Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Pesta


__ADS_3

Pertemuan itu telah tiba, semua perwakilan sudah berada di ruang pertemuan. Semua perusahaan di beri kesempatan untuk menjelaskan proyek yang akan mereka kerjakan, para investor juga siap mendengarnya untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik.


Perusahaan Bella akan memberikan sambutannya di akhir, "Bukannya kita harusnya di awal yah?" Bella menatap Rose.


"Entahlah aku juga bingung kenapa jadi terakhir, padahal di jadwal awal kita yang pertama," balas Rose merasa aneh.


"Yang maju juga harusnya kau, tapi di sini mengapa harus aku?" Ucap Rose setelah membaca jadwalnya.


"Ah benarkah?" Bella merebut kertas jadwal yang di pegang Rose.


"Sial pasti ini ulahnya," Rose melihat Yudi yang duduk dengan santainya di pojok kanan.


Bella ikut menatap pria itu, "Kurang ajar, ternyata dia sudah melangkah sejauh ini. Sudahlah pokoknya kau pasti bisa menjelaskan semuanya."


"Oke pokoknya aku akan memperjuangkan dan memberikan yang terbaik untuk ini."


Sementara itu Ether baru datang ia langsung duduk di kursinya sambil mencari Bella, setelah menemukan Bella ia hanya tersenyum saja. Ia lega wanita itu tidak telat atau tidak kenapa-napa.


Para perwakilan sudah maju kini giliran Rose, wanita itu baju ke depan dengan rasa percaya diri yang kuat.


"Oke Rose kau pasti bisa," gumamnya dalam hati.


Ether bingung mengapa Rose yang di panggil padahal yang seharusnya maju adalah Bella, Ether langsung menatap Bella. Sayang nya Bella hanya menatap ke arah Rose tak sadar kalau Ether tengah memperhatikannya.


Setelah di depan Rose mulai menyalakan layar monitor lalu menjelaskan semuanya, di tengah-tengah penjelasannya tiba-tiba monitor itu mati entah kenapa.


Pembawa acara dan staf langsung mencoba menghidupkannya lagi tapi sayangnya mereka tidak bisa kembali menyalakannya. Bella tiba-tiba turun sambil membawa laptopnya, "Maaf karena saya turun tanpa izin, tapi berhubung monitornya mati dan penjelasan mengenai proyek kita belum selesai maka saya meminta waktu untuk menjelaskannya lagi dalam waktu 5 menit saja lewat laptop saya," jelas Bella dengan penuh keberanian.


Semuanya setuju kecuali perusahaan Monndi yang nampak kesal.


"Baik saya akan menjelaskannya lagi."


Rose kembali duduk ke kursinya, Ether dari kejauhan tersenyum bangga. Setelah penjelasan dari Bella selesai semua orang bertepuk tangan, Bella tersenyum sambil menundukkan kepalanya untuk berterimakasih pada mereka karena telah memberinya waktu untuk bicara.


Acara pertemuan itu selesai, Bella pergi ke restoran untuk makan-makan bersama Rose dan Juga Daniel. Perwakilan dari perusahaan mereka hanya mereka berdua, yang satunya tiba-tiba sakit dan tak bisa ikut pergi.


"Ku rasa ini pekerjaannya dia," Rose masih kesal dengan Yudi dan rekan-rekannya.


"Sudahlah yang penting kita tetap bisa mempresentasikan nya."


"Tapi tetap saja aku kesal, bagaimana bisa dia melakukan hal sampai sejauh ini."


"Hey, bukan dia kalau tidak curang."

__ADS_1


Ether tiba-tiba datang ke sana, Bella menatap Ether, "Bagaimana kau tau aku akan di sini?" tanyanya.


Ether menatap Daniel, anak itu hanya tersenyum tipis. Bella ikut menatap anaknya, "Jadi kau yang memberi tahunya?" tanya Bella.


Daniel mengangguk.


"Boleh kan saya gabung?" Ether menatap Rose.


"Silahkan pak."


"Oh iya untuk acara nanti malam kau akan ajak Daniel?" tanya Rose pada Bella.


"Iya pastinya," balas Bella sambil sibuk makan.


"Bagus deh, aku juga mau bawa pacar ku ah...."


"Boleh-boleh."


Di tempat lain Yudi sedang kesal, "Ternyata mereka sudah jauh lebih pintar dari bayangan ku," ujarnya.


"Ah sudahlah, nanti malam akan ku beri kejutan untukmu."


"Maksudmu?"


"Ku serahkan padamu, tapi jangan sampai kau malah mengacaukannya."


"Tenang saja sayang," Klara merangkul pundak Yudi dengan manja.


Yudi mengelus pipi Klara lalu mencium keningnya.


_________


Malam pun tiba, Bella dan Daniel masuk ke ruang pesta. Semua mata menatap Bella sangking terpukau nya dengan kecantikan Bella, Rose dan Rendi menghampiri mereka lalu mengajaknya duduk untuk ngobrol-ngobrol.


"Kau cantik sekali sampai membuat orang terpukau termasuk pria yang ada di pojok kanan itu," bisik Rose.


Bella penasaran dengan pria yang di maksud Rose jadi kini ia mencarinya dan ternyata itu adalah Ether, Ether juga sedang ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya, Bella kembali menatap Rose.


"Sudahlah jangan pedulikan dia," ujar Bella salting mendengar Ether terpukau padanya.


"Cie mukanya merah tuh," ledek Rose tersenyum tipis.


"Kau mau kue?" Rendi menyodorkan kue pada Daniel.

__ADS_1


"Mau Om."


Saat sedang asik ngobrol tiba-tiba Klara datang menyapa mereka semua, "Hay, selamat malam," sapanya dengan senyuman penuh misteri.


"Hay juga," balas Bella.


"Ini anakmu?" tanya Klara dengan sengaja menaikkan nada bicaranya agar orang-orang di sekelilingnya mendengar.


"Iya dia anak saya," balas Bella.


"Sudah besar ternyata, tapi sayang sekali, anakmu sampai saat ini tidak tau siapa ayahnya," lanjut Klara sok dramatis.


Rose sudah merasa tak nyaman dengan kehadiran Klara yang malah bertanya-tanya hal pribadi Bella. Tamu yang mendengar ucapan Klara langsung mendekat, "Jadi apakah benar seperti itu?" tanya mereka.


Bella kebingungan tak tau harus menjawab apa.


"Iya benar begitu kenyatannya, Sampai saat ini anaknya belum tau ayahnya siapa. Atau mungkin ibunya sendiri bahkan tidak tau ayahnya yang mana," ujar Klara tersenyum.


"Maaf, tapi ini sudah menyangkut privasi orang. Tidak seharusnya anda mengatakan hal itu?" Timpa Rose yang sudah Emosi.


Daniel dari tadi hanya diam saja ia agak ketakutan karena di kerumuni orang-orang yang menatapnya dengan tatapan sinis.


Dari tempat lain Yudi tersenyum.


"Apakah saya melakukan pencemaran nama baik?" tanya Klara sedikit meledek.


"Tapi anda tidak sopan menanyakan kehidupan pribadi seseorang," balas Rose lagi.


"Jadi apa yang saya katakan itu benar kan?" ujar Klara.


Tiba-tiba Ether membelah kerumunan itu lalu menggenggam tangan Bella, "Siapa bilang anak ini tidak tau ayahnya?" Ether menekankan setiap katanya.


Bella menatap Ether sambil menggelengkan kepalanya ia sebenarnya tidak mau orang-orang tau mengenai ini.


"Ayah," panggil Daniel menatap ayahnya.


Ether tersenyum pada Daniel, setelah itu ia menatap tajam Klara tanpa senyum sedikitpun.


"Yah Daniel adalah anak saya, Bella sengaja menyembunyikan ini hanya untuk melindungi saya. Tapi saya sebagai kepala keluarga tidak akan tega melihat keluarga saya di injak-injak seperti ini," jelasnya dengan tegas.


Klara terdiam tak bisa lagi berkata-kata apapun, sementara yang lainnya bertepuk tangan.


"Baiklah kalau begitu kita pamit dulu, anak saya harus tidur karena ini sudah terlalu malam untuk anak kecil," Ether menarik mereka berdua untuk keluar dari pesta tersebut.

__ADS_1


Rose melipat kedua tangannya sambil tersenyum kemenangan menatap Klara.


__ADS_2