
Ether dan Bella pergi ke rumah Ether, di sana juga sudah ada Wisnu, Rose juga Rendi yang akan membantu mereka menemukan Daniel. Tiba-tiba Gisel dan Mark datang, saat mereka datang Ether langsung menarik Gisel.
"Jangan bilang ini adalah ulahmu, jujur padaku! Kau juga kan yang memberitahu Bella mengenai aku," bentak Ether dengan tatapan marahnya.
"Tidak aku tidak melakukan apapun," balas Gisel.
Ether mencekik Gisel, "Jangan bohong padaku, akui saja. Jangan main-main pada anakku."
Tiba-tiba Bella datang dan berdiri di hadapan Ether, "Cukup, aku percaya padanya. Dia tidak mungkin melakukan itu," bentak Bella membela Gisel.
"Kau tidak tau sejahat apa dia, kau baru mengenalnya mana mungkin kau tau," bentak Ether.
Bella menatap Gisel yang wajahnya sudah merah karena di cekik Ether, "Aku percaya padanya, jadi lepaskan dia. Sekarang tidak usah meributkan hal ini kita cari saja sampai ketemu."
Ether melepaskan tangannya lalu pergi, Gisel menghala nafasnya sambil terduduk ke lantai, Bella memenangkannya. Gisel menatap Bella, "Mengapa kau mempercayaiku?"
"Entah mengapa aku yakin kau tidak mungkin melakukan ini, jika kau memang mau kenapa tidak dari awal saja kau bilang padaku kalau Ether adalah Mafia, sudahlah sekarang kita cari Daniel saja sampai ketemu."
Gisel bukannya berterimakasih ia malah tersenyum sinis, "Sifat polos mu ini benar-benar bisa di manfaatkan musuh, jangan terlalu lemah. Mungkin saja bahkan musuhmu itu sebenarnya orang terdekatmu," ucap Gisel sambil bangun dan pergi ke arah Mark.
Rose menghampiri Bella, "Mengapa dia terlihat sangat songong? bukannya terimakasih," sinis Rose kesal dengan kelakuan Gisel.
"Jadi sudah di temukan?" tanya Gisel pada Mark yang kini sedang mencari orang yang mengirimi Bella pesan tadi, karena kemungkinan orang itu sama dengan orang yang menculik Daniel.
"Minum dulu," Wisnu memberikan air minum pada Bella.
Bella, Wisnu dan Rose berada di ruang tamu sementara yang lain ada di ruang kerja Ether termasuk Rendi, tadi Rendi dan Ether sudah membuat sebuah perjanjian kalau Rendi benar-benar tidak akan melaporkan Ether pada kepolisian Indonesia asalkan Ether tidak mengganggu dirinya juga Rose kekasihnya, Ether pun setuju.
Karena dari beberapa berita Ether sangat kejam jadi Rendi yang hanya polisi biasa takut pada Ether. Di sini Rendi juga akan membantu mencari Daniel karena ia tau tempat-tempat persembunyian penjahat di sini.
__ADS_1
"Dengar! Kemungkinan saja yang menculik Daniel adalah musuhmu dari Amerika, kau bukannya tidak pernah melakukan apapun di sini," ujar Rendi.
"Iya, dia mungkin ingin kekuasaan ku atau balas dendam padaku," balas Ether.
"Jadi coba ingat-ingat siapa saja musuhmu?" tambah Rendi.
Gisel pun tersenyum, "Mana keitung, orang banyak sekali."
"Ahhhhhh makin sulit," Rendi menghela nafas berat.
"Emang."
"Tapi tampaknya Daniel pasti baik-baik saja untuk saat ini, mereka mana mungkin membunuh Daniel sebelum mendapatkan ku, karena akan jadi percuma saja."
"Yah benar, dia pasti akan baik-baik saja sebelum mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Jadi untuk sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Mark.
"Apakah harus ku hubungi yang lain?" tanya Mark lagi.
"Tidak usah, untuk saat ini kita lihat dulu saja seberapa banyak mereka, kalau sekiranya banyak baru kita hubungi mereka."
Gisel terkekeh, "Yah sudah pasti banyaklah, memangnya mau mencoba menangkap mu mudah? Walaupun sudah punya tawanan tapi apakah mereka tidak tau bagaimana dirimu? Sudah ku ingatkan jangan lakukan ini masih saja pergi, sekarang bukan hanya kita yang dalam bahaya tapi mereka juga dalam bahaya."
"Diam saja kau ini," bentak Ether.
"Yah sudah kau hubungi mereka semua, segeralah kemari," lanjutnya.
"Baik Tuan," Mark langsung meminta anak buah Ether untuk ke Indonesia.
Rendi menatap Ether, "Ku mohon, kalau sampai terjadi peperangan jangan pernah lukai orang yang tak bersalah. Akan ku carikan tempat aman yang jauh dari jangkauan manusia, mereka yang tak bersalah tidak harus kena akibatnya juga."
__ADS_1
"Baiklah akan ku lakukan."
Bella tiba-tiba datang ke ruangan itu, "Mereka mengirim ini padaku," Bella memperlihatkan ponselnya pada Ether.
Itu adalah foto Daniel yang sedang tertidur di kamar, mereka juga mengatakan bahwa Daniel akan baik-baik saja kalau di tukar oleh Bella.
"Kenapa harus Bella? Bukannya harusnya mereka memintaku?" tanya Ether kesal.
"Aku tidak tau," Bella dan yang lain kebingungan.
Ether semakin curiga pada Gisel, Gisel yang sudah di tatap Ether langsung bicara, "Sudah ku katakan bukan aku orangnya, Bella kau punya kali."
"Tidak mungkin, aku tidak punya musuh selama ini," balas Bella.
"Tapi aku akan pergi menemuinya, aku harus menyelamatkan Daniel bagaimana pun caranya aku tidak mau Daniel yang harus menebusnya."
"Tunggu, aku akan menemanimu tapi tunggu dulu. Aku yakin mereka tidak akan melukai Daniel karena belum dapatkan apa yang mereka mau, jadi tunggu dulu yah."
"Tapi-" Bella kembali menangis.
Ether memeluknya untuk menenangkan Bella.
Mark mendekat pada Gisel yang sedang duduk di kursi, "Aku merasa ada yang di sembunyikan Bella."
"Aku pun sama, tapi jika bilang pada Ether ku yakin malah kita yang akan di marahi. Jadi sudahlah nanti juga ke bongkar," balasnya dengan santai.
"Kalian bicara apa sih?" tanya Rendi yang memperhatikan mereka berdua.
"Mau tau aja kau ini."
__ADS_1