
Gugup? itu adalah kata yang sangat tepat untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Hey! siapa yang tidak gugup jika di hadapanmu itu seorang penguasa. Rasanya ingin menceburkan diri ke laut saja. Ternyata kharisma seorang raja itu memang menakutkan. Lihat saja, semua orang yang berada di dalam ruangan ini menundukkan kepala. Mereka tidak akan mengangkat kepala mereka sebelum di persilahkan raja.
"Anastasia, aku mendengar bahwa setelah siuman kamu kehilangan ingatanmu. Apakah itu benar?." tanya raja Gavin dengan tegas.
Bahkan hanya dengan suarapun dia dapat membuatku gemetar seperti ini.
"B..benar yang mulia, setelah siuman saya tidak bisa mengingat apapun." ucapku bohong. Yeah sebenarnya nggak hilang ingatan sih tapikan aku juga harus melindungi nyawaku. Kalau aku bilang ingat nanti kalau aku melakukan hal yang tidak pernah dilakukan oleh putri mereka, mereka pasti curiga. Satu-satunya hal yang bisa menolongku saat ini adalah berpura-pura kalau aku telah kehilangan ingatannya.
Di samping raja Gavin terlihat ratu Alika yang sepertinya cemas terhadap apa yang telah dialami putrinya.
"Yang mulia raja, saya punya sebuah saran. Bagaimana kalau kita coba memanggil dokter Zael. Mungkin dia bisa membantu putri kita." Ucap ratu Alika.
__ADS_1
Suaranya sangat lembut membuat siapapun pasti terpesona olehnya. Mungkin itu yang membuat raja Gavin jatuh cinta kepadanya. Di tambah parasnya yang cantik sebagai bonusnya.Raja Gavin tampak sedang berpikir.
"Baiklah aku rasa kamu benar. Prajurit! cepat kalian jemput dokter Zael dan bawa dia kesini." ucap raja Gavin tegas.
"Baik yang mulia!"jawab prajurit yang bertugas.
Aku harap dia hanya dokter bias kalau tidak kali ini aku benar-benar akan kehilangan nyawa.
Dokter Zael barusaja selesai memeriksaku. Dia berkata ingatanku bisa kembali tapi mungkin memerlukan waktu yang agak lama. Akupun hanya meng-iya-kan saja. Dia juga berpesan agar aku untuk sementara ini beristirahat saja dulu dan jangan memikirkan hal-hal sulit dulu. Berperan sebagai anak kecil bahkan lebih sulit daripada menjadi orang dewasa. Aku harus berhati-hati saat sedang berbicara kepada orang lain.
Tak lama kemudian ratu Alika datang bersama pangeran Aaron untuk menjengukku. Kata Eli pangeran Aaron lebih tua 2tahun dariku, berarti umurnya sekarang baru 9tahun. Sepertinya aku harus berakting lagi deh.
__ADS_1
"Salam hormat untuk ibu ratu."ucapku memberi hormat. Sebenarnya aku meniru salam itu dari film di TV.
"Ya ampun putriku, aku sangat mencemaskanmu. Setelah kejadian jatuhnya kamu ke danau, raja murka dan mencari seluruh dokter handal di seluruh Zavaran untuk mengobatimu."ucap ratu Alika disertai beberapa tangisan kecil. Sepertinya tidak buruk juga menjadi Anastasia. Pangeran Aaron menarik gaun ratu Alika.
"Yang mulia ratu, apa saya boleh tinggal disini sampai Natha mebaik?."tanya Aaron penuh harap. Ratu Alika tampak sedang berpikir.
"Boleh ya boleh ya."Aaron masih berusaha membujuk ratu. Kali ini dia memasang tampang memelas, membuat siapapun pasti tidak tega untuk menolak permintaan seorang anak kecil yang lugu.
"Baiklah Aaron aku akan mengirim surat ke kerajaan Barat bahwa kamu akan tinggal di sini selama beberapa hari." ucap ratu Alika.
" Wah terimakasih yang mulia ratu. Hore! Natha jangan khawatir ya, aku pasti akan menjagamu dengan baik." ucap Aaron girang.
__ADS_1
Dia tertawa, tawa khas anak kecil. Yeah mulai sekarang aku harus bisa menjadi Anastasia sepenuhnya.