Antasya

Antasya
Bab 012 Farhan Kecelakaan


__ADS_3

"HEH... ANTA!!, URUS IBU KAMU DENGAN BENAR, KALAU SAMPAI KEJADIAN INI TERULANG SATU KALI LAGI, SAYA AKAN LAPORKAN INI KE PIHAK BERWAJIB!!!" Perintah Bu Siti kepada Anta sembari berkacak pinggang.


"I- iya Bu" Ucap Anta dengan sopan kemudian para warga berhamburan untuk pulang.


Selepas kepulangan para warga Anta segera membuka ikatan tali yang ada di tubuh Bu Rahayu. Setelah berkutat dengan tali cukup lama akhirnya tali itu bisa di lepas.


Anta membawa sang ibu untuk beristirahat di kamar sang ibu.


Kemudian Anta mengambil obat dan juga segelas air mineral untuk Bu Rahayu, selepas membantu sang Ibu meminum Obat, Anta baru ingat bahwa besok jadwal nya kontrol Ke Rumah Sakit Jiwa Praja Raya. Anta pun segera menyiapkan keperluan untuk besok kontrol. Beruntung karena besok semua siswa SMA Negeri 1 Pelita di libur kan oleh Bapak kepala sekolah. Karena ada 1 Guru yang menikah. Jadi besok Anta bisa datang lebih pagi untuk mendapatkan nomor antrian lebih dulu.


Tak terasa malam pun tiba. Tepat pukul 20:00 Anta yang kini sedang duduk seorang diri di teras rumah sembari menikmati angin malam di kejutkan karena deringan ponsel nya yang sangat keras, jarang - jarang ada orang yang menelfon Anta di jam seperti ini.


"Drt - Drt - Drtd"


"Siapa sih yang telfon malam - malam gini ?" Gumam Anta sembari mengambil Handphone nya di meja belajar nya. Setelah mengambil Handphone nya Anta, Tanpa melihat nomor yang tertera di handphone nya Anta segera menekan tombol warna hijau.


^^^Anta : "Hal- " (perkataan Anta terputus lantaran dari ujung telepon suara kepanikan menerobos gendang telinga Anta)^^^


πŸ“ž : "Tolong siapa pun di sana, saya menemukan orang kecelakaan sepertinya bernama Farhan di Jalan Pahlawan"


πŸ“ž : "Mbak atau mas yang saya telfon tolong segera ke Rumah Sakit Kasih Ibu, saya akan membawa korban kecelakaan ke sana"


πŸ“ž : "Saya tadi lihat nomor mbak atau mas nya di chat paling atas makan nya saya telfon"


^^^Anta : "Oh, Iya, mas Saya akan kesana sekarang" (deg, nafas Anta terdengar tidak karuan lantaran mendengar kabar kecelakaan nya Farhan)^^^


πŸ“ž : "Saya tutup dulu telfon nya"


...Tut...... Tut...... Tut.........


Anta segera mengambil Jaket, juga tas nya dan segera bergegas pergi ke rumah sakit menggunakan motor yang baru saja di beli oleh Anta menggunakan uang dari Om Abraham waktu itu (Bab 009). Motor nya ber merek Mio Second (bekas) seharga 3 juta rupiah.


Setelah 15 menit berlalu Anta sudah sampai di Rumah Sakit kasih Bunda. Anta segera memarkir kan Motor nya di parkiran motor dan bergegas untuk ke IGD.


Sampai di IGD Anta di hampir ri oleh seorang bapak - bapak berusia sekitar 40 tahun nan.


"Anta, kan?" Tanya Bapak - bapak itu.


"Iya, pak Saya Anta" Jawab Anta dengan sopan tidak lupa senyum yang selalu mengembang di bibir nya.

__ADS_1


"Ini barang - barang milik Mas Farhan tadi. Saya mau mengurus perihal kecelakaan tunggal ini di Polres Praja Lima" Ucap Bapak - bapak itu sembari memberikan Anta jaket juga tas pria.


"Sebelumnya makasih yah pak sudah mau mengurus perihal kecelakaan ini" Anta berterimakasih kepada Bapak - bapak yang menolong Farhan itu sebelum Bapak - bapak itu pergi.


Setelah kepergian bapak - bapak itu Anta menunggu di depan pintu ruang pemeriksaan. Sembari mencari nomor orang tua Farhan di ponsel milik Farhan yang kebetulan tidak di sandi. Setelah lima Menit mengotak - atik ponsel milik Farhan akhirnya ketemu juga Nomor orang tua Farhan. Bernama "Papa Dimas" dan "Mama Wiwik"


Dengan segera Anta menelfon Nomor Dimas melalui ponsel Anta. tidak menunggu waktu lama panggilan sudah tersambung.


πŸ“ž : "Hallo, ini dengan siapa?"


^^^Anta : "Ini Anta Om, teman nya Farhan"^^^


πŸ“ž : "Iya, ada apa?"


^^^Anta : "Begini Om, Anak Om Farhan mengalami kecelakaan dan sekarang sudah dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Bunda. Saya sudah di sini menunggu Farhan Om"^^^


πŸ“ž : "Inalillahi, FARHAN KECELAKAAN!!!"


πŸ“ž : "Om sama Tante akan segera kesana, kalau ada kabar apa - apa beri tau Om, ya... nak"


^^^Anta : "Iya, Om. Pasti"^^^


Tiba - tiba pintu di Buka oleh Dokter.


"Ceklek"


"Dengan keluarga pasien yang bernama Farhan Aksara?" Tanya sang Dokter ber jas warna putih serta stetoskop yang bergelantungan di leher nya.


"Saya Teman nya, Dok keluarga masih di perjalanan" Ucap Anta sembari berdiri dari tempat duduk nya.


"Nanti kalau keluarga nya sudah datang suruh ke ruangan saya!" Pinta Bu Dokter kepada Anta dan setelah meng - Iya kan Bu Dokter itu pamit untuk kembali ke ruangannya.


"Em.... Sus, saya boleh lihat teman saya?" Tanya Anta kepada Suster yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.


"Silahkan, mbak" Ucap Sang suster memperbolehkan Anta untuk melihat Farhan yang kini tengah terbaring lemah di brankar Rumah Sakit.


Anta segera masuk ke ruang pemeriksaan hala pertama yang ia lihat adalah Farhan dengan tubuh yang terbalut baju khas pasien dengan peralatan medis yang entah jumlahnya berapa. Hati Anta ter iris kala melihat pemandangan seperti itu. Meskipun Hampir setiap hari Farhan dan teman nya menyiksa juga membully Anta tidak pernah sedikit pun Anta menaruh dendam kepada Farhan juga teman nya.


"Cepat sadar yah" Satu kalimat yang bisa Anta sampaikan, lantaran indra pendengaran nya menangkap suara pintu yang di buka.

__ADS_1


"Ceklek"


Dan muncul lah, Orang Tua Farhan.


"Anta kan?" Tanya Om Dimas ketika melihat Anta ada di samping Anak semata wayang nya.


, yang masih setia memejamkan matanya.


"Iya, om saya Anta" Ucap Anta dan kemudian ia agak mundur ke belakang memberikan Ruang Dimas dan Wiwik untuk melihat keadaan Farhan.


Setelah 15 menit Dimas dan Wiwik melihat keadaan Putra semata wayang nya. Mereka keluar dari ruangan Farhan dan menghampiri Anta yang kini masih setia duduk di depan ruang Pemeriksaan meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 22:00.


"Om - Tante, tadi kata Bu Dokter Indah, keluarga Farhan di suruh ke Ruangan Bu Dokter Indah katanya ada hal yang ingin Bu Dokter sampaikan" Ucap Anta menyampaikan amanat dari Bu Dokter Indah.


"iya, Anta setelah ini kami akan ke ruang Bu Dokter. Sebelumnya terimakasih loh, sudah mau tunggu Farhan sampai jam sepuluh" Ucap Wiwik memberikan ucapan terimakasih kepada Anta.


"Iya, Tan. Kalau begitu saya permisi" Ucap Anta kemudian ia pergi dari depan ruang pemeriksaan ke Parkiran Motor rumah sakit dan segera mengambil montor mio nya, dan menghidupkan mesin setelahnya menancapkan gas nya untuk pulang ke rumah.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Sementara itu di rumah Sakit.


"Dok apa yang terjadi dengan anak saya?" Tanya Dimas kepada Bu Dokter, yang kini sudah duduk berhadapan di ruang Bu Dokter Indah.


"Begini Pak Buk, Sebelumnya saya mau tanya apa Pasien Farhan pernah mengonsumsi minuman dengan kadar alkohol yang tinggi?" Tanya Sang Dokter kepada Wiwik dan Dimas.


Setelah berfikir cukup lama akhirnya Dimas membuka suara "Sepertinya tidak sih Dok" Jawab Dimas dengan mantap


Sang Dokter menghela nafas panjang.


"Huh..."


"Setelah saya memeriksa kondisi pasien, ternyata pasien mengalami Hepatitis B" Sang dokter pun mulai menjelaskan.


Deg....


❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀


Jangan lupa beri Like ❀, masukkan Favorit ❀, Ramaikan kolom komentar, Vote, Beri hadiah.

__ADS_1


__ADS_2