Anak Tunggal Tuan Ether

Anak Tunggal Tuan Ether
mengapa dia lagi


__ADS_3

Bella telah sampai di rumahnya, ia kini memilih untuk tiduran bersama Daniel setelah tadi mandi terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya.


Di tempat lain Ether tengah ada di apartemen Gisel, "Jadi kapan kau akan kembali ke Amerika? Sampai kapan kau akan di sini?"


"Aku tidak tau."


"Jangan tidak tau, di Amerika mereka masih membutuhkanmu."


"Aku belum selesai."


"Apa? Apa yang belum kau selesaikan? Bertemu dengan Bella?"


"Hm bukan itu."


"Sudahlah, besok aku akan mempertemukan mu dengannya. Jadi jangan sampai terlambat nanti ku kirim alamatnya," Ether bangkit dari duduknya lalu keluar dari sana.


Gisel berdecak sebal, "Bukan itu yang sekarang ku maksud, tapi aku sulit meninggalkan Wisnu. Dia satu-satunya orang yang peduli padaku selama ini," gumam Gisel dalam hatinya setelah melihat Ether pergi.


__________


Hari berlalu begitu cepat, Bella dan Ether sedang berada di restoran, hari ini Ether akan memperkenalkan Bella pada Gisel sebagai temannya.


"Mau ketemu siapa sih?" tanya Bella.


"Tunggu aja, dia temanku."


Gisel datang dan segera menghampiri mereka, "Duduklah," titah Ether.


"Baik. Hay kenalin saya Gisel temannya Ether," Gisel menyodorkan tangannya ke arah Bella.


"Hay saya Bella," balasnya.


Setelah itu mereka ngobrol-ngobrol kecil, saat makanan mereka hampir habis tiba-tiba Wisnu menghampiri mereka dan menyapa Bella.


"Bella kau kenal dengannya?" Bella menunjuk Gisel.


"Ah dia temannya Ether, aku baru bertemu dengannya hari ini."


"Jadi mereka saling kenal?" Gumamnya dalam hati sambil menatap Bella dan Wisnu bergantian.


"Kau memangnya mengenal dia?" tanya Bella lagi.


"Yah dia teman baruku," balas Wisnu dengan santainya.


"Boleh gabung?" tanya Wisnu menatap ketiganya untuk meminta persetujuan.


"Duduk saja," balas Ether dingin.


Wisnu langsung duduk di samping Gisel, Ether merasa ada yang aneh dengan Gisel saat kedatangan Wisnu ke sana. Sementara Gisel malah sedang ngedumel dalam hatinya melihat Bella dan Wisnu ternyata sangat akrab.


Setelah ngobrol-ngobrol mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, Bella dan Ether pulang berdua karena mereka harus menjemput Daniel pulang sekolah.


Karena Gisel tidak bawa mobil jadi Wisnu

__ADS_1


mengantarkan Gisel untuk pulang, "Kau kenal dengan Bella sudah cukup lama?" tanya Gisel tiba-tiba memecah keheningan di mobil.


"Yah lumayan."


"Dia wanita yang seperti apa?"


"Wanita yang sangat baik dan pekerja keras."


Entah mengapa saat membicarakan Bella raut wajah Wisnu berubah seakan ia senang sekali membahasnya.


"Kau menyukainya?" tanya Gisel lagi.


Wisnu tersenyum tipis, "Yah aku sangat menyukainya sejak dulu, tapi sayang aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan itu pada Bella, aku hanya tidak mau membuat hubungan ku jadi renggang dan canggung saat Bella malah menolak ku."


Gisel tersenyum miris, ternyata pria yang ia suka lagi juga malah menyukai Bella, "Apa sih spesial nya dia sampai semua orang mau padanya?" batin Bella kesal.


"Apalagi sekarang, semakin sulit untuk mendapatkannya karena orang yang Bella cintai selama ini telah kembali. Aku mana mungkin punya kesempatan untuk merebutnya."


"Dia begitu sempurna yah sampai semua orang menyukainya."


"Yah tak bisa di pungkiri memang begitu kenyatannya, tapi sudahlah merelakan orang yang kita cintai untuk bersama orang yang ia cintai ini bukan hal yang buruk. Karena memaksanya hanya akan membuat orang yang kita cintai menderita."


"Tapi itu tidak semudah yang di ucapkan."


"Kau benar, tapi kita harus memaksakannya agar suatu saat nanti mulai terbiasa."


"Boleh minta nomor Bella?"


"Boleh nanti ku kirimkan nomornya setelah ku minta izin dulu pada Bella nya."


"Makasih udah mau nganterin.".


" Siap, ya sudah saya pamit pulang."


Gisel duduk di sofa lalu ia langsung mengirim pesan pada Bella, "Mengapa wanita yang selalu merebut orang yang ku sukai, apa yang membuat mereka begitu mencintai Bella. Kalau hanya karena cantik, di luaran sana juga masih banyak wanita cantik," Gisel berdecak sebal lalu melempar ponselnya ke kasur.


Ia juga ikutan tiduran di kasur sembari melamun menatap langit-langit kamar, Di tempat lain Daniel, Ether juga Bella sedang dalam mobil menuju rumahnya Bella."


"Ma minggu depan acara pertemuan anak-anak jangan lupa datang yah, kalau bisa aku juga ingin ayah ikut," timpa Daniel.


"Kalau mama tidak sibuk Mama pasti datang."


"Sibuk terus."


"Ya udah biar ayahmu yang tampan ini saja yang menemanimu.


" Bener yah ayah?" Daniel menatap tajam Ether.


"Siap anakku, aku tidak pernah berbohong kan pada siapapun jadi kali ini pun aku benar-benar akan hadir mengantikan ibumu."


Daniel tersenyum, "Hore akhirnya setelah beberapa kali ada acara seperti ini, sekarang aku bisa datang bersama ayahku."


Ether gemas melihat kelakuan anaknya jadi ia hanya bisa mengelus puncak rambut Daniel juga mencubit pipi Daniel.

__ADS_1


__________


Di tempat Lain Rose sedang bertamu ke rumah keluarga Rendi. Rise sedari tadi hanya diam saja sangking groginya. Rendi yang ada di samping Rose langsung menggenggam tangan Rose dengan surat, Rose menatap Rendi.


"Jangan panik, tenang saja."


Setelah ngobrol-ngobrol cukup lama akhirnya Rose tidak terlalu kaku karena orang tua Rendi ternyata sangat welcome, membuat Rose nyaman ketika berada di sana.


"Kita makan siang dulu kau jangan pulang," ujar ibunya Rendi.


"Siap tante," balas Rose tersenyum ramah, saat ibunya Rendi sibuk ke dapur ia langsung ikutan masuk untuk membantunya masak.


"Kau tunggu saja bersama Rendi, makan siang akan saya tanggung."


"Gak papah tante aku mau bantu tante aja, di sana pasti jenuh makannya saya datang untuk bantu-bantu."


Ya sudah kau bantu siapkan piring saja di mejanya termasuk sumpit juga belum tersedia di meja.


Di ruang tamu Rendi gabut dan malah ikut ke dapur untuk melihat ibunya dan juga Gisel memasak, Rendi duduk di samping meja makan.


"Silahkan di makan udah jadi nih," ucap ibunya Rendi.


Kembali pada Bella setelah sampai di rumah ia kaget dengan nomor baru yang mengirimnya pesan, setelah di cari tahu lagi ia pun belum tau siapa yang mengirimnya. Sampai akhir Gisel mengatakan bahwa itu adalah dirinya.


"Silahkan makanan kalian sudah jadi," ibunya Rendi membangunkan Rendi yang malah ketiduran di meja makan.


Rendi kembali buka matanya "Sudah selesai?"


"Sudah jangan tidur terus ayo cepetan makan, makanannya."


"Iya ma bawel sekali sih."


Sementara itu Ether telah sampai ke rumahnya bersama dengan Mark, "Kau sudah hubungi mereka untuk bertanya kabar mereka bagaimana?" tanya Ether.


"Sudah Tuan."


"Apa mereka sudah tau dengan keberangkatan Gisel."


"Sudah tuan, mungkin karena keadaan di sana sedang stabil makan mereka membiarkan apapun kebahagian yang Gisel mau termasuk datang ke sini."


"Bagaimana dengan anggota yang harus kembali berangkat ke negara mereka?"


"Tuan tenang saja mereka juga sudah saya urus."


"Baguslah."


Di tempat lain Jonathan dan temannya yang bernama Edwin sedang mengobrol santai di teras rumah dimana rumah itu sangat di kawal ketat dengan penjagaannya.


"Gisel sampai nyusul ke Indonesia," gumam Edwin.


"Iya demi cinta kali sampai membuatnya melakukan itu."


"Padahal Gisel selama ini di kenal sebagai ketua kedua setelah Ether. Tapi kini keduanya malah terbutakan oleh kekasih mereka masing-masing.

__ADS_1


" Cinta itu memang terkadang serumit itu yah."


__ADS_2