
SMA Negeri 1 Pelita, Pukul 07:00
Suara Bell masuk sudah berbunyi menandakan Waktu Pembelajaran segera di mulai para Siswa maupun siswi berhamburan untuk masuk ke ruang kelas masing - masing. Begitu juga dengan Anta , ia nampak sudah duduk manis di kursi nya, sendiri dengan mengeluarkan Buku pelajaran.
Dari arah Pintu masuk kelas terlihat Bu Sukat selaku Wali Kelas, yaitu Wali 12 IPA 3. Tengah membawa beberapa buku pelajaran juga di belakangnya ada seorang Murid cantik, rambut diikat tinggi sehingga memperlihatkan leher jenjangnya, dengan berseragam SMA Angkasa , Dan sepertinya murid baru.
SMA Angkasa adalah salah satu SMA terfavorit yang ada di kawasan Jakarta, Oh ya jika kalian ingin mengetahui seperti apa itu SMA Angkasa kalian bisa baca novel ku dengan judul "Cinta Pertama Seorang Devira", Cek di profil okeyy....... Jika kalian sudah Baca Novel ku yang pertama (Cinta Pertama Seorang Devira) pasti kalian sudah mengenal : Vira, Naya, Yura, Aska, Gibran, Zian, Aska, Reyhan, Aisyah, Ali. dan masih banyak lagi.
"Pagi Anak - anak" Sapa Bu Sukat sembari mempersilakan anak murid baru pindahan itu untuk masuk ke ruang kelas 12 IPA 3.
"Ayokk, perkenalkan nama kamu Grey!" Suruh Bu Sukat kepada Murid baru itu.
"Haii, Perkenalan Gue- Eh, maaf. Perkenalkan nama aku Greysya Tara Tiara. mau panggil Grey? Boleh, Greysya? Boleh juga. Aku pindahan dari SMA Angkasa. senang bertemu dengan kalian" Greysya memperkenalkan diri dengan senyuman yang selalu mengembang di bibir nya.
"Aduhhh.... bidadari turun dari langit" Puji salah siswa yang duduk di bangku paling depan.
"Senyum nya..... Manis kek gula" Puji salah satu siswa yang duduk di bangku tengah.
"Boleh kenalan nggak cantik" Goda Elang, sembari mengedipkan sebelah matanya genit.
Dan semua pujian yang di lontar kan oleh mereka di jawab senyuman oleh Greysya.
"Grey!! Sekarang kamu duduk di kursi yang kosong!!" Suruh Bu Sukat kepada Greysya yang sedari tadi masih berdiri di depan dengan senyum yang mengembang sehingga lesung pipi milik gadis itu tercetak jelas di wajah nya.
"Iya, Bu" Setelah melihat - lihat kursi yang kosong di kelas itu. pandangan Greysya jatuh kepada Kursi yang ada di tepat di samping Anta. Greysya pun berjalan menuju kursi samping Anta yang masih terdapat tas Anta.
"Hai, Boleh Gue duduk di sini?" Tanya Greysya kepada Anta. Anta gugup tidak karuan pasalnya baru kali ini ada orang yang mau satu meja dengan Anta.
"Bo- boleh" Ucap Anta dengan gugup dan segera memindahkan tas nya dari kursi di sampingnya ke kursi nya.
Setelah di persilakan oleh Anta, Greysya bergegas duduk di kursi samping Anta dan satu meja dengan Anta.
"Ehem.... kenalin Gue Greysya Tara Tiara. Mau nggak jadi teman Gue?" Ucap Greysya memperkenalkan diri ke Anta sembari mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan, yang kini mereka sudah duduk bersebelahan.
" Kenalin Juga aku Em.... Anta. Oke aku mau kok jadi teman mu" jawab Anta dengan ragu - ragu, Anta menerima uluran jabat tangan.
"Anta?" Ucap Greysya mengulangi Ucapan nama Anta sembari mengerutkan keningnya.
"Iya Anta" Jawab Anta dengan senyuman yang tercetak di bibir nya.
Lantas Greysya melihat Bet Nama Anta yang ada di seragam baju nya.
"Antasya Misya. Em.. nama yang bagus. Eh kenapa nggak pakek nama Tasya kalau nggak Misya?" Tanya Greysya penasaran dengan Nama Anta.
Anta pun menjawab dengan senyum.
"Anta ingat!!!, orang yang ada di samping mu itu cuma orang baru!!! jangan pernah kamu bocor kan tentang kehidupan mu kepada dia" Fikir Anta sembari Mengamati seluruh tubuh Greysya.
"Cantik, Idaman semua Cowok, dari barang yang aku lihat semuanya Brand ternama. Mana mau berteman dengan aku" Batin Anta ketika kedua manik matanya menangkap Jam tangan dengan Brand ternama serta sepatu juga dengan Brand ternama.
"Dia orang nya tertutup, tapi menarik sejauh gue berteman pasti semuanya langsung sok akrab dan terbuka dengan Gue. Dia juga cantik sih kalau di ubah dikit" Batin Greysya sembari memperhatikan Anta.
"Siapa yang tidak masuk hari ini?" Tanya Bu Sukat kepada Murid kelas 12 IPA 3.
__ADS_1
"Farhan Bu!!" Jawab Aries dengan lantang hingga satu kelas tertuju padanya.
"Ada surat nya?" Tanya Bu Sukat kepada Aries.
"Ada bu itu di atas buku Absen" Ucap Aries memberitahu Bu Sukat.
"Innalillahi. Farhan Sakit Hepatitis?" Tanya Bu Sukat kepada Aries yang di ketahui adalah sahabatnya.
"Deg" "Ya Allah ternyata Farhan tadi malam sampai sakit Hepatitis?" Batin Anta mengingat - ingat ketika dirinya tadi malam ke rumah Sakit untuk menunggu juga menjaga Farhan sampai orang tua Farhan datang.
"Iya, Bu" Jawab Aries dan kemudian pembelajaran di mulai.
Tak terasa Jam Istirahat sudah berbunyi banyak para siswa yang berhamburan untuk keluar kelas.
Tapi tidak untuk Anta dan Greysya kini dua murid itu tengah bercanda di kelas dan terdengar jelas Cekikan tawa keluar dari mulut mereka. Dua orang yang tadinya tidak saling kenal, dan hanya butuh waktu 4 jam sudah akrab bagaikan Sahabat.
Tiba - tiba di sela - sela tawa mereka.
"Brakkkk" Meja Anta juga Meja Greysya di gebrak dengan keras oleh Amel, serta di belakangnya ada dua sahabat Amel.
"HEH ANTA LO ITU NGGAK PANTES DUDUK SAMA GREYSYA. GREYSYA TUH PANTES DUDUK NYA SAMA GUE BUKAN SAMA LO!!!!! UDAH CULUN CAPER LAGI SAMA GREY... YA NGGAK GREY??" Bentak Amel dengan amarah yang meluap - luap dan diakhir kalimat nya seakan - akan akrab dengan Greysya.
"PUNYA KACA KAN LO!!!???" Bentak Alya juga Silvi.
Greysya yang sedari tadi menonton sudah bisa menilai Akhlak minus Amel dan kedua teman nya.
Senyum miring tercetak di bibir Greysya.
Dengan santai nya Greysya melemparkan Undangan Pesta Ulang tahun Greysya yang ke 19 tepat di muka Amel. Terus reaksi yang Amel keluarkan marah? oh tentu tidak.
"Jangan lupa dateng" Ucap Greysya sembari melempar dua Undangan di muka Alya kemudian muka Silvi satu persatu.
"Plakk"
"Plakk"
Alya juga Silvi tidak bisa menghindar lantaran gerakan Greysya tidak bisa di baca.
"Noh lihat. Greysya ngasih undangan ke kita, Lo pasti nggak di undang kan Wlee ππ" Pamer Amel sembari mengibaskan undangan itu di depan muka Anta.
"Siapa Bilang?" Jawab Anta sembari mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tas nya.
Setelah melihat itu Amel juga kedua temannya segera berlari keluar kelas karena maluu... Eu...
"TOS" Anta dan Greysya tos bersama.
...ββββββ...
Bell pulang sekolah sudah berbunyi kini untuk yang pertama kalinya setelah Sepedanya dulu di bakar Anta kembali menginjakkan kakinya di Parkiran sekolah . Hari ini Anta berangkat sekolah dengan berjalan kaki supaya sehat katanya.
Kehadiran Greysya membawa warna baru di kehidupan Anta. Kini Anta tengah menunggu Greysya mengeluarkan mobilnya dari Parkiran sebenarnya tadi Anta sudah menolak tetapi Greysya memaksa dan apa boleh buat? menolak? Greysya punya 1001 cara untuk membujuk Anta supaya pulang bersamanya.
"An?, Kita kerumah Gue dulu yah?" Pinta Greysya kepada Anta.
__ADS_1
"iya, Grey" Jawab Anta dan mobil sedan warna merah itu tengah melaju, dan membelah jalanan Ibu kota yang sangat padat.
Cittt
Tepat di depan Rumah Bak Istana yang biasa di Mansion itu lah mobil Sedan Greysya berhenti.
"Ayokk, masuk!!" Ucap Greysya kepada Anta.
Anta ragu - ragu tetapi akhirnya dia mengikuti langkah Greysya untuk masuk ke mansion Milik keluarga Grey.
Sampailah mereka berdua kini di kamar seorang bayi laki - laki berusia sekitar 3 bulan.
Greysya menghembuskan nafas lemah.
Dihampiri nya seorang bayi yang tengah terlelap di atas kasur bayi.
"Assalamualaikum, sayang" Ucap Greysya kepada bayi mungil itu sembari memandangi nya dengan senyum yang tulus dan tak terasa bulir - bulir air jatuh di pipi Greysya dengan segera Greysya mengusap pipi nya sebelum ketahuan Anta bahwa ia sedang menangis dalam diam.
Sedangkan Anta yang sedari tadi mengamati 2 orang manusia berbeda generasi itu dengan tanda tanya terlebih ketika Greysya menyuruh Anta untuk menutup pintunya.
" Anta!, gue minta tolong. pintunya tolong di kunci dari dalam yah!" Pinta Greysya kepada Anta dan tanpa banyak bertanya lagi Anta segera menutup pintu kamar si bayi mungil.
"Duduk sini!!" Perintah Greysya sembari menepuk kasur yang ada di sebelahnya.
Anta segera duduk di tempat yang tadi di suruh duduk oleh Greysya.
Tiba - tiba Bayi mungil itu terbangun dan menangis dengan kencang.
"Oek - Oek - Oek - Oek"
"Aduh Cup - Cup - Cup" Greysya mulai menimang bayi mungil itu. dan tanpa ba bi bu. Greysya melepas kancing baju seragam nya dan menurunkan bra nya. Ketika mulut bayi itu di dekat kan ke putik Greysya dengan segera bayi itu menyesap serta meminum susu dari buah dada Greysya.
"Aduhh, anak Bunda haus?" Greysya mencoba mengajak bicara bayi mungil itu.
Greysya seolah lupa jika tadi ia kesini dengan Anta. Hingga Anta berdehem barulah Greysya ingat.
"Ehem.." Dehem man Anta jelas tertangkap oleh indra pendengaran Greysya.
"Astagfirullah, Gue lupa kalau ada lo. Sebelumnya kenalin ini Gilang Aldentara. Dia anak Gue. Em... gue sayang banget sama dia" Ucap Greysya yang masih menyusui Gilang.
"Oh. Hai Gilang kenalin ini tante Anta" Ucap Anta kepada Bayi mungil yang masih ngedot ke Greysya.
Pikiran Anta saat ini melayang kepada bacaan novel - novel yang berkisah tentang perjodohan remaja yang masih sekolah. Di novel itu 2 remaja beda kelamin itu menikah dan lama - lam mempunyai momongan di usianya yang masih sekolah. Anta mengira jika Greysya di jodohkan oleh kedua orang tuanya ketika Greysya masih sekolah di SMA Angkasa dan mempunyai 1 buah hati bersama suaminya.
"Grey, suami kamu mana?" Tanya Anta dengan tidak penasaran nya. karena jiwa kepo tengah meronta - ronta.
"Hah SUAMI??, gue belum Nikah ha - ha - ha" Tawa Greysya menggelegar di kamar bayi mu ngil itu, Jawaban Greysya sontak membuat Anta mematung di tempat, seharusnya ia tidak menanyakan perihal privasi seperti ini.
"Ma- maaf Grey Seharusnya aku nggak tanya macam - macam ke kamu" Anta menyesal telah bertanya yang seharusnya tidak ia tanyakan.
"Santai aja kali. Jadi dulu itu....." Greysya mulai menceritakan kejadian yang membuat nya kini mempunyai sebuah anak.
Flashback On....
__ADS_1
Bersambung.........