
“Mana buaya nya Farhan!!!! bangun kamu!!!” teriak Anta kepada Farhan yang masih tidur di ranjang karena memang masih pukul 2 dini hari.
Farhan gelagapan bangun sembari mengucek matanya. Ia melihat istrinya sudah menarik - narik tangannya untuk keluar. Farhan yang masih diliputi rasa mengantuk hanya bisa pasrah tanpa ada perlawanan.
“Farhan!!!!, buaya nya mana!!” teriak Anta.
Farhan dengan malas pun membuka pintu bagasi mobilnya dan menurunkan kandang buaya beserta buaya nya yang ada di dalamnya.
“Ini” ucap Farhan dengan suara serak sembari memberikan kandang mini.
Dengan senang hati Anta menerima buaya itu. Anta mengambil kandang kemudian ia bawa ke kamarnya.
Sampai di kamar Anta pun memanggil suaminya untuk mengambilkan daging mentah yang ada di lemari pendingin.
“Farhan!!, tolong ambilkan daging yang ada di kulkas!” pinta Anta kepada Farhan dengan memelas.
Farhan mendengus kesal, lalu ia masih mengambilkan daging itu.
Sampai dikamar Farhan memberikan daging itu kepada Anta, tetapi tidak di terima oleh Anta.
__ADS_1
“Ini, dagingnya” ucap Farhan sembari memberikan satu piring daging yang sudah ia potong kecil - kecil.
“Kamu yang suapin Buaya nya!!” tekan Anta tentu Farhan tidak akan mau tetapi melihat jika istrinya akan menangis Farhan pun meng 'iya' kan.
Dengan telaten Farhan menyuapi buaya itu dengan sumpit.
“Mau jadi apa kamu nak?, masih kecil minta buaya” gumam Farhan lirih.
Setelah sesi menyuapi buaya selesai. Farhan pun bergegas pergi dari kamar itu dadi pada ia disuruh - suruh lagi.
Sedangkan Anta ia masih setia memandangi buaya kecil yang ada di dalam kandang itu.
Farhan kini sudah berada di kamar tamu, ia tidak bisa memejamkan matanya lantaran ia teringat jika Anta satu kamar dengan buaya. Farhan khawatir jika nanti Anta di makan oleh buaya kecil itu. Ya meskipun masih kecil tapi setidaknya kan pemakan daging. Farhan bergidik takut membayangkannya.
“Tidak - tidak - tidak, Anta tidak akan dimakan buaya” ucap Farhan menyakinkan dirinya.
“Tapi kalau memang benar, aku belum siap jadi Duda” dialog Farhan kepada dirinya sendiri.
“Haishh... dari pada aku berfikiran yang tidak - tidak lebih baik aku menonton televisi” gumam Farhan kemudian ia menyalakan televi melalui remote yang ada di tangannya.
__ADS_1
Televisi itu sudah menyala, jam 2 dini hari ternyata Televisi itu menyiarkan sinetron bertema FTV dengan judul “Bos Buaya Itu Jodohku” sinetron itu membuat Farhan teringat akan buaya yang ada dikamar nya.
Farhan mengganti Channel Televisi itu hingga Farhan menemukan iklan kelas ibu hamil. Dengan cekatan Farhan mencari informasi dimana kelas ibu hamil berlangsung ia ingin mendaftarkan istrinya dikelas itu. Supaya Anta tidak terus - terusan bermain dengan buaya.
Cukup lama ia mencari informasi di Google hingga ia menemukan sebuah kelas Ibu Hamil. Farhan pun diam - dian mendaftarkan istrinya di kelas itu.
“Akhirnya aku bisa menemukan kelas ibu hamil yang cocok untukmu sayang” ucap Farhan seorang diri ketika ia bisa mendaftarkan Anta secara online.
“Okey... hari pertamanya besok, aku pasti akan mendampingi mu Sayang” gumam Farhan sembari melamun kan apa yang terjadi esok.
Bersambung....
Budayakan like setelah membaca setiap episode ❤
Jangan lupa masukkan rak Favorit supaya bisa mendapatkan notifikasi ketika “Antasya” update.
Beri Bunga untuk Farhan.....
Jangan lupa beri Vote....
__ADS_1
Beri Kopi untuk bumil.....