
Setelah insiden memalukan yang dialami Farhan ketika meeting tadi. Ia memilih untuk menyendiri di dalam ruangan direktur tanpa ada yang mengganggu nya.
Tiba - tiba tanpa mengetuk pintu Novan menerobos masuk ke ruang kerja pribadi milik Farhan yang mana membuat sang empunya ter jingkat kaget.
"Ckckck Lo apa - apaan sih!!!" Dumel Farhan ketika melihat sepupu lucnut nya masuk ke ruang kerjanya dan pasti untuk menertawakan nya.
"Bwahahhahah, BH nya tante Lala, mana Han?, pasti kamu sembunyikan?" Tawa Novan menggema di ruangan itu ketika Novan mengingat - ingat kejadian di ruang meeting tadi.
"Astagfirullah.. Siapa yang bawa BH nya tante Lala Hah.. Kalian semua ngaco deh!!!" Ucap Farhan sembari menggelengkan kepalanya.
"Udah - udah... nanti sore katanya ada meeting? Dimana?" Tanya Farhan mengingat jika sore ini ia ada meeting di luar kantor.
Setelah menetralkan kembali tawanya. Novan pun menjawab perkataan Farhan.
"Iya, Tapi kamu sama sekretaris baru itu" Ucap Novan kemudian ia meninggalkan Farhan seorang diri di ruangan kerjanya.
"Tu-" Ucap Farhan terhenti.
"Brak"
Belum sempat Farhan akan Berkomentar, Novan sudah lebih dulu ngacir pergi dari hadapan Farhan, tidak lupa juga untuk membanting pintu ruang kerja Farhan sekuat tenaga.
"Astagfirullah" Istighfar Farhan di dalam hati.
Kemudian Farhan pun keluar dari ruangannya dan ia masuk ke ruangan sang sekretaris baru yaitu "Antasya"
Antasya yang kala itu masih membuat materi meeting sore, di kejutkan oleh kedatangan Farhan yang notabene nya adalah temannya ketika masih SMA, mengingat itu hati Antasya sakit atas semua perlakuan Farhan dan teman - temannya dulu.
"Anta!!" Panggilan bariton itu membuat Antasya menoleh ke pintu masuk.
__ADS_1
"Iya, Pak" Ucap Anta sopan ia juga tau diri disini ia hanya sebagai Sekretaris.
"Siapkan materi meeting sore ini! Jangan lupa juga kamu pelajari! Nanti kita berangkat jam tiga sore, saya tunggu di parkiran" Ucap Farhan begitu saja kemudian ia meninggalkan ruangan sekretaris.
Antasya pun juga mulai mempelajari setiap materi meeting sore ini tanpa ada yang tertinggal satu pun.
Tak terasa matahari sudah berada di ufuk barat menandakan waktu Sore sudah tiba.
Antasya pun melirik jam dinding yang terpampang jelas di dinding itu.
Pukul 14:30 Anta sudah bersiap - siap kemudian ia turun ke bawah untuk ke parkiran.
Sampailah Anta diparkiran. Anta melihat ke kanan dan kekiri meliha - lihat di mana atasannya itu berada, sampai bunyi Klakson mobil mengalihkan perhatiannya.
"Tinnn"
"Tinnn"
"Tinnn"
Mendapatkan perintah dari atasannya Anta pun masuk duduk di belakang.
"Brak" Pintu ditutup Anta sekarang berada di belakang sedangkan Farhan berada di depan persis seperti Penumpang dan Sopirnya.
"Siapa yang nyuruh kamu duduk di belakang??" Tanya Farhan ia tidak suka melihat sekretaris nya itu duduk di belakang seakan - akan ia adalah sopir.
"Ma- maaf Pak" Ucap Anta. Kemudian ia keluar dari mobil.
"Terus saya duduk di mana pak?" Tanya Anta untuk yang kesekian kalinya, tapi pertanyaan itu tidak di jawab oleh Farhan.
__ADS_1
"Oh- yasudah kalau bapak tidak mau menjawab, saya akan naik taks" Ucap Anta kemudian ia melangkah pergi.
Baru saja satu langkah tangan Anta sudah di cekal oleh Farhan yang sudah keluar.
"MASUK DAN DUDUK DI SAMPING SAYA!!" Titah Farhan dengan menekankan setiap kata.
Dengan secepatnya Anta duduk di samping kursi kemudi kemudian Farhan duduk di kursi kemudi.
Mobil yang mereka tumpangi pun melaju dengan cepat membelah jalanan Ibu Kota di Sore hari.
"Ih... Dasar Kalau bukan Lo atasan Gue,, Udah Gue bejek - bejek Lo!!!" Umpat Antasya dalam hati sembari melotot kan matanya ketika ia melirik Farhan.
"Dasar Arogan" Umpat Antasya untuk yang kesekian kalinya.
.
.
.
Bersambung.........
.
.
.
Berikan secangkir kopi untuk Antasya!!!!
__ADS_1
Berikan bunga untuk Farhan....
Budayakan selalu tap ❤ di setelah membaca setiap Bab ....