Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
Ke Mall


__ADS_3

Paginya Ether terbangun, rupanya ia ketiduran bersama Bella di sopa. Mereka tidur sambil berpelukan, "Bella hey bangun," Ether menggoyangkan tubuh Bella, sambil menatap Daniel yang kini sedang duduk di sopa yang ada di samping mereka sambil menatap ke arah mereka.


Bella membuka matanya dan ikut kaget dengan keberadaan Daniel di sana, "Sayang ini gak sama dengan apa yang kau pikirkan," Bella menghampiri anaknya itu.


Daniel malah tersenyum, "Kalau kalian sudah tidur bareng, itu tandanya kalian berdua gak akan berpisah untuk selamanya kan?" tanya Daniel.


"Kau ini bicara apa sih?" ujar Bella.


"Ma ini sudah telat, kalian tidak membangunkan ku untuk sekolah," Daniel menunjukkan jam di tangannya.


"Ya ampun," Bella meraih ponselnya untuk lebih memastikan lagi, ternyata benar saja ini sudah jam 8 dan mereka terlambat.


Rose juga mengirimkan pesan pada Bella kalau Bella di laporkan izin ke atasan, "Pasti belum bangunkan? Kebiasaan kalau udah mabuk pasti kesiangan, tapi tenang aja temanmu yang baik ini sudah bilang kalau kau izin. Jadi istirahatlah dan nikmati harimu," Kira-kira seperti itulah pesan dari Rose.


Bella bernafas lega, mengingat hari ini juga tidak ada kerjaan yang terlalu penting. Jadi masih bisa ia lakukan dari rumah, "Bagaimana kalau kita hari ini jalan-jalan ke Mall bertiga," usul Ether penuh semangat.


"Tidak," tolak Bella.


"Ma mau yah? Aku juga pengen main bertiga," Daniel duduk di pangkuan Bella sambil memasang wajah memelas.


Bella tak tega dan akhirnya mengangguk setuju, Ether dan Daniel tos sambil tersenyum licik.


"Ya sudah kita mandi sekarang," Ether menggendong Daniel lalu membawanya ke kamar mandi.


Bella tersenyum sambil berusaha mengingat kejadian semalam, sayangnya Bella tidak mengingat apapun.


"Sialan semalam aku ngapain aja yah, apa aku bicara yang aneh-aneh sama Ether, Ah....... Kenapa gak inget sama sekali sih," gumam Bella kebingungan.


___________


Kini ketiganya sudah sampai di Mall, Daniel di gendong Ether. Mereka sarapan terlebih dahulu di salah satu restorannya, tadi mereka tidak keburu sarapan karena Bella malas untuk memasak.


"Jadi kau mau apa?" tanya Ether.


"Nasi goreng original satu buat Daniel, terus nasi goreng pedesnya satu," jelas Bella.


Ether yang sedang membaca buku menu langsung menurunkan buku tersebut dan menatap Bella, "Pagi-pagi gini mau makan yang pedes-pedes? Enggak, pokoknya sama yang original juga."


"Gak enak tau kalau gak ada pedesnya, lagian gak papah kok."


"Gak papah gak papah gimana? Entar kalau asam lambung dan Maag kamu kambuh gimana? Enggak pokoknya jangan."

__ADS_1


"Ya udah iya."


Daniel malah senyum-senyum sendiri melihat orang tuanya bertengkar, menurutnya itu adalah hal yang lucu.


Selesai makan mereka langsung ke Timezone untuk bermain permainan, Bella dan Ether memilih untuk bertanding Basket siapa yang paling banyak memasukkan bola ke ring maka itulah pemenangnya.


Bella memasukkan bola lebih banyak karena di bantu Daniel juga, "Haha aku menang aku menang," Bella meledek Ether.


"Yah kamu pelit orang berdua sama Daniel," Ether memasang wajah cemberut.


"Bodo amat yang penting aku menang," Bella terus membanggakan dirinya.


Kini keduanya pindah main capit boneka, setelah di perhatikan yang lebih menikmati permainan di Timezone ini malah kedua orang tuanya. Sedari tadi Daniel hanya melihat mereka bermain walaupun hanya dengan begitu Daniel sangat bahagia, akhirnya keluarga lengkap yang dulu ia inginkan kini telah ia dapatkan.


Namun setelah mencoba beberapa kali memainkan mesin capit boneka keduanya belum juga berhasil mendapatkan bonekanya, "Sial lama-lama ku beli juga kau sama mesin-mesin nya," Ether memukul mesin itu perlahan sangking kesalnya.


Bella memukul lengan Ether, "Hey jangan gitu nanti penjaganya liat, mau di marahin."


"Ku beli sekalian sama penjaga-penjaganya."


"Kalau kau sudah mendapatkannya dengan mudah, permainan ini jadi tidak menarik. Semakin sulit di dapatkan semakin menarik untuk terus di perjuangan kan," jelas Bella.


"Oke baiklah," Tak patah semangat Ether kembali mencobanya, dan akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia.


"Biarlah, jangan peduliin orang-orang," acuh Ether.


Boneka itu Ether berikan pada Daniel, setelah itu mereka lanjut ke permainan lain. Setelah cukup puas mereka pergi ke toko baju untuk membeli baju couple, "Apa-apaan sih?" Bella tampak tidak suka.


"Biar kayak keluarga bahagia," jelas Ether yang terus memaksa Bella mencoba beberapa baju yang ia pilihkan.


___________


Selesai belanja baju couple mereka memutuskan untuk istirahat di kafe, untuk menambah energi mereka yang sudah mulai habis.


"Kayak anak kecil aja, makan kok belepotan," Ether mengelap bibir Bella menggunakan tangannya.


Bella terdiam karena kaget sambil menatap Ether, kemudian ia memalingkan tatapannya dari Ether sambil salah tingkah. Daniel tersenyum melihat ibunya, "Cie Mama salting lagi," ledeknya.


Bella menatap Daniel seketika, "Kau ini bicara apa sih?"


"Cie-cie," Daniel terus saja meledek Bella.

__ADS_1


"Awas kau," Bella menggelitik Daniel.


"Ah..... Aku bercanda Mama ampun," balas Daniel sambil tertawa.


"Oke kali ini Mama ampuni, tapi tidak untuk nanti."


Daniel tersenyum lagi ke arah Ether sembari mengangkat satu alisnya memberikan isyarat, Ether ikut menaikkan alisnya.


"Kalian ngapain sih segala kode-kodean?" Bella tampaknya kepo juga.


"Ih Mama kepo, Mama jangan kepo ini urusan para pria," balas Daniel.


"Oh udah mulai rahasia-rahasiaan yah sekarang sama Mama."


"Bukan gitu Ma."


"Terus gimana?"


"Ah pokoknya ini urusan antar pria."


___________


Selesai jalan-jalan ketiganya memutuskan untuk pulang ke rumah, "Bagaimana kalau kalian pindah aja ke rumahku?" Tiba-tiba Ether malah bicara seperti itu.


"Tidak," tanpa basa-basi Bella langsung menolak ajakan Ether.


"Ma tapi aku juga pengen liat rumah Ayah," Daniel kembali merengek.


Bella tampaknya selalu lemah jika menyangkut anaknya, "Oke, tapi cuman beberapa hari. Setelah itu kita kembali pulang," akhirnya ia setuju.


Daniel dan Ether kembali saling tersenyum sambil tos, "Kalian berdua licik ternyata," Bella berjalan ke arah kamarnya untuk mandi dan beberes.


"Daniel mandi sana dan siapkan barangmu," teriak Bella.


"Siap Mama ku yang cantik," balas Daniel.


Ether menggendong anaknya, "Oke ayah bantu kamu beres-beres."


Bel rumah berbunyi, Ether berbalik arah untuk membukakan pintu dan setelah di buka itu ternyata adalah Wisnu.


"Om Wisnu sini masuk," Daniel terlihat senang dengan kedatangan Wisnu.

__ADS_1


Ether cemburu karena anaknya senang ketika Wisnu datang hingga lupa padanya, Wisnu masuk ke rumah Bella dengan di ikuti tatapan tajam dari Ether.


__ADS_2