Apa! Aku Seorang Putri

Apa! Aku Seorang Putri
Chapter 16


__ADS_3

"Kalau tidak ingin mengatakannya tidak apa-apa kok." ucapnya dengan tangan yang memegang bahuku.


Liana tersenyum, semakin lama senyumnya terlihat menjijikkan bagiku.


"Ayo kita berkeliling." ajaknya.


Aku hanya mengikuti di belakang sambil menikmati bunga-bunga. Aku paling menyukai mawar merah. Tapi di sini rata-rata berwarna merah muda. Ku lihat Liana yang sedang melihat-lihat bunga tulip. Kalau dilihat-lihat memang sih wajahnya terlihat manis. Banget malahan, tapi sayangnya dia licik menurutku. Senyumannya entah kenapa selalu membuatku tidak nyaman.


***


Hari ke-2 di kerajaan Barat. Pagi tadi aku mendapat kiriman surat dari kerajaan Timur, pengirimnya adalah ayahku sendiri. Isinya tentang aku yang disuruh tinggal di sini dulu selama semingguan. Soalnya 3 hari lagi ke-4 kerajaan akan melakukan pertemuan di daerah perbatasan.


Aku hendak menolaknya, masa aku harus tinggal di sini semingguan. Tapi setelah melihat lanjutan surat itu. Aku jadi mengurungkan niat untuk menolaknya. Ayah satu itu sungguh terlalu mempercayai keluarga ini..


"Putri Anastasia, bagaimana dengan hasil sulamanku?" tanya Liana


Kalian pasti bertanya-tanya mengapa Liana masih disini. Sebenarnya keluarga Hughes akan berangkat tadi pagi. Akan tetapi laut sedang tidak bersahabat, jadi mereka akan berangkat 2 hari lagi.


Dan sekarang, aku dan Liana sedang menyulam sapu tangan untuk mengisi kekosongan. Tak lama kemudian awan berubah menjadi hitam, gerimis mulai mengguyur kerajaan Barat. Kulihat dari jendela banyak pelayan yang berlari-larian melakukan pekerjaannya. Ada pelayan yang sedang mengangkat jemuran, ada para kesatria yang menghentikan latihan mereka sebab hujan mulai turun, dan masih banyak lagi.

__ADS_1


"Sulamanmu bagus sekali putri Liana. Bahkan sulamanku sampai kalah bagus dengan milikmu."


"Ah tidak. Sulaman putri Anastasia jauh lebih bagus daripada sulamanku."


Jikalau ada yang berpikir bahwa Liana benar-benar memujiku itu salah besar. Kalau kutafsir perkataannya seharusnya begini 'Tentu saja, sulamanmu jauh lebih buruk dari sulamanku' sebab bisa dilihat oleh mata jika sulamanku buruk sekali. Eh tidak, sulamanku sudah termasuk lumayan bagus kok. Tapi jika dibandingkan dengannya tentu saja beda jauh.


"Oh iya putri, setelah sulamanmu selesai. Kau mau memberikannya kepada siapa?" tanya Liana.


"Entahlah, melihat hasil sulamanku. Aku tidak yakin ada yang mau menerima sulamanku." jawabku jujur.


"Kalau kau ingin memberikannya kepada siapa?"


"Aku ya, hmm..."


"Mungkin akan ku berikan kepada kak Aaron. Soalnya waktu penobatan kemarin aku belum memberikan hadiah kepadanya."


Entah kenapa saat Liana mengatakan akan memberikan hasil sulamannya kepada Aaron membuatku kesal. Kenapa harus Aaron sih, bukan orang lain saja. Loh! kenapa aku kayak orang yang sedang cemburu sih. Viona sadarlah!.


"Oh itu bagus, dia pasti menyukainya."

__ADS_1


"Apa putri Anastasia tidak ingin memberikannya kepada kak Aaron?" tanyanya.


"Ah tidak usah. Aku akan memberikan hadiah yang lain kepadanya." jawabku.


"Loh tapi dia pasti akan merasa senang jika mendapatkan hadiah buatan sendiri dari adik-adiknya."


Huh! kau bilangan seperti itu pasti punya maksud lain. Kau pasti ingin membandingkan hasil sulamanku dengan hasil sulamanmu yang bagus. Dasar muka dua!. Memang minta ditonjok ya.


"Tidak perlu, kak Aaron selalu menyukai apa yang aku berikan kepadanya." sindirku secara halus.


Tangannya menegang sementara wajahnya berubah menjadi seperti awan mendung.


"Tentu saja kak Aaron akan menyukainya. Dia selalu menerima apapun yang diberikan orang lain dengan senang hati." balas Liana.


Sebelum aku membalas perkataannya, dia sudah bangkit duluan.


"Em sepertinya aku akan melanjutkannya nanti. kalau begitu sampai jumpa nanti. Daaah."


"Darah."

__ADS_1


Liana berjalan menuju pintu keluar. Pelayan yang kemarin juga masih mengikutinya dibelakang. Setelah kepergian Liana, aku menghentikan acara menyulam ku. Ku pandang lagi hasil sulamanku. Sungguh hasil sulaman yang buruk. Ku letakkan kembali hasil sulamanku dan menutup wajahku dengan kedua tangan.


"Sial." umpat ku pelan.


__ADS_2