
9 Bulan kemudian.
Kini di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta Antasya tengah persalinan. Tentu saja disisi nya ada suaminya.
Cukup lama Antasya berada di kamar rawat persalinan itu hingga salah satu dokter memberi aba - aba kepada suster untuk segera memulai proses persalinan.
Farhan gelisah tak karuan dibuat nya karena sudah sejak tadi Farhan menunggu Anta istrinya itu sedang menjalani persalinan.
Farhan mengucap dzikir berkali-kali memohon kepada sang kuasa untuk melancarkan persalinan istrinya itu.
Hingga terdengar suara tangis bayi yang terdengar nyaring didalam ruangan persalinan menandakan jika Antasya telah berhasil melewati masa persalinannya.
Seorang suster pun keluar dari ruangan persalinan sembari berkata, “Ayah dari bayi silakan masuk kedalam untuk me ngazani bayi nya” titah suster tentu mendapatkan anggukan sempurna dari Farhan. Ia bergegas untuk masuk ke ruangan itu.
Sampai didalam Farhan melihat sebuah bayi mungil yang masih dibersihkan tubuhnya oleh seorang suster. Kemudian Farhan menghampiri Anta yang masih terbaring lemah usai melahirkan buah hati mereka.
Farhan mengecup dengan sayang kening Anta, dan menggenggam tangan Anta.
__ADS_1
“Terimakasih sayang, kamu sudah melahirkan anak kita,” ucap Farhan tak henti - hentinya ia ucapan dengan terus mengusap kepala Anta dengan kasih sayang.
“Pak bayinya sudah selesai,” ucap Sang Suster sembari memberikan seorang bayi yang baru saja dilahirkan Anta beberapa menit yang lalu, masih polos, mungil, dan tentu masih kecil.
Dengan sayang Farhan pun meng Azan ni anaknya itu.
Seusai meng azan ni nya Farhan menaruh bayinya itu disamping Anta. Membiarkan istrinya itu bisa memegang maupun mengelus atau meraba baby kecil mereka.
Farhan dengan sabar mengelus kepala Anta, dan sesekali tersenyum kala melihat Anta tersenyum. Sungguh begini kah bahagia yang sesungguhnya.
Suapan terakhir telah Farhan berikan kepada Anta. Semangkuk bubur itu kini telah berpindah tempat di lambung Anta. Anta meminum air putih yang telah tersedia disana dengan dibantu oleh Farhan.
Setelah minum Farhan pun membenarkan posisi Anta ketika tidur.
Farhan ingin beranjak keluar terlebih dahulu tetapi tangannya dipegang oleh Anta sehingga membuat Farhan mengurungkan niatnya.
“Ada apa hmm??,” tanya Farhan sembari duduk di sisi Anta.
__ADS_1
“Anak kita kan cewek nanti namanya siapa ya?,” tanya Anta mengajak Farhan untuk berfikir siapa nama anaknya nanti.
“Kita pikirkan nanti saja kalau kita sudah pulang,” ucap Farhan dengan tersenyum.
Anta menganggukkan kepalanya tanda 'Iya'
“Aku panggil Ibu, Mama, dan Papa ya,” ucap Farhan meminta izin.
“Iya,” jawab Anta lirih.
Kemudian Farhan pamit untuk keluar terlebih dahulu dan memanggil Ibu mertua, Papa dan Mama nya untuk masuk ke dalam kamar rawat Anta serta melihat cucu mereka yang sangat lucu.
Farhan kini sudah berada di sebuah ruangan terbuka yang ada di atas gedung. Farhan melihat keatas dimalam hari itu. Senyumnya selalu mengembang.
“Anta, aku tak menyangka jika akhirnya kamu lah yang menjadi ibu dari anak-anak ku,” gumam Farhan seorang diri.
“Ya Allah terimakasih, engkau telah mengirim Anta untukku, Aku janji tak akan menyakiti orang sebaik Anta,” ucap Farhan berterimakasih.
__ADS_1