Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Terungkap


__ADS_3

Saat pulang ke rumah Bella di kirim foto oleh seseorang beserta link artikel mengenai Ether, Bella dengan fokus melihat dan membaca artikel termasuk beberapa foto yang orang itu kirim juga.


Bella setelah itu langsung menelpon Ether dan mengajaknya bertemu, Ether setuju dan langsung ke rumah Bella. Ether di sepanjang jalan terus tersenyum karena Bella mengajaknya bertemu tanpa tau apa yang sebenarnya telah Bella kini ketahui.


Ether telah sampai di rumah Bella, Bella yang sudah menunggu Ether di ruang tamu rumahnya seketika langsung menatap tajam ke arah pria itu. Ether yang awalnya senang kini merasa kebingungan, ia segera menghampiri Bella.


"Ada apa?" tanyanya bingung.


"Bisa jelaskan ini?" Bella memperlihatkan chat masuk dari seseorang yang mengungkapkan tentang kebenaran Ether yang ternyata adalah seorang Mafia.


Ether mengambil ponsel Bella lalu membaca dan melihat semua isi pesannya, selain artikel mengenai Ether di sana juga terdapat beberapa foto dan vidio mengenai Ether yang tengah menyiksa orang lain tanpa belas kasihan, juga tentang bagaimana Ether sangat kejam.


Bella tak kuasa menahan tangisnya, "Bagaimana kau bisa sekejam ini?" tanyanya.


"Aku bisa jelaskan padamu," Ether mencoba menenangkan Bella dengan meraih tangan nya.


"Jangan sentuh aku, aku tidak mau di sentuh oleh orang yang tidak punya perasaan sepertimu," Bella menghempaskan tangan Ether.

__ADS_1


"Aku-aku," Ether baru kali ini merasa tak bisa menjelaskan sesuatu dengan tegas, padahal biasanya ia begitu tegas tanpa takut apapun.


"Kenapa kau lakukan ini? Bagaimana jika para musuh mu yang berniat balas dendam padamu tau kau punya anak? Aku tidak mau Daniel kena karma darimu," Bella yang tidak tahan langsung duduk karena lututnya mendadak lemas.


"Aku akan lindungi kalian bagaimana pun caranya, kau tenang saja."


"Menjauh dariku, jangan pernah muncul di hadapan ku dan Daniel lagi. Aku tidak mau anakku kenapa-napa karena kau."


"Sebentar dimana Daniel sekarang? Bukannya ini sudah waktunya pulang?" tanya Ether yang mendadak mengingat Daniel yang sampai saat ini belum pulang padahal waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, harusnya Daniel sudah pulang saat ini.


Bella pun langsung sadar, "Kalau sampai anakku kenapa-napa aku tidak akan pernah memaafkanmu," Bella menarik jas Ether sambil berdiri dan memperingati Ether.


"Mana aku tau, nomor asing."


"Mau kemana sekarang?" tanya Ether yang melihat Bella berlari ke arah luar, Ether menarik tangan Bella untuk menahannya.


"Mau cari Daniel lah ke sekolahnya memangnya mau apa lagi, lepasin gak?"

__ADS_1


"Ikut," Kini Ether yang menarik Bella untuk ikut memastikannya.


Di sepanjang jalan Ether meminta Mark untuk melacak nomor yang barusan ia kirim pada Mark, sementara Bella di mobil malah menangis terlalu banyak pikiran negatif yang kini ia pikirkan. Saat sampai di sekolah, di sana sangat sepi kata guru-guru pun anak-anak telah pulang jam 11 tadi.


"Lalu Daniel pulang di jemput siapa?" tanya Bella panik.


"Saya kurang tau, tapi tadi saya liat anak ibu masuk sendiri ke mobil avanza berwarna hitam. Saya liat dia lumayan akrab dengan seseorang di dalam mobil itu, karena Daniel sayang semangat saat masuk ke mobil itu seperti sudah mengenalnya. Makannya saya biarkan saja, soalnya biasanya juga seperti itu bukan?" jelas wali kelasnya.


"Ibu bagaimana sih? Harusnya itu memastikan dulu siapa-" Saat Ether marah ia langsung di tarik Bella.


"Sudah kita fokuskan cari Daniel dulu sekarang, jangan marah-marah gak jelas," bentak Bella yang sudah sangat panik namun mencoba tenang.


"Di sini ada CCTV?" tanya Ether.


"Ada."


"Boleh kami lihat?"

__ADS_1


"Silahkan."


Setelah melihat rekaman CCTV ternyata mobil itu tidak terjangkau kameranya, jadi tidak bisa di lihat lewat CCTV.


__ADS_2