
Suara alunan musik yang indah membuat semua orang bahagia. Akupun merasakannya kalau musiknya memang indah.
Akhirnya aku berdansa bersama Lorenzo. Dia sangat mahir berdansa hingga membuat ku beberapa kali tercengang hingga tak sengaja menginjak kakinya. Huaaa! ini sangat memalukan. Rasanya ingin segera menghilang saja.
Sejenak aku melupakan Aaron dan Liana yang sedang berdansa. Lorenzopun tidak mengejekku meski aku terlihat seperti orang bodoh. Dia memang teman yang pengertian. Tidak seperti para pangeran Golubev yang menjengkelkan.
Lagu selesai di putar, aku berencana keluar dan pergi ketaman bunga milik keluarga Volkov. Lorenzo hendak ikut mengantarku tapi ku tolak. Aku benar-benar ingin sendiri.
Sesampainya di sana aku duduk di kursi yang tadi di tempati Aaron. Fyuh, rasanya sangat enak dan rileks. Kebun bunga di sini lebih bevariasi. Berbeda dengan kebunku yang di dominasi oleh bunga mawar. Tapi aku cukup menyukai kebun ini.
Aku bersandar pada punggung kursi. Aku memejamkan mata lalu menarik napas dengan perlahan dan membuangnya perlahan. Pikiranku mulai tenang dan badanku sedikit lebih ringan.
Tibq-tiba ada seseorang yang berdiri di depanku. Akupun membuka mata, setelah mengetahui siapa orang di depanku aku memutar bola mata jengah.
"Hei! apakah ini cara kerajaan Timur menyambut orang?"
__ADS_1
"Aku rasa kerajaan Timur tidak perlu menyambut orang sepertimu."balasku judes.
Kenapa aku harus bertemu orang ini sih. Padahal udah bisa dapat ketenangan yang sempurna. Eh malah di rusak orang ini.
"Huhuhu kenapa sih kalau kamu bicara dengan orang lain pakai senyum terus. Sementara aku di kecualikan. Ini nggak adil huhuhu."ucap Brian yang mulai nge-drama alay.
"Nggak usah pakai nangis-nangis segala deh. Jijik tau ngelihatnya."
Brian tidak tersinggu karena perkataanku. Dia malah tertawa seperti aku sedang ngelawak saja.
"Darimana kamu tahu?"
"Ya jelaslah selain pangeran yang baru di angkat dan berdansa dengan seorang putri yang manis. Kalian berdua juga menjadi sorotan. Para para bangsawan bergosip kalau kalian berdua pujya hubungan khusus lho."
"Ah! lagi-lagi para tukang gosip. Aku sangat jengkel sekali pada mereka yang suka menyebarkan berita palsu. Dan anehnya orang-orang percaya pada omongan mereka."
__ADS_1
"Yeah mau bagaimana lagi. Bahkan raja sekalipun tidak bisa menghentikan mereka."
Akupun menghela napas lelah. Memang gosip adalah hal yang paling mengerikan. Berita palsu di sebar dan membuat citra seseorang menurun gara-gara sebuah kebohongan yang di lontarkan dari mulut ke mulut.
Hmm, mungkin para bangsawan itu juga akan bergosip mengenai Aaron dan Liana. Aku rasa gosip bangsawan zaman dahulu lebih mengerikan daripada gosip di internet.
Huaaaaa! kapan aku bisa kembali ke duniaku yang canggih. Aku ingin curhat kepada seseorang, tapi pasti tidak akan ada yang mau percaya. Bagaimana mungkin perempuan dari zaman moderen saat terbangun berada di tubuh seorang putri di zaman dulu.
Meskipun aku cerita mungkin akan dikira orang tidak waras. Hal seperti ini tidak mungkin terjadi. Hanya di cerita-cerita fantasi saja yang bisa ada kejadian seperti ini.
Huh, memikirkannya saja sudah membuatku lelah. Aku ingin istirahat, mataku berat sekali untuk di buka. Akhirnya aku tidur menyender bahu Brian.
"Pinjam bahu sebentar. Aku mengantuk sekali. Nanti bangunkan ya."
Brian hanya diam saja. Tidak meng-iya-kan juga tidak menolak. Tak lama kemudian aku sudah berada di alam mimpi. Walau tidak ingin menerimanya tapi bahu Brian memang sangat nyaman.
__ADS_1