Antasya

Antasya
Bab 008 Di Bully lagi ?


__ADS_3

Di tengah - tengah Anta menyantap makanan nya tiba - tiba......


Byurr.......


Es teh Anta yang belum di sentuh olehnya telah di tuangkan ke piring nasi Goreng miliknya yang kini sudah seperti nasi Goreng kuah Es Teh. Pelakunya yang tidak lain adalah 'Sang Penguasa Sekolah' yang kali ini Elang yang melakukan nya.


"Ha - ha - ha" Tawa mereka berenam yaitu Elang, Silvi, Alya, Amel, Farhan, dan Aries.


"Makan tuh Nasi Goreng!" Hardik Amel disusul suara tawa yang kencang oleh seluruh murid yang ada di kantin itu.


Anta segera menggelengkan kepala. "Apa!!, lo gak mau makan?" Kata Amel sembari mencengkram dagu Anta.


"Sa- Sakitt" Rintihan keluar dari mulut Anta ketika cengkraman tangan Amel semakin kuat. Mendengar rintihan suara Anta bukan nya membuat cengkraman itu di lepas tapi, malah di perkuat oleh Amel.


"Hust... Gue bakal lepasin, KALAU LO MAU MAKAN - MAKANAN INI!!!" Suruh Amel kepada Anta dengan nada yang di buat tinggi dan kasar.


Anta tetap enggan untuk makan nasi Goreng yang sudah di siram Es Teh.


"Okey, Biar Gue suapin!!" Usul Elang dan segera di angguk ki oleh Amel.


Lantas Amel melepaskan cengkraman tangan nya dari dagu Anta. kemudian Elang mendekat ke arah Anta yang kini sudah menutup mulut rapat - rapat dan disertai membekap mulutnya sendiri dengan tangan nya. Melihat itu Elang denga senyum licik dan salah satu sudut bibir yang diangkat keatas, menyeringai Anta.


"Pegang Tangannya!!" Titah Elang kepada Alya, dan Silvi yang ada di samping Anta.


"Siappp" Sahut Alya dan Silvi serentak kemudian mereka memegang tangan Anta. Alya memegang tangan kanan dan Silvi memegang tangan kiri milik Anta. Lengkap sudah penderitaan nya.


For you information Hari Ini semua Bu Guru dan Pak Guru yang ada di sekolah SMA Negeri 1 Pelita sedang takziah ke rumah Mantan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Pelita, yang meninggal yaitu Bapak Prayoga M. Or. beliau adalah mantan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Pelita periode 2016 - 2021. Oleh karena itu 'Sang Penguasa Sekolah' dengan senang hati memanfaatkan waktu ini untuk membully Anta. lagi pula semua murid juga mendapatkan hiburan yang gratis.


"BUKA MULUT!!!" Bentak Elang kepada Anta sembari menyodorkan se sendok nasi Goreng yang sudah tersiram Es teh.


Dengan setia Anta masih menutup mulut nya. Karena merasa geram dengan Anta kemudian Elang membuka paksa mulut Anta dan memasukkan makanan nasi Goreng kuah Es teh ke mulut Anta dengan kasar.


Selepas me masukkan satu sendok tadi, Elang membuka kemudian menutup mulut Anta berulang kali.


"TELEN WOYY TELENNN!!!!!" Bentak Elang yang kini sudah habis kesabarannya.


Anta dengan terpaksa menelan makanan yang di suap kan Elang tadi.


"Rasanya emm.... aneh" Batin Anta.

__ADS_1


"Minum - minum - minum!!!!" Elang memberi intruk si kepada Aries yang berdiri sekitar 5 meter dari meja yang Anta gunakan untuk makan.


Aries mengangguk paham kemudian ia melemparkan sebotol Aqua yang masih di segel kepada Elang. Bukannya menangkap Elang malah menghindar dan jadilah kepala Anta yang menjadi sasarannya.


"Dukk"


"Bwaaa Ha - Ha - ha" Tawa di Kantin yang tadi sudah reda kini bertambah meriah lantaran kepala Anta terkena botol Air mineral produk Aqua.


"Bodoh.... Bukan air ini!!" maki Elang kepada Aries, sedangkan Aries mengerutkan keningnya.


"Lah terus air apaan??" Tanya Aries heran.


"Nohh" Kali ini bukan Elang yang menjawab melainkan Farhan yang sepertinya juga ingin menyiksa Anta.


Aries mengikuti arah telunjuk jari Farhan dan berhenti di sebuah Ember yang berada di samping pintu masuk. Ember yang di maksud adalah Ember yang di gunakan untuk memeras Air Pel. Entah lah apa rencana mereka selanjutnya.


Aries ikut tersenyum dan tanpa aba - aba Aries mengambil ember yang berisi bekas air pel. kemudian mengambil gelas yang tergeletak di atas meja samping meja Anta, yang sepertinya bekas minum orang lain. Kemudian Aries mengambil air bekas pel - pelan itu menggunakan gelas dan setelah nya ia memberikan segelas berisi Air bekas pel - pelan kepada Farhan. Farhan dengan senang hati menerimanya dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


"Buka mulut Lo!!!" Perintah Farhan kepada Anta. karena tidak segera membuka mulut Elang membuka paksa mulut Anta kemudian Farhan segera memasukkan air bekas pel - pelan ke mulut Anta.


"Glekkk" Air tersebut sudah mengalir melalui tenggorokan Anta menuju lambung.


"Uwekkk di telen pulak tu!!" ucap siswa yang lain


"Udah culun, minum air pel, sok soan makan di kantin" Salah satu siswa di kantin itu mulai mencaci maki Anta.


"Hu...... hu..... Hu......" sorakan itu mereka berikan kepada Anta. Tadi selepas para 'Sang Penguasa Sekolah' puas mem bully Anta mereka meninggalkan Anta begitu saja.


Anta tak kuasa menahan tangis san nya, kemudian ia berlari menuju ke toilet di toilet Anta menangis sekencang - kencangnya. Beruntung toilet itu di pasang diding kedap suara, jadi tangisan Anta tidak sampai luar.


Bel masuk berbunyi Anta segera masuk ke kelas ia menormalkan suasana hatinya dan hanya berfokus pada pelajaran


Tak terasa bel sekolah sudah berbunyi semua Siswa turut pulang kecuali siswa yang mempunyai jadwal piket besok.


Di kelas 12 IPA 3 yang piket besok adalah : Anta, Friska, Laila, Tya, Bunga, Zaki, Ridho, Reja, Hasan, dan Farel, 10 siswa itu kini masih di kelas untuk membersihkan kelas mereka.


Tepat pukul 14:00 mereka ber sepuluh sudah selesai membersihkan kelas mereka pun pulang ke rumah masing - masing.


Anta berjalan sendiri menyusuri koridor sekolah yang sepi dengan kewaspadaan Anta berhasil keluar dari gedung sekolah kemudian ia memilih berjalan kaki untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


Sampai di rumah Anta segera memasak untuk makan siang selepas memasak Anta mengantarkan makanan ke kamar ibunya dan membantu Ibunya untuk meminum obat.


Ketika Anta membuka Kotak Obat milik ibunya betapa kaget nya Anta. Dan dia baru ingat bahwa 2 hari lagi ibunya harus kontrol ke Rumah Sakit Jiwa. Jika kontrol Ibunya Anta memakai surat rujukan dari Puskesmas dan KIS (Kartu Indonesia Sehat) dengan kata lain pengobatan ibunya Anta sudah di bantu oleh pemerintah sehingga Anta tidak mengeluarkan uang sepeser pun.


Dengan hati - hati Anta berbicara kepada ibunya. "Buk, tanggal 5 kita kontrol yah!" Ucap Anta memberi tahu kepada ibunya dengan senyum merekah di bibirnya.


Respon dari ibu Anta adalah menganggukkan kepala.


Sehingga membuat Anta bisa bernafas lega karena ibunya mau di ajak kontrol ke Rumah Sakit Jiwa.


...🥀...


Bersambung...........


Apa yang ingin kalian katakan kepada Anta?


Apa yang ingin kalian katakan kepada Amel?


Apa yang ingin kalian katakan kepada Elang?


Apa yang ingin kalian katakan kepada Farhan?


Apa yang ingin kalian katakan kepada Aries???


Apa yang ingin kalian katakan kepada Alya???


Apa yang ingin kalian katakan kepada Silvi???


Apa yang ingin kalian katakan kepada Ibunya Anta???


Apa yang ingin kalian katakan kepada Author???


Jawab di kolom komentar yah'


...🥀...


Oh ya jangan lupa Like, Masukkan Favorit, Beri hadiah, Vote. Dukungan kalian semangat saya untuk Terus Up 💪🏻


Absen pakai emot Bunga kuyy!!! 🥀 (absen nya di kolom komentar okey👌🏻)

__ADS_1


See you Next Episode ❤


__ADS_2