Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Perusahaan Monndi


__ADS_3

Keesokan harinya Ether datang ke rumah Bella sendirian untuk mengantarkan Daniel ke sekolahnya, Bella yang buru-buru langsung berangkat kerja. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada Gisel di dalam mobil yang tengah mengawasi mereka.


Ether masuk ke rumah itu untuk menemani Daniel sarapan, "Sarapannya yang banyak yah," Ether mengelus rambut Daniel dengan penuh kasih sayang.


"Mama buru-baru banget sih," ucapnya agak kesal.


"Kan ada Ayah, kau akan ku antarkan sampai masuk ke kelas."


"Tapi udah beberapa hari ini aku di tinggal sarapan terus," Daniel memasang wajah cemberut.


"Mama kerja untuk kamu, jadi kau harus maklumi semua itu."


"Ah iya iya."


Selesai sarapan mereka berdua keluar dari rumah dan masuk ke mobil, Ether menyadari kalau ada orang yang tengah mengawasinya, ternyata ia begitu tajam dan gampang menyadari sesuatu jiga ada yang aneh.


"Berani-beraninya ia melakukan ini," gumam Ether sebelum masuk mobil.


"Ayok ayah, kita masuk," Daniel menarik tangan ayahnya agar masuk mobil.


"Oke sayang."


Mereka langsung berangkat. Di kantor pagi-pagi sudah ada rapat, "Jadi dalam rapat yang akan di adakan di Singapura saya akan mengirim Bella, Rose dan Riko sebagai peluncur gamenya. Kalian harus membuat yang lain terkesan dengan game itu agar mereka memilih kalian," jelas CEOnya.


"Baik Pak, jadi kapan kita harus menghadiri rapat itu?" tanya Rose.


"Kalian berangkat hari rabu, dan pada hari kamis nya rapat itu di adakan. Kalian juga harus hati-hati dengan perusahaan Monndi mereka terkenal akan kecurangannya, saya yakin mereka akan mengirim tiga orang licik itu agar mereka mendapat perhatian banyak orang bagaimanapun caranya."


"Baik Pak, kita akan hati-hati," balas Bella, ia sudah tau siapa saja tiga orang dari perusahaan Monndi tersebut yang akan di kirim.


Tak lain adalah, Klara, Yudi dan Sintya. Di perusahaan Monndi itu sendiri Yudi sebagai CEO nya sedang mengobrol dengan Klara yang merupakan asisten juga selingkuhannya. Yudi sudah cukup tua dan sudah punya istri, tapi sayangnya ia malah ingin berselingkuh dengan Klara.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Klara merangkul Yudi yang sedang duduk di kursinya sambil menatapnya.


"Aku sudah memikirkan semuanya, jadi kau tenang saja. Kita yang akan mendapatkan perhatian para investor termasuk perhatian dari Pak Ether, investor terbesar di sana," jelas Yudi sambil senyum-senyum penuh keyakinan.


"Aku percaya padamu."


Tiba-tiba pintu di buka tanpa izin, Klara langsung berlari menjauh dari Yudi. Ternyata yang masuk adalah Angel istri sah dari Yudi, pria itu langsung menghampiri istrinya yang datang.

__ADS_1


"Sayang, kau mengapa tak izin dulu untuk datang ke sini?" tanya Yudi sok manis.


"Jangan pegang-pegang, aku datang kemari hanya ingin mengatakan jika sampai pertemuan nanti kau buat masalah lagi. Aku akan menceraikan mu karena ayahku sudah tidak akan membantumu membersihkan namamu itu, kau cobalah untuk bermain secara sehat," tegas Angel dingin.


Jadi Angel jauh lebih kayak daripada Yudi, makannya ia sama sekali tidak takut dan tidak peduli jika sampai Yudi selingkuh atau bagaimana.


"Sayang aku janji, nanti perusahaan ku malah akan mendapatkan banyak pujian."


"Sudahlah terserah kau, kedatangan ku ke sini hanya untuk mengatakan itu. Sampai jumpa, kau bisa lanjut perselingkuhanmu itu," Angel sebenarnya sudah tau hubungan terlarang antara Yudi dan Klara.


Yudi langsung memasang wajah datar setelah Angel meninggalkan ruangannya, Klara datang ke samping Yudi lalu mengelus tangannya, "Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, Angel dari dulu memang sangat angkuh," ujar Klara.


Ternyata Angel adalah teman sekolahnya dulu jadi umur Angel dan Klara sama. Yudi menikahi remaja saat itu, karena sikap terlalu angkuh dari Angel membuat Yudi berselingkuh dengan Klara karena hanya wanita inilah yang selalu mengerti dengan keadaan dirinya.


Yudi menatap Klara, "Terimakasih karena kau selalu ada untukku."


"Aku melakukan ini karena aku mencintaimu," Klara tersenyum.


Sementara itu kembali pada Bella yang sedang makan siang di kantin bersama Rose, Rose menatap Bella sambil tersenyum.


"Apaan sih? Takut tau kau senyum-senyum terus dari tadi," ujar Bella.


Bella yang mendengar ucapan Rose seketika langsung tersendat dan hampir saja memuntahkan semua makanan di mulutnya, Rose seketika memberikan minum pada Bella. Setelah minum Bella langsung menatap Rose dengan tatapan tak percaya.


"Kamu yakin?"


Rose mengangguk dengan cepat sambil tersenyum.


"Setelah sekian lama jomblo dapet pacar juga, jadi penasaran gimana cowoknya."


"Sama aja kali, kau juga jomblo terus. Jadi karena sekarang aku sudah punya pasangan mengapa kau belum?"


"Ah tidak usah memikirkan itu, yang penting selamat yah. Kapan-kapan boleh ketemu."


"Boleh, aku juga sudah bilang sama dia kalau dia harus bertemu dengan sahabatku. Dan ternyata dia setuju."


"Wah boleh tuh, malam besok gimana? Sebelum kita berangkat ke Singapura."


"Boleh, sekalian ajak Ether dong."

__ADS_1


"Apaan sih? Gak usah bawa-bawa dia."


"Ayolah mau yah? Ku mohon," Rose mengangkat kedua tangannya untuk memohon pada Bella.


"Oke, kalau dia mau akan ku ajak, tapi kalau gak mau gak bakalan ku ajak," balas Bella agak ngegas.


"Oke siap."


Sementara itu Ether kini sedang membawa Daniel pulang ke rumahnya, "Ayah, mengapa mobil itu sedari tadi mengikuti kita? Saat aku di sekolah pun aku melihat mobil itu," jelas Daniel, ternyata Daniel juga punya insting yang tajam turunan dari Ether mungkin.


Ether tersenyum, "Anak ayah pintar juga ternyata, kau tenang saja dia bukan penjahat," balas Ether mencoba menenangkan Daniel agar tidak terlalu takut.


Sebenarnya Ether sudah tau siapa orang yang mengikutinya, dari gaya bersembunyi dan melakukan mata-matanya ia sudah mengenalnya kalau itu adalah Gisel.


______________


Setelah malam Gisel berniat ke apartemen untuk istirahat, membuntuti mereka agak melelahkan. Alangkah kagetnya Gisel setelah melihat Ether ada di depan pintu apartemennya, awalnya Gisel akan kabur tapi Ether sudah keburu melihatnya.


"Sial," dengan terpaksa ia menghampiri Ether yang ternyata Mark juga ada di sana.


"Bagaimana kau tau aku ada di sini?" tanya Gisel tak berani menatap Ether.


"Kau pikir kemampuan ku sudah menurun? Aku tau kau mungkin tidak bermaksud buruk pada mereka, tapi mengapa kau lakukan ini? Jujur saja padaku!"


"Aku hanya ingin melihat Bella, orang yang begitu kau sukai selama ini sampai-sampai kau rela meninggalkan kerja kerasmu."


"Lalu setelah mengenalnya kau mau apa?"


"Tidak, aku hanya ingin mengenalnya saja."


"Kau mau ku pertemukan dengannya? Agar kau puas."


"Ku mohon biarkan aku mengenalnya tanpa bantuan mu, aku janji tidak akan melukai mereka. Kau bisa membunuhku jika aku melakukan hal jahat pada mereka."


"Baiklah terserah kau," Ether meninggalkan tempat itu.


Gisel menatap Mark, "Kau yang memberi tahunya?"


"Tidak, aku tidak bicara apapun pada Tuan Ether. Dia memang masih terlalu pintar untuk coba kau tandingi," setelah bicara itu Mark langsung ikut berjalan meninggalkan Gisel.

__ADS_1


Gisel agak lega karena Ether ternyata tidak terlalu marah padanya.


__ADS_2