Apa! Aku Seorang Putri

Apa! Aku Seorang Putri
Chapter 7


__ADS_3

Pestapun berjalan lancar, tapi aku masih bingung bagaimana caraku untuk dapat berbicara dengan Aaron. Saat acara hampir selesai, Aaron izin undur diri terlebih dahulu. Aduh! kalau begini caranya aku tidak akan bisa bicara dengannya. Akupun izin ke belakang sebentar.


Saat aku merasa sudah jauh dari tempat pesta, aku segera menyusul Aaron. Aku sempat berpikir kalau aku sudah terlambat. Tapi keberuntungan sepertinya berpihak kepadaku. Aaron masih berada di dalam istana. Aku memanggilnya agak keras. Syukurlah karena di sini tidak ada siapa-siapa. Dia masih terus berjalan seperti menulikan pendengarannya.


"Kak Aaron berhenti. Ada yang ingin aku katakan padamu."


Untuk kesekian kalinya aku berteriak memanggilnya. Akhirnya dia berhenti berjalan namun masih memunggungiku


"Untuk kejadian 8 tahun lalu aku benar-benar minta maaf. Saat itu aku sangat ketakutan dan tidak sengaja mengucapkan kata-kata itu. Aku mohon jangan acuhkan aku lagi."ucapku memohon.


Dia masih saja tidak mau berbalik badan. Sebenarnya aku agak jengkel dengan sifatnya yang masih seperti anak-anak. Tapi itu memang kesalahanku jadi aku harus bersabar.


"Daripada membuang waktu berhargamu lebih baik jangan temui aku lagi."ucapnya dingin lalu pergi meninggalkanku begitu saja.


Aku menangis, entah kenapa aku merasa sangat sedih. Baru kali ini aku merasakan perasaan bersalah yang teramat dalam.


***


Setelah selesai mencuci wajah sehabis menangis aku kembali ke pesta. Setibanya di sana ternyata pesta telah usai. Para putra dan putri bangsawan berpamitan kepada para pangeran. Aku berbalik hendak langsung pergi tanpa berpamitan. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.


"Ah! aku pikir siapa yang menepuk pundakku ternyata kamu."ucapku sambil mengelus dada.


Orang yang menepuk pundakku ialah Lorenzo. Lorenzo mengamatiku dari atas sampai bawah. Aduh, apakah wajahku terlihat seperti habis menangis.


"Ada apa? apakah aku terlihat aneh."tanyaku.


Sunyi yang agak lama membuatku semakin canggung.


"Tidak ada yang aneh."jawabnya.


"O..oh gitu ya he he."


"Kenapa tidak berpamitan dengan yang lain dan dari mana saja kamu tadi?"tanyanya.

__ADS_1


Aduh kok pertanyaannya sadis banget. Gimana nih jawabnya.


"Ah oh itu aku tadi-"


"Anastasia dari mana saja kamu?"


Ucapanku terpotong oleh Brian. Entah kenapa anak itu bisa kesini.


"Untuk apa kamu menanyakan hal itu kak. Dia nggak akan tersesat."balas Aland.


Entah kenapa sepertinya anak itu tidak menyukaiku.


"Pangeran Aland benar, aku tidak akan tersesat kok."balasku mencoba tersenyum.


"Panggil saja dia Aland, bukankah kamu lebih tua 1 tahun darinya."ucap Brian kepadaku.


"Huh tidak usah sok dekat denganku dengan memanggil namaku." ucapnya lalu pergi begitu saja.


Entah kenapa rasanya ingin ku tabok wajahnya.


"I..iya tidak apa-apa."ucapku.


"Bukankah itu menurun darimu."ejek Lorenzo.


"Hei! kapan aku bersikap seperti itu."


"6 tahun lalu saat kamu berusia 10 tahun. Bukankah kamu dulu sangat pemarah dan kasar bahkan makananpun pilih-pilih. Dasar, penambah beban orang tua."


Entah kenapa ucapan Lorenzo ini tajam sekali ya. Wajah Brian memerah, sepertinya dia kesal deh. Daripada aku ikut-ikutan terkena imbasnya, sebaiknya aku pergi dulu deh.


"Em aku pamit dulu ya, terimakasih telah mengundangku ke pesta."


Akupun berjalan menjauhi 2 pangeran itu dan mencari kereta kudaku saat tiba di luar. Di perjalanan aku selalu memikirkan kejadian tadi hingga tanpa sadar aku sudah sampai di istana.

__ADS_1


***


Malam harinya aku tidur lebih awal. Entah kenapa hari ini sangat melelahkan. Sebelum tidur Eli memberitahuku bahwa besok ayah dan ibu tiba dari perjalanan. Akupun meng-iya-kan dan langsung pergi tidur.


"Viona." panggil seseorang.


aku menoleh dan melihat sosok Anastasia di hadapanku.


"Eh kamu kan."


"Iya aku Anastasia."


Dia mengaku kalau dia adalah anastasia.


"Apa yang kamu mau dariku sehingga aku bisa berada di dalam tubuhmu?"tanyaku yang memang penasaran dari dulu. Dia tersenyum. Senyumnya sangat menawan.


"Aku berharap kamu bisa mengubah takdirku dan menyelamatkan orang-orang yang aku sayangi."


"Hei apa maksudmu?"


"Aku mohon padamu jangan pernah menaruh perasaan pada salah satu pangeran. Dengan begitu mereka akan tetap hidup."


"Untuk apa percaya pada omonganmu. Memangnya aku bisa pulang jika aku menuruti perkataanmu?"


"Mungkin saja."ucapnya lalu perlahan menghilang.


"Hei tunggu!"teriakku


Tiba-tiba ada yang mengguncang tubuhku.


"Tuan putri bangun."


Aku membuka mata dan menemukan sosok Eli yang sedang berusaha membangunkanku. Keringatku bercucuran membuat Eli khawatir.

__ADS_1


"Apakah tuan putri bermimpi buruk tadi?"tanya Eli khawatir.


Aku hanya diam menenangkan diri. Apa maksud dari munculnya sosok putri Anastasia di dalam mimpiku.


__ADS_2