
Keesokan paginya Bella dan Ether mengantarkan Daniel ke sekolah, "Dadah Mama, Dadah Papa," teriak Daniel sebelum masuk ke sekolah dengan perasaan yang sangat bahagia.
Bella dan Ether membalas lambaian tangan anaknya sambil tersenyum, senyuman manis dari bibir Daniel dapat menguatkan Bella selama ini.
"Turun!" titah Bella dengan tegas sembari menatap tajam Ether.
"Aku antarkan kau ke kantor," balas Ether membalas tatapan Bella.
"Tidak usah, kau turun saja lagipula mobilmu ada di belakang mobilku kan? Jadi kau ke kantor berdua saja dengan sekertaris mu itu."
"Oke baiklah, nanti siang biar aku yang jemput Daniel. Tidak usah khawatir kau uruskan saja semua pekerjaan mu dulu nanti, semoga percobaan game mu dapat berjalan dengan lancar," ucap Ether sebelum akhirnya ia keluar dari mobil.
"Iya," setelah Ether keluar dari mobilnya Bella langsung pergi.
Ether masuk ke mobilnya, "Jadi apakah Gisel sudah menemukan pelakunya?" tanya Ether pada Mark dengan wajah datarnya.
"Sudah Tuan, Gisel bilang pelakunya adalah Drian. Tapi Gisel juga bilang kalau ia sudah memberi peringatan keras padanya untuk tidak usah main-main lagi dengan kita, kalau tetap maksa maka Gisel akan mengibarkan bendera perang pada mereka," jelas Mark.
"Oke bagus, sekarang kau antarkan ku ke kantor ada beberapa berkas yang harus ku tanda tangan."
"Baik Tuan."
Sedangkan itu di kantor, Bella sedang merasa cemas karena takut ada kesalahan saat pencobaan gamenya. Untungnya Rose terus memberikan semangat pada Bella, "Kau pasti bisa, ingat ini adalah kerja kerasmu selama ini jadi jangan sia-siakan kesempatannya," ujar Rose memegang tangan Bella.
Bella menatap Rose, "Kalau ini berhasil nanti malam kita rayakan di kafe biasa, setuju?"
Rose mengangguk, "Aku yang traktir nanti malam."
Waktu nya telah tiba, Rose dan Bella pergi ke ruang pertemuan untuk mencoba gamenya. Beberapa saat kemudian keduanya keluar lagi dari ruangan tersebut, lalu mereka berpelukan bahagia.
"Akhirnya semuanya selesai," Bella merasa sangat lega, beban dan kecemasan yang ia tanggung kini telah terlepas begitu saja dari hatinya.
Semua karyawan di ruangan itu langsung memberikan selamat pada Bella, di departemen Bella hanya ada 5 karyawan termasuk Rose sebagai ketua nya.
"Nanti malam kita rayakan, kita makan-makan di tempat biasa," teriak Rose kegirangan sembari senyum-senyum.
__ADS_1
Semuanya bersorak bahagia.
____________
Saat waktunya makan siang Ether sudah datang ke sekolah Daniel untuk menjemput anaknya itu. Setelah sekolahnya bubar Daniel segera menghampiri Ether, "Pa aku laper," gumam Daniel yang di gendong Ether.
"Oke kita makan dulu sebelum pulang," Ether dengan penuh semangat langsung membawa Daniel ke dalam mobilnya.
Beberapa saat kemudian setelah selesai makan mereka berdua langsung pulang ke rumah, sembari menunggu Bella pulang Ether dan Daniel malah main petak umpet.
"Pa sudah belum?" kini giliran Daniel yang jaga dan Ether yang ngumpet.
Ether bersembunyi di bawah kolong meja, Mark asisten Ether yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana sikap kejam dan tegas Ether seketika hilang saat ini, Ether malah seperti anak-anak yang tengah bermain dengan teman-temannya.
"Ah Papa ketemu," Daniel menunjuk Ether sambil ketawa.
"Yah kok kamu tau sih Papa di sini?" tanya Ether memasang wajah cemberut.
Ether menatap Mark, "Pasti kau yang memberi tahunya yah?" tuduh nya.
"Sudah Papa sudah kalah, jangan banyak alasan. Kini giliran Papa yang jaga, cepetan sana aku mau ngumpet," Daniel menarik Ether agar segera berjaga.
"Ahh kau memang pintar seperti ayahmu ternyata," sangking gemasnya Ether mencubit pipi Daniel terlebih dahulu sebelum berjaga.
___________
Malam pun tiba, Bella menelpon Ether untuk memberitahunya kalau ia akan pulang agak malam karena ada acara merayakan keberhasilan kerjanya.
"Kau tidak papah kan menjaga Daniel sebentar?" tanya Bella dari sebrang telpon.
"Tidak dia anak yang baik kok, kau tenang saja. Tapi ingat jangan sampai kau terlalu mabuk."
"Iya."
"Kalau kau terjadi sesuatu segera hubungi ku."
__ADS_1
"Iya, ah sudahlah aku matikan telponnya. Teman-teman ku sudah pada datang."
"Ya sudah."
Daniel ternyata sudah tidur sekarang, mungkin karena tadi terlalu banyak main ia jadi sudah kecapean. Ether duduk di ruang tamu sambil menikmati coklat panas kesukaannya, Mark juga masih ada di sana rupanya.
"Apakah ada info lain dari Gisel?" tanya Ether datar tanpa menatap Mark.
"Tidak ada Tuan, hari ini Gisel belum mengatakan apapun."
"Ya sudah, kau pulanglah ke apartemen mu sudah malam."
"Baik Tuan."
Tak lama setelah itu pintu utama terbuka, Ether yang ketiduran di ruang tamu langsung terbangun karena mendengar suara pintu terbuka, pria itu segera bergegas menahan tubuh Bella yang mulai sempoyongan karena terlalu banyak minum Bella jadi mabuk.
Ether mendudukkan Bella di sopa lalu berniat ke dapur untuk mengambilkan minum agar mabuknya tidak terlalu berat, tapi tangannya tiba-tiba di tarik oleh Bella membuat ia kembali duduk di hadapan Bella.
"Mengapa kau pergi begitu lama?" tanya Bella dengan keadaan setengah sadar, Bella juga sembari menangis.
"Kau mabuk, aku akan ambilkan kau minum."
"Aku menunggumu selama ini, kau tau aku benar-benar hancur setelah kepergianmu. Orang tuaku pun mengusir ku karena aku tidak mau menggugurkan kandungan ku waktu itu, aku tidak setega itu mengugurkan anak dari orang yang paling ku cintai," Bella menangis sesenggukan, rasanya semua belenggu dalam hatinya kini ia ucapkan.
"Aku minta maaf, aku tau apa yang kulakukan lima tahun yang lalu itu salah, tapi ku lakukan untuk melindungi mu," Ether menghapus air mata Bella yang kini telah membasahi pipi.
"Kau jahat Ether, kau benar-benar jahat. Tapi sayangnya aku tidak pernah berhasil membencimu," Bella memukul-mukul dada Ether.
Ether menarik wanita itu ke pelukannya, "Terimakasih karena sudah menjaga anakku hingga tumbuh menjadi anak yang dewasa dan sehat, aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu lagi. Aku pun sangat mencintaimu, karena cinta darimu lah aku dapat bertahan sejauh ini," ia juga sangat merasa bersalah atas semua perlakuannya.
Bella menangis di pelukan Ether, air matanya bahkan sudah membasahi baju Ether, "Aku rindu padamu, entah aku bodoh atau apa tapi aku sangat merindukanmu selama ini," ucap Bella sembari sesenggukan.
"Aku pun sama," mereka berdua benar-benar saling melepas kerinduan mereka yang selama ini sudah menumpuk, cinta memang begitu kuat hingga tak bisa di telan waktu begitu saja.
"Aku sudah mencoba banyak hal untuk melupakan mu, tapi nyatanya semuanya sia-sia, aku masih saja mencintaimu," gumam Bella mendekap Ether dengan sangat kuat.
__ADS_1