
Satu hari sudah berlalu begitu saja, kehidupan Bella dan Daniel juga kembali ke dulu dimana Ether belum datang. Bella memutuskan untuk menganggap kemarin hanyalah mimpi buruk baginya dan melupakan segalanya, Bella benar-benar kecewa karena sampai sekarang Ether belum menghubunginya lagi.
Wisnu datang ke rumah Bella untuk mengantarkan Daniel ke sekolah, "Maaf ngerepotin lagi," ujar Bella pada Wisnu.
"Santai aja gak ngerepotin sama sekali kok, ya udah aku sama Daniel berangkat dulu yah."
Bella mengangguk sambil tersenyum. Setelah mereka pergi Bella juga ikutan pergi ke kantor, di kantor Bella langsung di hampiri Rose, "Nanti makan siang di luar yuk," ajak Rose yang ingin membuat Bella tidak terlalu memikirkan Ether.
Sebenarnya ada kabar bahagia yang ingin Rose katakan pada Bella, namun melihat kondisi Bella yang tidak memungkinkan jadinya ia memilih untuk tidak memberitahunya sekarang. Ia akan memberitahu Bella lain kali saja, Bella juga menceritakan semua kelakuan Ether pada Rose makannya Rose tau kondisi Bella seperti apa sekarang.
"Boleh, di tempat biasa kan?" balas Bella, wanita itu berusaha bersikap baik-baik saja walaupun pada kenyataannya tidak sama sekali, tatapan kosong Bella dapat mengartikan semuanya.
___________
Di tempat lain kepulangan Ether membawa kemenangan bagi organisasinya, Gisel di rawat di rumah sakit pribadi milik Ether yang ada di markasnya. Gisel tertembak di bagian perut dan kakinya, Gisel tersenyum sinis saat menatap kedatangan Ether ke kamarnya.
"Ku pikir kau tidak akan datang," ujarnya.
"Aku akan datang."
"Apa kau harus menunggu semua bawahan mu mati baru kau datang, cinta memang bisa membuat orang lemah ternyata."
"Tidak usah bawa-bawa Cinta," tegas Ether.
Gisel terkekeh pelan, "Lantas apa alasan kau tidak langsung datang saat aku mengatakan bahwa keadaan di sini sudah kacau saat itu?"
Ether terdiam.
"Kau memang Tuan ku, tapi tak ku sangka Tuan Ether yang ku kenal dulu sekarang mulai berubah hanya karena cintanya."
"Cukup Gisel, dulu aku pun bertahan sampai sejauh ini karena cintaku padanya. Jangan pernah bawa-bawa dia dalam masalah ini, yang penting kau selamat."
Gisel hanya bisa tersenyum miris dengan hidupnya, ternyata tanpa Ether sadari Gisel mencintai Ether. Semua pengorbanan dan perjuangannya ia lakukan untuk Ether, namun semuanya tampak sia-sia di mata Ether, karena di hati dan matanya hanya ada Bella, cinta pertamanya.
__ADS_1
Jonathan dan Fany dari jauh melihat mereka berdua, "Apa kau menyadari sesuatu?" tanya Fany.
"Ah tampaknya semua orang di sini tau mengenai itu, tapi Tuan Ether terlalu buta untuk melihat cintanya Gisel," balas Jonathan.
"Kasihan Dia, padahal perjuangannya tidak main-main."
"Terkadang kita memang harus merelakan orang yang kita cintai mencintai orang lain, karena memaksa orang yang kita cintai untuk mencintai kita juga tidak ada gunanya. Semua akan sia-sia," tambah Jonathan.
"Kau benar, tapi mengikhlaskan orang yang kita cintai untuk bersama orang lain juga bukanlah hal yang mudah."
"Tapi menurutku Bella tidak akan mudah untuk menerima kehidupan Ether yang sebenarnya, apalagi mereka sudah punya anak, akan sangat berbahaya jiga musuh tau Tuan Ether punya anak. Mereka akan mengancam Tuan Ether dengan anaknya atau bahkan Bella nya sendiri yang akan mereka kejar-kejar," jelas Fany.
"Kau benar, itu juga menjadi alasan ku mengapa aku tidak mau mencintai orang lain. Karena dengan begitu kau akan punya titik lemah suatu saat ini."
"Sudahlah aku lelah, aku ingin tidur," Fany pergi dari sana untuk beristirahat.
Tiba-tiba Mark datang menghampiri Jonathan untuk melihat Ether juga, "Dia sudah bukan Tuan Ether yang kita kenal dulu lagi," ucapnya yang membuat Jonathan kaget.
Biasanya Mark tidak akan bicara kalau tidak penting, tampaknya Mark juga mulai merasakan perubahan Ether.
"Aku punya firasat buruk tentang Ether," ujar Mark kembali.
"Firasat buruk bagaimana?"
"Entahlah, semoga saja itu tidak benar-benar terjadi."
Ether keluar dari kamar Gisel, ia menatap dingin pada Jonathan dan Mark.
"Minggu depan saya akan kembali ke indonesia, Mark juga akan kembali ikut dengan saya. Kau urus lagi semua di sini, saya serahkan tugas Gisel padamu, karena sekarang Gisel tak mungkin jadi penggantiku biarkan dia pulih terlebih dahulu."
"Baik Tuan," walaupun mereka tak terima tapi tetap saja Ether adalah Tuan mereka dan tidak bisa di tentang sedikit pun keinginannya.
Setelah itu Ether pergi ke kamar pribadinya, ia mencoba menghubungi Bella. Namun sayangnya Bella tidak pernah membalas pesan atau bahkan mengangkat telpon darinya.
__ADS_1
"Bella kau ini kemana sih?" ucapnya dengan tampang sedih.
__________
Kembali pada Bella, wanita itu kini sedang makan siang di kafe bersama Rose ponselnya yang sedari tadi berdering sama sekali tidak ia hiraukan. Rose menatap Bella, "Bella, mungkin Ether benar-benar ada pekerjaan mendadak di sana. Kau harus maklumi dia, lihat dia terus saja menelpon mu itu tandanya ia benar-benar akan kembali sekarang."
"Bella tersenyum, tapi mengapa dia benar-benar tidak mau mengatakan apa yang ia kerjakan di sana? Apa sulitnya menjelaskan pekerjaannya?"
"Sudahlah jangan seperti anak kecil Bella. Tunggu dia kembali dan coba minta dia untuk jujur padamu."
"Tidak mungkin, dia tidak mungkin mengatakannya. Sudah berapa kali ku tanya, aku bukan seperti anak kecil tapi apakah harus dia meninggalkan ku di malam dinner pertama kita setelah lima tahun kita berpisah."
"Suatu saat nanti aku yakin dia pasti akan jujur padamu, kau tinggal tunggu saja."
"Aku sudah lemah dan muak untuk menunggunya."
"Ah ya sudahlah kau lanjutkan makan mu."
Sementara itu Ether berhasil mendapatkan nomor telpon Wisnu, ia menelpon Wisnu untuk menanyakan kabar Bella dan juga Daniel. Yah walaupun awalnya ia kesal pada Wisnu tapi sekarang ia sedang membutuhkan Wisnu.
Wisnu yang sedang di mobil menuju rumah Bella mengangkat telpon dari Ether, "Halo ini siapa?" tanyanya.
"Ini saya, ayahnya Daniel. Kau sedang bersamanya yah? Coba kau berikan telponnya pada Daniel."
Wisnu menatap Daniel, walaupun ia tak suka Ether mendekati Bella tapi Ether tetaplah ayah kandungnya Daniel. Wisnu memberikan ponselnya pada Daniel, "Ini ayahmu mau bicara denganmu," ujarnya.
Daniel mengambil ponsel itu, Ether menganti panggilannya jadi vidio.
"Ayah jahat," itu adalah ucapan pertama dari Daniel pada Ether.
"Ayah tau, ayah tak sepantasnya meninggalkan kalian malam itu. Tapi ayah benar-benar harus berangkat kerja, ini semua ayah lakukan juga buat kalian."
"Tapi malam itu Mama benar-benar menangis gara-gara ayah, aku tidak tega tahu."
__ADS_1
"Ayah minta maaf yah, minggu depan ayah akan pulang lagi. Kau mau mainan apa? Akan ayah belikan."
"Beneran yah?" Daniel kembali tersenyum, namanya juga anak kecil pasti gampang di bujuk