Apa! Aku Seorang Putri

Apa! Aku Seorang Putri
Chapter 14


__ADS_3

Entah apa yang terjadi kemari tapi tiba-tiba saat aku terbangun aku sudah berada di sebuah kamar. Kamar ini bukan kamarku tapi ini adalah kamar tempatku biasa menginap di kerajaan Barat.


Seorang pelayan datang menghampiriku. Dia mengatakan kalau waktu sarapan sebentar lagi. Aku membulatkan mata, segera saja aku menyuruh pelayan itu untuk menyiapkan air untukku.


Setelah air sudah di siapkan akupun mandi. Mandikupun kupercepat, setelah selesai pelayan tadi sudah menungguku dengan sebuah gaun berwarna hijau di tangannya. Diapun mulai membantuku memakaikan gaun itu. Memang agak ribet sih tapi akhirnya selesai juga.


Saat hendak berdandan, pelayan tadi hendak membantu juga. Awalnya aku agak enggan, sebab biasanya Eli yang membantuku merias wajah. Tapi akhirnya dia kubiarkan untuk mendandani wajahku. Hasilnya cukup bagus, wajahku telihat natural.


"Terimakasih___?"


"Ann, itu nama saya."


"Terimakasih Ann."


"Sebuah kehormatan bagi saya untuk melayani tuan putri Anastasia."


"Oh iya, di mana ayah dan ibuku? Ehem, maksudku ayahanda dan ibunda?"ucapku meralat.

__ADS_1


"Yang mulia Gavin dan ratu Alika sudah kembali ke kerajaan Timur kemarin."


"Lho! kenapa aku di tinggal di sini."


Aku terkejut mengetahui kalau ayah dan ibuku meninggalkan diriku sendirian di sini. Bagaimana bisa mereka melakukan hal itu kepadaku. Mentang-mentang mereka sudah bersahabat lama dengan kerajaan Barat, jadi aku bisa di tinggal sendiri di sini.


"Awalnya mereka hendak membawa tuan putri pulang. Tapi di cegah oleh yang mulia Asher. Beliau mengatakan lebih baik membiarkan anda menginap di sini dulu. Lagi pula anda terlihat sangat lelah dan mungkin tuan putri bisa menjadi teman bicara putri Liana di sini."


"Eh! putri Liana masih di sini?"


Oh tidak! kenapa aku harus berurusan dengan putri itu sih. Dan juga kemarin kan aku ketiduran di taman dengan Brian di sampingku. Eh, anak itu juga kemana ya? akukan bilang kalau bangunin aku nanti. Eh malah di tinggal, dasar Brian sialan. Awas saja kalau aku bertemu dengannya.


Rambutku ku biarkan tergerai dengan poni. Ann menambahkan sedikit jepit rambut untuk memper cantik rambutku. Awalnya ingin ku kuncir kuda tapi di larang Ann. Katanya lebih cantik di beginikan.


"Nah, selesai tuan putri. Anda terlihat sangat cantik."


Aku terkejut melihat pantulan diriku di cermin. Wajah milik Anastasia memang sangat cantik dari lahir. Mau di apa-apakan tetap saja cantik.

__ADS_1


"Tuan putri, entah kenapa saya merasa warna gaun anda mirip dengan warna mata anda. Seperti sengaja memilih warna hijau yang seperti itu."


Aku yang mendengarnya kembali bercermin. Setelah ku perhatikan dengan seksama memang benar sih warna gaun ini mirip dengan warna mataku.


"Apa jangan-jangan pangeran mahkota sengaja mempersiapkannya untuk anda?"


"Kakak?"


"iya."


"Jadi kakaklah yang menyiapkannya untukku?"


"Iya, bahkan pangeran sendiri yang membawanya ke sini tadi pagi. Awalnya pangeran hendak menyapa anda. Tapi melihat anda yang masih tidur, pangeran mengurungkan niatnya dan memberikan gaun itu ke saya. Pangeran pasti sangat menyayangi tuan putri dan menganggap tuan putri seperti adik kandungnya sendiri."


"I..iya dia memang kakak yang baik."


Entah mengapa kalimat terakhir yang di ucapkan Ann membuat dadaku sakit. Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku. Kenapa tiba-tiba aku merasa sedih.

__ADS_1


__ADS_2