Antasya

Antasya
Bab 036 Mencuri Buaya


__ADS_3

Entah kenapa sekarang Anta menginginkan dan meminta Farhan untuk mencuri Buaya milik Pak Toni. Tentunya Farhan menolak bisa habis tangan nya digigit oleh hewan karnivora itu. Karnivora adalah hewan pemakan daging.


Tetapi Anta mengancam jika Farhan tidak mencuri buaya dan membawa buaya itu hidup - hidup ke rumah ini maka Farhan tidak akan pernah dapat jatah.


Dengan terpaksa Farhan pun menuruti kemauan istrinya itu.


Mereka berdua sudah berseragam lengkap seperti seorang pencuri memakai pakaian serba hitam.


Cit...


Mobil yang ditumpangi mereka berdua sudah sampai di sekitaran rumah Pak Toni.


Pak Toni adalah tetangga Farhan dan Anta tetapi rumahnya agak sedikit jauh, beliau adalah orang yang membudidayakan hewan reptil seperti buaya.


Mulai dari buaya kecil hingga besar harganya pun beragam. Menjual dan membeli buaya adalah keseharian Pak Toni.


Pak Toni mempunyai 1 buaya kesayangan bernama Junior. Junior tidak diperjualbelikan oleh beliau, karena beliau terlalu sayang dengan buaya kecilnya itu.


“Aku tunggu disini. KAU YANG BERAKSI. Dan jika nanti kau tertangkap gara - gara mencuri buaya. Maka aku akan tancap gas dan pergi dari sini” ucap Ilona tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.


“Ini tidak seberapa Farhan!!!, dibanding dirimu dan teman - temanmu menyiksa ku sewaktu masih sekolah” batin Anta ketika ia teringat masa - masa SMA nya.


Glek..


Farhan menelan saliva nya susah payah apalagi mengingat jika nanti TERTANGKAP bakal mau ditaruh dimana muka Farhan.

__ADS_1


Sebenarnya Farhan bisa saja membeli semua buaya milik Pak Toni tetapi Anta tidak ingin memiliki buaya karena dibeli tetapi menginginkannya karena Farhan mencuri. Farhan dibuat kalang kabut, dan akhirnya ia memilih menuruti kemauan Anta.


“CEPAT TURUN!!!” bentak Anta sembari membuka pintu mobil Farhan dan menyeret Farhan turun. Mau tidak mau Farhan pun pasrah setelah ini.


“Curi buaya nya ya Farhan sayang” ucap Anta sembari mendorong Farhan untuk yang kesekian kalinya.


Anta kembali lagi kedalam mobil sedangkan Farhan ia masih Bingung bagaimana mencuri buaya. BUAYA LOH INI BUAYA.


Farhan pun memberanikan diri untuk berjalan menuju tempat penangkaran buaya yang ada di belakang rumah Pak Toni.


Ketika Farhan asik memandangi buaya yang sebagian masih tidur dan beberapa masih kelayapan di dalam kandang. Ia dikagetkan oleh kehadiran Pak Toni yang sudah ada di belakangnya sembari menyalakan senter.


“Kau mau apa malam - malam begini disini??? ” tanya Pak Toni sembari memperhatikan penampilan Farhan yang mencurigakan.


“Ja- Jangan - jangan Ma-- upm....” mulut Pak Toni terpaksa Farhan bekap dengan tangannya dari pada ia dikeroyok orang satu gang.


“Pak Tolong!!!! saya tadi di suruh istri saya untuk maling buaya nya Pak Toni, saya tidak mau maling sumpah. Saya hanya mau membeli, ini uang saya. Tapi saya mohon jangan bilang istri saya kalau saya beli, bukan curi. Karena istri saya sedang hamil Pak” jelas Farhan sembari memberikan satu amplop tebal berisi uang seratus ribuan yang entah berapa lembar isinya.


Setelah melepaskan tangannya dari mulut Pak Toni.


Pak Toni menolak amplop pemberian Farhan. Ia mengajak Farhan untuk melihat - lihat buaya kecil yang cocok dijadikan teman.


“Ini, Bapak Kasih buaya nya kamu mau pilih yang mana terserah, dan ini karungnya untuk wadah buaya nya nanti” ucap Pak Toni sembari memberikan karung Buaya.


“Semoga kehamilannya lancar sampai persalinan” ucap Pak Toni.

__ADS_1


Farhan mengangguk ia berterimakasih kepada Pak Toni.


“Trimakasih banyak lo... Pak” ucap Farhan.


Farhan pun menjatuhkan pilihannya kepada buaya berukuran mungil.


Karena buaya yang dipilihnya kecil Pak Toni pun mengambilkan sebuah kandang buaya kecil yang biasa ia bawa kemana - mana.


“Taruh sini aja Han” suruh Pak Toni kemudian Farhan meletakkan buaya nya kedalam kandang kecil itu.


“Kalau begitu saya pamit Pak, trimakasih” ucap Farhan kemudian ia kembali menuju mobilnya untuk menghampiri istrinya yang masih disana.


“Tidur” gumam Farhan melihat Istrinya sudah terlelap di kursi kemudi.


Farhan meletakkan kandang buaya kecilnya beserta buaya hidupnya kedalam bagasi bagian belakang mobil, setelah meletakkan disana. Farhan pun menggendong Anta ala bridal style kemudian menidurkan nya di kursi samping kemudian dengan sandaran punggung agak direndahkan.


Setelah membuat posisi Istrinya nyaman, Farhan pun mulai mengemudikan mobilnya dengan santai hingga tak terasa mobil yang ditumpanginya sudah sampai.


Cit...


Farhan pun bergegas turun dan ia menggendong Anta ala bridal style menurunkannya di ranjang kemudian ia berganti pakaian dan bersih - bersih barulah ia menyusul istrinya yang sudah berada di alam mimpi.


^^^.^^^


Bersambung......

__ADS_1


Haduh Anta.... ada - ada aja permintaannya,


Besok kira - kira Anta bakal minta apa lagi ya Ke Farhan.


__ADS_2