
Pagi hari yang cerah matahari bersinar dari ufuk timur membuat semua orang yang bergelut di alam mimpi terbangun seketika. Termasuk Anta yang notabene nya pengantin baru, tetapi ia tidak merasakan hal itu.
Farhan sendiri ia sudah bersiap - siap untuk pergi ke kantor dan kini ia sudah berada di meja makan.
Anta dan Ibunya tengah menyiapkan sarapan untuk pagi ini. Setelah semua hidangan berada di meja makan.
Karena merasa sangat lapar Anta pun mengambil piring nya dan menuangkan nasi dan sayur ke piring nya hingga panggilan dari orang yang telah melahirkannya, menghentikan aktifitas Anta.
"Anta!!" Panggil Bu Rahayu sembari melotot kan matanya.
"Iya, Bu" Jawab Anta ia mengabaikan tatapan ibunya.
"Suami kamu layani dulu!!" Geram Bu Rahayu sembari mengambil piring Anta yang sudah ada nasi dan sayur nya.
Anta lantas melihat Farhan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Punya tangan!!, ambil sendiri lah!" Ucap Anta ketus.
"ANTA!!!" Bentak Bu Rahayu membuat Anta tak berkutik dengan secepat kilat ia mengambil piring baru memberikan satu entong nasi kemudian sayur secukupnya dan tidak lupa sambal kemudian menaruhnya tepat di hadapan Farhan. Membuat Farhan mengulas senyum tipis.
"Di makan ya!" Ucap Anta dengan senyum terpaksa kemudian ia melanjutkan makan nya.
Farhan pun juga memakan makanan yang sudah di ambilkan Anta.
Ruang Makan itupun menjadi sunyi dan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.
Selesai makan dan semua piring sudah di bersihkan.
Mereka bertiga masih betah duduk di kursi meja makan hingga Farhan membuka suara.
"Bu, saya izin bawa Istri saya ke rumah yang sudah saya persiapkan" Ucap Farhan membuat Anta melotot kan matanya.
"Ya, sudah kalau itu keputusan mu. Ibu izinkan, tapi sebelum itu biarkan ibu memberi pesan kepada Anta" Ucap Bu Rahayu kemudian ia meraih tangan Anta untuk ia genggam.
"Anta, sekarang kamu sudah menjadi istri Farhan. Ingat layani suami mu dia imam mu sekarang. Jangan pernah membantah ucapannya" Pesan Bu Rahayu kemudian ia memeluk Anak nya.
"Iya, Bu... Anta akan selalu ingat" Jawab Anta sembari melepaskan pelukannya.
"Farhan... Ibu titip Anak Ibu. Jaga dia dan jaga perasaannya. Dan jangan sakiti dia" Ucap Bu Rahayu kemudian Farhan berpamitan kepada Bu Rahayu.
__ADS_1
Barang - barang milik Anta pun juga sudah di kemas, tadi malam.
Kini Anta dan Farhan akan menuju ke rumah Farhan.
Rumah Farhan berlantai dua. Di lantai satu terdapat Ruang tamu, Ruang Keluarga, Ruang Makan, sedangkan Lantai 2 hanya ada kamar dan kamar.
Cit....
Mobil yang di tumpangi Farhan dan Anta sudah sampai di depan rumah Farhan.
Anta keluar dari mobil kemudian di susul Farhan yang sudah membawa 2 koper milik Anta, padahal Anta tidak menyuruh untuk di bawakan.
"Ini Kuncinya tolong kamu buka!" Ucap Farhan sembari menyerahkan satu kunci rumah.
"Hm.." Jawab Anta kemudian ia membuka Rumah Farhan.
"Mewah" Satu kata yang terucap dari mulut Anta ketika ia sudah menginjakkan kakinya ke dalam rumah.
"Kamarnya di mana?" Tanya Anta kepada Farhan yang tengah memarkir kan mobilnya.
"Di lantai 2" Jawab Farhan dari arah luar.
Di lantai 2 ada 3 kamar, satu kamar utama, dan 2 kamar tamu.
Anta pun berinisiatif untuk membawa koper nya ke kamar tamu.
"Mau kamu bawa kemana kopernya?" Tanya Farhan heran kenapa tidak di kamar utama.
"Kamar tamu" Jawab Anta tanpa melihat ke arah Farhan.
"Kamar tamu Khusus untuk tamu. Bukan untuk nyonya Farhan. Jadi kembali ke kamar Utama!!" Ucap Farhan dengan menekan setiap kata membuat Anta mau tidak mau membawa kopernya ke dalam kamar Utama.
Ceklek....
Pintu kamar utama sudah di buka dengan segera Anta masuk ke kamar mandi karena badannya sudah lengket.
"Ishhh... Lupa bawa baju dan handuk. Haduh gimana ini" Panik Anta ketika melihat kamar mandi itu tidak ada baju sama sekali. Baju kotor Anta pun sudah ia rendam dengan detergen.
Anta pun mengintip kamarnya melalui celah pintu, dan ternyata Farhan masih duduk di atas kasur dengan Laptop yang ia pangku.
__ADS_1
"Farhan!!" Panggil Anta dari dalam kamar mandi membuat Farhan menghentikan aktifitas nya dan menjawab panggilan Anta.
"Iya, ada apa?" Jawab Farhan sembari memperhatikan pintu kamar mandi.
"To- Tolong, A- Ambil Kan. Ba- Baju ku" Ucap Anta gugup karena malu.
"Oh, oke sebentar aku ambilkan" Jawab Farhan kemudian ia mulai membuka koper Anta. Diraihnya kaos lengan pendek warna pink itu kemudian ia melangkah ke depan pintu kamar mandi.
"Ini" Ucap Farhan dari depan pintu kamar mandi.
Anta yang mendengar ucapan Farhan pun segera mengulurkan tangannya kepada Farhan, melalui pintu kamar mandi yang ia bukan sedikit.
Farhan pun dengan sigap memberikan kaos lengan pendek warna pink itu kepada Anta.
Setelah memberikannya Farhan pun kembali duduk di atas tempat tidur.
Ketika Anta melihat kaos yang di ulurkan Farhan tadi.
"Astaga, hanya kaos pendek?" Dumel Anta.
"Farhan, tolong sekalian celana pendek warna hitam. Sa- sama Celana da- dalam, dan BH" Cicit Anta membuat Farhan tertawa terbahak - bahak.
Farhan pun membuka koper Anta yang satunya. Dan apa yang pertama kali di lihat Farhan? Setumpuk BH Anta yang yah lumayan besar membuat Farhan kesusahan menelan saliva nya sendiri.
Glek....
"Cobaan apa lagi ini tuhan" Batin Farhan kemudian ia segera mencari BH yang Farhan sukai.
Seusai mengambil BH, Farhan pun memilih ****** ***** dan celana pendek kemudian memberikannya kepada Anta.
Iya... Farhan memberikan dari luar kamar mandi sedangkan Anta mengulurkan tangannya dari dalam kamar mandi.
.
.
Bersambung..........
Budayakan selalu tap ❤ like setelah membaca setiap bab.
__ADS_1
Tinggalkan jejak di kolom komentar ✌🏻😚