
Ruang pesta yang semula ramai oleh para pelayan dan pekerja. Kini sudah ramai di isi oleh para tamu.
Para penguasa dari kerajaan tetanggapun sudah datang. Akupun juga sudah mengobrol dengan mereka(Brian dan Lorenzo). Yeah walaupun begitu sepertinya ada seseorang yang masih tidak menyukaiku. Siapa lagi kalau bukan pangeran ke-dua dari kerajaan Golubev, Aland Golubev.
Dari tadi ku perhatikan dia selalu memandangku dengan sinis. Entah kesalahan apa yang telah ku lakukan padanya. Padahal aku jarang bicara dengannya.
Kembali ke pesta, acara yang di tunggu-tunggu oleh semua orang sebentar lagi akan di laksanakan. Aku tersenyum melihat Aaron yang akan di nobatkan menjadi pangeran mahkota.
Saat acara penobatan akan di laksanakan. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan rombongan dari sebuah kerajaan. Namun sepertinya aku pernah melihat rombongan itu.
Lalu sosok seorang perempuan bersurai merah gelap dengan bola mata coklat masuk setelah pemimpin mereka.
Astaga! perempuan itu adalah sosok di dalam mimpiku. Perempuan yang akan bertunangan dengan Aaron suatu hari nanti. Bagaimana dia bisa ada di sini? bukankah kejadian itu masih lama saat Anastasia berumur 18 tahun.
Mungkinkah memang dia muncul di acara penobatan atau akulah yang membuat alur kejadian berubah. Seingatku Anastasia akan berdansa dengan Aaron karena semua tahu hubungan antara kedua orang itu hanya sebatas kakak beradik. Tapi aku tidak ingat kalau perempuan itu ada di sana.
Yang ku ingat mereka di jodohkan karena hubungan antara kerajaan Volkov dan kerajaan Hughes. Yaitu hubungan antara ratu Natalie-Volkov-dan raja Aldrich-Hughes-adalah hubungan antar kakak beradik.
Mereka bermaksud menjodohkan putri Hughes dan pangeran Volkov untuk meneruskan hubungan antar 2 kerajaan. Kesumpulannya ini adalah sebuah pernikahan politik.
Rombongan itupun di sambut gembira oleh raja Asher dan ratu Natalie. Mereka seperti bertemu dengan teman lama saja.
Raja Asher memperkenalkan mereka dan mengatakan kalau raja kerajaan Hughes adalah adik dari ratu Natalie. Raja Asher juga memperkenalkan perempuan itu.
__ADS_1
Namanya Liana, Liana Hughes dari kerajaan Barat daya. Dia seorang putri tunggal sama sepertiku. Usianya lebih tua beberapa bulan dariku mungkin sekitar 3 atau 4 bulan. Wajahnya sangat manis membuatku tahu kenapa raja dan ratu Volkov sangat menyukainya.
Acara penobatan kembali di lanjutkan. Setelah selesai orang-orang mulai mencari pasangan untuk di ajak dansa. Aku berniat menghampiri Aaron untuk ku ajak berdansa. Toh dia sudah setuju untuk jadi pasangan dansaku.
Baru saja melangkahkan kaki. Aku melihat Aaron mengajak dansa Liana. Ah aku lupa kalau perempuan itu tamu utama di sini. Yeah apa peduliku, aku bisa berdansa dengan yang lain. Tapi kenapa dadaku tiba-tiba terasa sesak. Entah kenapa rasanya aku ingin pergi sekarang juga dari sini.
Aku berjalan cepat menuju pintu utama. Tapi aku tak sengaja menabrak seseorang. Bagaimana bisa seorang putri terhormat menabrak seseorang ini sangat memalukan.
"Ah ma..maafkan aku."ucapku sambil membungkuk.
"Tidak apa."jawab orang di depanku.
Eh! tunggu dulu. Kayaknya aku kenal suara ini. Aku menatap wajah orang di depanku.
"Lorenzo!"
"Ma..maksudku, senang bertemu dengan anda pangeran mahkota Lorenzo."ralatku.
Dia tersenyum kecil, sepertinya dia sedang menertawai kebodohanku. Baru saja aku hendak bersumpah serapah dalam hati. Tiba-tiba Lorenzo mengulurkan tangannya. Tunggu tunggu tunggu. Dia nggak bermaksud mengajakku dansakan.(iya dong emang mau ngajak siapa lagi! hadeh)
"Maukah putri Orlov berdansa dengan saya?"ajaknya
Aku masih bengong, entah kenapa aku menjadi seperti orang bodoh saja. Lorenzo masih mengulurkan tangannya. Duuuh gimana nih.
__ADS_1
**Sesi penobatan telah selesai di lakukan. Musikpun mulai di mainkan sementara orang-orang sudah mendapatkan pasangan masing-masing. Tapi ada satu orang yang masih belum mendapatkan pasangan.
Seorang perempuan bergaun hijau tengah berdiri menyaksikan pangeran dan putri yang sedang asik berdansa. Dia berjalan ke arah seseorang.
"Hais! apa maumu?"keluh orang itu.
"Lihat itu."
"Kenapa dengan dia?"
"Apakah aku harus menjawab pertanyaan bodohmu? ajak dansalah."
"Kenapa tidak kau saja."
"Aku sudah berjanji akan berdansa dengan orang lain."
Akhirnya mau tidak mau orang yang di suruh itu mengikuti perintah temannya.
Dia berjalan menuju perempuan tapi sepertinya perempuan itu hendak keluar. Laki-laki itu sengaja menabrakan dirinya.
"Ah ma..maafkan aku."ucapnya sambil membungkuk.
"Tidak apa."
__ADS_1
Laki-laki itu melihat ekspresi terkejut perempuan di depannya.
"Maukah putri Orlov berdansa dengan saya?"ajaknya*.*