
"Di- dingin" Gumam Anta lirih di dalam kamar mandi.
"Tok - tok - tok"
"Kak???" Panggil seorang siswa laki - laki kelas 10, diluar kamar mandi yang sedang di gunakan Anta.
"I- iya" Jawab Anta dengan gugup.
"Kak ini aku yang dulu pernah kakak kasih tempat duduk di Bus" seorang Siswa laki - laki kelas 10 mulai mengingatkan Anta. (Ada di Bab 006)
Setelah berfikir cukup lama Akhirnya Anta ingat siapa orang yang ada di luar kamar mandi.
"iya, kakak ingat ada apa?" Tanya Anta dari arah dalam kamar mandi.
"Ini kak, aku bawain seragam tadi habis beli seragam buat kakak di koprasi sekolah, aku tau seragam kakak basah habis di ceburin ke kolam." Ucap seorang siswa laki - laki kelas 10 sembari menenteng sebuah tote bag berisi seragam sekolah untuk siswi.
"Eh- nggak usah" Ucap Anta yang masih enggan menerima seragam dari adik kelasnya itu.
"Nggak pa - pa kak hitung - hitung untuk balas budi ke kakak" Ucap Seorang siswa laki - laki kelas 10. Dan Akhirnya Anta menerima seragam yang di berikan Adik kelas nya itu.
Di bukannya sedikit pintu kamar mandi kemudian tangan kanan Anta keluar untuk menerima Seragam yang di berikan adik kelasnya.
"Terimakasih yah" Ucap Anta memberikan ucapan terimakasih dengan tulus.
"Iya, kak kalau begitu aku kembali ke kelas" Ucap seorang siswa laki - laki kelas 10 dan kemudian ia pergi meninggal kamar mandi perempuan itu.
Setelah menerima nya tadi Anta segera mengganti pakaian nya dengan yang baru.
Setelah mengganti Anta segera memasuki kelas nya untuk belajar karena jam bell masuk sudah berbunyi 10 menit yang lalu.
Tampak terlihat ruang kelas Anta sudah di tutup jika sudah seperti ini berarti di dalam sudah ada Gurunya.
__ADS_1
Dengan hati - hati Anta mengetuk pintu kemudian masuk ke kelas nya 12 IPA 3.
"Permisi Bu, maaf terlambat" Ucap Anta ketika sudah berada di dalam kelas.
"Yasudah duduk!" Titah Bu Rosa kepada Anta dengan segera Anta duduk di kursi nya.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Tak terasa bell sekolah sudah berbunyi semua siswa turut pulang setelah seharian belajar di sekolah. Begitupun dengan Anta ia juga pulang dengan menaiki Bus sekolah.
Sampai di depan rumah betapa kaget nya Anta melihat Rumahnya sudah di penuhi oleh warga.
"Ada apa ini?" Batin Anta ketika ia melihat banyaknya warga yang berlalu lalang keluar masuk rumahnya.
Dengan segera Anta berlari masuk ke rumahnya. Mata Anta terbelalak kala sang ibu di ikat kencang oleh warga di atas kursi.
"Maaf, Bapak - Bapak, Ibu - Ibu. Ini ada apa ya?, Kok ibu saya di ikat?" Tanya Anta kepada para warga dengan sopan.
"HEH, ANTA..... ASAL KAMU TAU ANTA, IBU KAMU UDAH MAU LECEHIN SUAMI SAYA, JIKA TADI SAYA TIDAK CEPAT - CEPAT DATANG KE RUMAH KAMU BERSAMA WARGA MUNGKIN SUAMI SAYA SUDAH PINGSAN KARENA DI CEKOI SUSU SAMA IBU KAMU!!!" Teriak Seorang Ibu - ibu dengan amarah yang menggebu - gebu lantaran suami nya di cekoi paksa oleh Ibunya Anta.
*Pagi ini pukul 10:00 tempat di halaman rumah Anta.
Pagi hari ketika Pak Siran salah satu tetangga Anta, Pak Siran berjalan menuju Toko kelontong yang ada di samping rumah Anta dengan senyum yang suringah sembari menyanyikan lagu "Madiun Ngawi"
"Yen aku kangen, kangen marang sliramu, tak sawang - sawang foto mu neng dompet ku" (bila aku rindu, rindu dengan dirimu tak lihat- lihat foto mu di dompet ku)
Tiba - tiba Ibu Anta yang bernama Bu Rahayu memanggil Pak Siran.
"Pak - Sini pakk" Panggil Bu Rahayu kepada pak Siran dengan segera pak Siran bergegas ke rumah Anta.
Dipersilahkan untuk duduk di kursi ruang tamu oleh ibu nya Anta. "Mau minum apa pak?" Tanya ibunya Anta kepada Pak Siran. "Saya punya Teh, Kopi, Sirup, bahkan susu ada kok pak!" Ucap Bu Rahayu menawarkan minuman kepada Pak Siran.
__ADS_1
"Ih.... Ibu Rahayu bisa aja, emang kalau saya mau susu yang itu boleh?" Canda Pak Siran kepada Bu Rahayu sembari menunjuk Dada Bu Rahayu yang cukup besar.
Entah karena jiwa Bu Rahayu sedang terganggu atau apa. Tiba - tiba saja Bu Rahayu menganggukkan kepalanya.
"Yaudah ini pak!" Ucap Bu Rahayu dan detik berikut kancing baju kemeja yang di pakai Bu rahayu di lepas oleh Bu Rahayu semuanya dan setelah itu Bu Rahayu duduk di samping Pak Siran. Dan dengan senang hati Pak Siran membuka pengait Bra milik Bu Rahayu.Dua Buah dada besar milik Bu Rahayu terpampang jelas kala Pak Siran berhasil membuka Bra milik Bu Rahayu*.
*Tapi di fikiran Bu Rahayu Pak Siran adalah mendiang suaminya Harjo oleh karena itu Bu Rahayu memperbolehkan Pak Siran, wajar jika Bu Rahayu berfikir jika Pak Siran Adalah mendiang suaminya yaitu Harjo Jiwa nya saja terganggu.
Makanya Guys jangan pernah main - main sama orang yang jiwanya terganggu, entah itu bercanda atau tidak karena kalian tidak tau di fikiran dia kamu siapa.
Setelah Bu Rahayu melepas baju dan Bra nya dengan senang hati Pak Siran menyusu Bu Rahayu. Sedangkan di fikiran dan hati Bu Rahayu ia terlihat sangat senang bahwa suaminya akhirnya kembali (padahal itu Pak Siran Bukan Pak Harjo).
Setelah cukup lama Pak Harjo menyusu dan bermain di buah dada Bu Rahayu tiba - tiba pintu Rumah Anta di dobrak kencang oleh Bu Siti, Bu Siti adalah Istri dari Pak Siran.
"Astaghfirullah....... Dasar pelakor" maki Bu Siti kepada Bu Rahayu yang masih dadanya telanjang. Kemudian Pak Siran terlonjak kaget kala melihat Istrinya datang.
"Sayang tadi saya di cekoi oleh Bu Rahayu" Bela Pak Siran kepada istrinya.
"Beneran?" Tanya Bu Siti kepada Suaminya.
"Iya, bener sayang" Jawab Pak Siran dan kemudian Bu Siti meminta Suaminya untuk kembali kerumah sedangkan Bu Rahayu di urus oleh Bu Siti.
Setelah kepergian Suaminya. Bu Siti menghampiri Bu Rahayu yang masih bingung akan keadaan yang sedang Bu Rahayu rasakan.
"Tadi suami saya mana ya Bu?" Tanya Bu Rahayu sembari memakai Bra dan Baju kemeja miliknya di depan Bu Siti.
"Hah???, suami?????? Sakit kamu??? Suami kamu sudah meninggal 5 tahun lalu"Sentak Bu Siti membuat Bu Rahayu kembali Histeris lantas Bu Siti memanggil warga yang sedang beraktivitas.
"PAKKK - BUKKK TOLONG!!!!! BU RAHAYU HABIS MEMAKSA SUAMI, SAYA DIA HISTERIS!!!!" Teriak Bu Siti kepada warga yang sedang beraktivitas.
Mendengar teriakan itu semua warga menghentikan aktivitas nya dan segera pergi kerumah Anta.
__ADS_1
Kemudian beberapa warga ingin menenangkan Bu Rahayu tetapi tidak bisa dan terpaksa Bu Rahayu di ikat di atas kursi. Sampai Anta datang.
FLASHBACK OFF*.....