
Pagi pun menyapa, tapi hari ini berbeda dari hari - hari biasanya pasalnya kini keadaan nya sedang mendung dan sepertinya akan terjadi hujan. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat seorang Anta untuk menuntut ilmu berbekal payung yang ia punya Anta berangkat sekolah ia berjalan dari rumah menuju ke halte Bus. tidak usah menunggu Lama kini Bus itu sudah berhenti di halte itu. Semuanya pun berdesakan untuk masuk. Arah pandang Anta tertuju pada seorang siswa laki - laki berseragam sama dengan Anta, siswa laki - laki itu duduk di seberang kursi yang di duduk ki Anta ia adalah Elang Rayyan.
Anta berfikir lebih dari dua kali "kenapa Elang ada di bus ini?" fikir Anta dalam hati, secara Umi dan Abi nya Elang kan mempunyai sebuah perusahaan yang saat ini sedang naik daun.
Dari pada memikirkan Elang lebih baik Ia mempelajari pelajaran yang akan di pelajari nya hari ini di sekolah.
Ditengah perjalanan menuju ke sekolah tiba - tiba hujan turun dengan deras nya. Membuat penumpang di bus itu kalang kabut mencari payung dan mantel hujan (jas hujan).
Sedangkan Anta sendiri bernafas lega, ia membawa payung Yang ia lipat kemudian ia masukkan tas. Berbanding terbalik dengan keadaan Elang, Elang panik kelimpungan lantaran ia tidak membawa payung maupun jas hujan.
"Anjing.... Gue gak bawa payung!!" Gerutu Elang disertai umpatan.
Elang pun melirik Anta yang duduk di samping nya. Terlihat tenang dan tidak ada raut kepanikan. Ohh jelas Lang orang Anta bawa payung 🤣
Sampai lah bus yang di tumpangi Anta, tepat berhenti di halte sekolah. Anta pun segera bergegas untuk keluar dan tidak lupa Anta membuka payung yang ia lipat tadi di tas, melihat Anta yang akan pergi ke sekolah menggunakan payung membuat hati Elang merasa iri. Lantas dengan gerakan secepat kilat Elang sudah berada di samping Anta
"Hehhhh Culun!!!!!!," Teriak Elang kepada Anta lantaran hujan sangat deras sehingga membuat seseorang harus berteriak jika ingin berbicara.
Anta menolehkan kepala ke kanan dan kekiri tapi tidak ada orang yang bernama culun.
"Siapa, saya?" ucap Anta dengan menunjuk dirinya menggunakan jari telunjuk nya.
"Ya, siapa lagi jika bukan lo bego!!!" Ucap Elang dengan sebal, kemudian dengan secepat kilat, Elang merebut payung Anta membuat Anta mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Gue, gak bawa payung atau pun Jas Hujan, JADI GUE BAWA PAYUNG LO.......!!!!" Jelas Elang dengan menekan kalimat terakhir, Anta pun menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Anta ikut bergabung dengan Elang di bawah payung yang kini sedang di pegang Elang.
"Lo, ngapain disini????" Tanya Elang heran.
"Aku juga mau pergi ke sekolah Lang" Sahut Anta, yang masih setia di bawah payung yang di pegang oleh Elang.
"Iyuhh, najis banget Gue satu payung sama,lo...!!!!!, Lo pergi dehh. Pakai Almamater kek. atau pakai jaket kek. Yang penting gue ogah satu payung sama lo!!, dan satu lagi gue gak peduli lo mau ke sekolah pakai apa."
"Ta..... tapi..... i.... ini.... pa......payung.... aku" Ucap Anta dengan nada yang sepertinya akan menangis.
"Hikss......" Tangisan Anta pecah, Biasanya Anta tidak secengeng ini tapi karena hari ini Anta sedang datang bulan membuat hati nya sangat sensitif.
"Lah, kok Nanges????" Elang mulai heran dengan sikap Anta yang tiba - tiba sudah menangis keras membuat orang - orang yang ada di sekitarnya lantas menengok kan kepala ke Elang dan Anta. dan secara tidak langsung menjadi tontonan gratis.
Hujan yang tadi nya, hanya deras kini sangat deras di lihatnya jam tangan mahal yang melilit pergelangan tangan Elang. 06:55
"Anjir.... lima menit lagi udah masuk, Gue trobos aja lah Ya" Gumam Elang kepada dirinya sendiri kemudian Elang melepas jaket yang ia pakai dan melempar nya tepat di muka Anta.
"Lo, pakai jaket punya gue aja terus gue pakek payung punya lo Ver kan?" Ucap Elang dan setelah itu Elang berlari dengan cepat sembari terus memegangi payung milik Anta.
Dan mau tidak mau Anta berjalan dari halte bus ke sekolah dengan jaket yang ia rentangkan di atas badan nya. Kemudian Anta berlari menembus derasnya hujan yang meng ngguyur Jakarta hari itu.
Sudah di pastikan saat sampai di sekolah Anta sudah dalam keadaan setengah basah. Rok Abu - abu Anta dan sepatunya basah kuyup sedangkan baju kemeja putih Anta masih kering.
__ADS_1
Dengan cepat Anta berjalan menuju kamar mandi sembari meneteng tas ransel nya. Untung tas ransel Anta tadi sudah di lapisi oleh jas hujan khusus tas. Sehingga tas Anta tidak kehujanan.
Sampai di kamar mandi Anta segera mengganti rok nya yang basah tadi dengan rok yang kering karena biasanya setiap murid mempunyai lebih dari 1 seragam yang mereka punya, biasanya mereka simpan di laci masing - masing. Ets.. jangan salah paham dulu di sini privasi nya aman kok karena setiap siswa di fasilitas si sebuah laci yang di kunci dengan sandi dan hanya yang menempati laci itu yang mengetahui sandinya.
Setelah mengganti rok, Anta pun berlalu pergi meninggalkan kamar mandi dan menuju ke kelas nya.
Sampai di kelas Anta celingukan ke kanan dan kekiri mencari keberadaan orang berinisial E, yaps yang di cari adalah Elang. Tapi orang yang Anta cari tidak ada di ruang kelas itu.
Hingga pada akhirnya suara pijakan kaki menggema di Ruang kelas itu. Dia adalah Sang penguasa sekolah yang beranggotakan 6 orang dengan langkah akuh dan berwibawa mereka berenam duduk di kursi masing - masing yang ada di paling belakang.
Bel sekolah telah berbunyi menandakan Pembelajaran sudah di mulai.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Kini sudah saatnya waktu istirahat semua siswa berhamburan keluar kelas untuk ke kantin mengisi perut mereka. Itu pun yang Anta akan lakukan hari ini, karena hari ini Anta tidak membawa bekal.
Saat sampai di kantin Anta mengendarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin. hingga pada Akhirnya Anta memutuskan untuk duduk di kursi kantin paling pojok sendiri.
Setelah memesan makanan Anta duduk seorang diri di kursi itu, tidak sampai 10 menit makanan yang Anta pesan tadi sudah di antar oleh karyawan kantin.
Makanan yang Anta pesan adalah sepiring Nasi Goreng dan segelas Es Teh manis. Kemudian Anta menyantap makanan yang ia pesan tadi.
Di tengah - tengah Anta menyantap makanan nya tiba - tiba......
__ADS_1