Antasya

Antasya
Bab 035 Ngidam


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Farhan sudah di suruh oleh sang istri untuk berbelanja sayuran di depan rumah. Biasanya akan ada abang - abang sayur yang berkeliling setiap pagi.


“Yang benar saja, Anta menyuruh ku, untuk membeli sayuran” batin Farhan ia tidak mau membeli sayuran di depan rumah, bukan karena penjual nya abang - abang, tetapi Farhan enggan untuk berbaur dengan ibu - ibu gosip.


“Ayo lah sayang..... kali ini saja” pinta Anta menggebu - gebu.


“Demi anak kita” ucap Anta terkikik sembari mengelus perutnya yang rata.


“Huh..” Farhan mendengus sebal. Karena ini perintah dari anaknya mau tidak mau ia harus menuruti.


“SAYUR - SAYUR - SAYUR”


“ TOLET - TOLET - TOLET”


“SAYUR - SAYUR - SAYUR”


Teriak abang sayur sembari terus menekan bel nya.


“Sayang.... sayur nya sudah datang, cepat sana pergi” ucap Anta sembari mendorong tubuh suaminya kedepan.


“Aku lihat kamu dari lantai atas oke” sambung Anta kemudian Anta berlari ke balkon lantai 2 rumah nya untuk melihat interaksi yang diciptakan suaminya ketika suaminya bersama ibu - ibu gosip.


“Astaga.... gini bener nasib gue” gerutu Farhan sembari melangkahkan kakinya ke depan rumahnya.


“Bang!!! Sayur!!” teriak Farhan, abang sayur pun berhenti.

__ADS_1


Farhan mulai membeli semua daftar belanjaan istrinya itu sebelum ada ibu - ibu gosip datang dan mulai menggosipkan orang.


Baru saja Farhan bernafas lega, 2 orang ibu - ibu sudah datang.


“Haloo jeng kamu di sini!” ucap Jeng Mira sembari mengambil tahu.


“Iya nih... jeng Mira” balas Jeng Vika sembari sesekali melihat Farhan yang mulai gelisah.


“Aduh... kok ada pria tampan disini” ucap Jeng Mira sembari menyenggol lengan Jeng Vika.


“Laiya.... ini pasti yang di jodohin itu” sahut Jeng Vika sepertinya mereka mulai menggosip.


“Katanya nih Jeng, kalau ada sepasang orang dijodohkan pasti tidak langgeng” ujar Jeng Mira.


Farhan mengelus dadanya.


“Sabar - sabar - sabar” batin Farhan.


“Hla.... pasti si pria itu sama istrinya tidak bakal langgeng tuh” sahut Vika.


“Ya pasti.... seperti di sinetron itu loh” tebak Jeng Mira.


“Ya Allah berikan hamba kesabaran untuk menghadapi ini” batin Farhan sembari ber istighfar.


Sampai 33 kali Farhan istighfar dan membaca ayat kursi didalam hati.

__ADS_1


Dan puji tuhan Ibu - ibu itu sudah berhenti bergosip.


“Akhirnya ” batin Farhan.


Farhan segera berlari kedalam rumahnya sebelum 2 ibu - ibu itu kembali berulah.


Sampai di dalam rumah Anta sudah menyambut kehadiran Farhan.


“Wah makasih loh mas” ucap Anta sembari mengecup sekilas pipi Farhan.


Farhan terkesiap akan perlakuan manis Anta.


“Nanti - nanti kalau aku mau sesuatu tolong dipenuhi ya...” ucap Anta manja sembari menggandeng lengan Farhan ke sofa yang ada di ruang keluarga.


Farhan menurut ia tak menolak.


“Semoga saja kamu tidak minta hal aneh - aneh lagi sayang” batin Farhan ia berharap ini terakhir kalinya anaknya meminta hal - hal yang tidak masuk akal.


Tapi ternyata Anta sudah mempunyai seribu satu cara untuk mengerjai Farhan yang menurut Anta adalah suatu hiburan yang paling langka dan sangat langka.


Jika Anta tidak hamil pasti Farhan tidak akan mau melakukannya tadi.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2