terdiam.


"Sorry kalau aku banyak tanya tentang kamu, aku hanya ingin membuat kita akrab dan tidak terlihat canggung saja," jelas Wisnu.


"Gak masalah, aku ke sini karena pekerjaan saja. Sudah tidak kuliah."


"Ah begitu," Wisnu mengangguk.


Makanan mereka datang, saat Gisel akan mengangkat makanannya tak sengaja makanannya itu tumpah ke tangannya membuat Wisnu panik.


"Panas yah, kita ke kamar mandi dulu yuk," Wisnu menarik Gisel ke kamar mandi untuk mencuci tangannya yang terkena tumpahan toppoki.


Di kamar mandi Wisnu memegang tangan Gisel yang sedang ia guyur air dari keran.


"Kalau mau ngangkat itu lain kali hati-hati, jatuhkan kena tangan. Mana panas lagi."


Lagi-lagi Gisel terdiam, ia benar-benar baru pertama kali di perlakukan orang seperti ini.


"Udah mendingan kan?" tanya Wisnu.


Gisel mengangguk.


"Ya sudah kita kembali ke meja, kita pesen yang baru Toppoki nya."


Mereka kembali ke meja dan memesan toppoki yang baru, selesai makan mereka memilih untuk jalan-jalan dulu di taman.


"Makasih yah," ucap Gisel.


"Makasih untuk makanan yang tadi, ah itukan untuk tanda maaf saya."


"Bukan hanya itu, tapi makasih untuk semuanya. Ini pertama kalinya dalam hidup saya."


"Kau tidak pernah di traktir makanan?" tanya Wisnu dengan wajah kaget.


Gisel yang melihat wajah Wisnu hanya dapat tertawa kecil.

__ADS_1


"Kenapa ketawa? Ada yang lucu memangnya?"


Gisel memalingkan tatapannya, "Tidak."


__ADS_2