
"Oke, kita langsung ke intinya saja."
Aku memulai pembicara tanpa basa-basi dulu. Sementara di seberang sana ada Brian dengan wajah bodohnya. Yeah, apa aku harapkan dari seorang pangeran sialan ini.
"Untuk yang waktu itu aku harap kau tidak memasukkannya kedalam hati."ucapku acuh.
"Memangnya kenapa jika aku masukan ke hati toh kamu juga tidak peduli padaku ."balasnya.
Entah kenapa aku seperti mendapat sindiran halus ya. Pangeran sialan ini rasanya ingin ku tonjok saja.
"Oke aku mengaku salah. Tapi saat itu kamu memang super nyebelin. Katanya hapal jalur labirin ini kok malah jadi nyasar."
Dia tertawa, sejenak aku tertegun. Harus ku akui kalau pangeran ini cukup tampan. Cukup tampan ya bukan super tampan.
Aku meminum teh yang di siapkan pelayan. pangeran itu juga ikut-ikutan meminum teh. Dasar laki-laki, semuanya sama saja. Sepertinya aku harus memikirkan sebuah siasat dulu deh.
"Gini deh, gimana kalau kita buat kesepakatan. Kamu gak boleh omongin sikapku ke kamu kemarin ke orang-orang. Dan aku nggak bakal kasar denganmu lagi."ucapku.
"Hm apa keuntungan untukku?"tanyanya.
"Yeah.. pokoknya aku nggak bakal kasar denganmu lagi."
__ADS_1
"Kalau aku tidak mau?"
"Huh apa yang kamu inginkan?"
"Aku ingin kita bisa menjadi lebih dekat yeah sebagai teman. Bagaimana, apa kamu setuju?"tanyanya.
Aku berpikir sebentar, nampaknya itu tidak rugi-rugi amat buatku.
"Baik setuju. Tapi kamu juga harus tepati janjimu. Atau bersumpahlah untuk tidak membocorkannya."
"Baik-baik aku pangeran Brian Golubev bersumpah untuk tidak membocorkan perilaku kasar dan tidak beradabnya kepada orang lain."
"Hei! aku tidak sekasar itu."
\*
Awalnya aku berpikir masalahku akan selesai begitu saja. Tapi aku salah, mengenal pangeran ini membuatku sial tujuh turunan. Dan disini, aku berada di tengah-tengah pangeran Utara dan Selatan.
__ADS_1
"Hei kamu putri Anastasiakan?katanya kamu putri yang lembut, cerdas, dan selalu ramah. Tapi aku kok agak tidak percaya. Masa ada orang sesempurna itu sih. Aku yakin kamu pernah berkata kasar."ucap Aland.
Inilah yang membuatku jengkel setengah mati. Namanya Aland Golubev adik dari Brian Golubev. Bahkan adiknya pun juga sangat menyebalkan. Kalau bukan karena kesepakatan aku tidak akan mau ikut perjamuan ini.
Tapi untunglah pangeran mahkota Lorenzo tidak ikut-ikutan. Dia itu kebalikan dari Brian. Sikapnya kalem dan santai, membuat orang di sekitarnya menjadi nyaman. Tiba-tiba seseorang duduk di bangku kosong sampingku.
"Maaf aku terlambat."
Tunggu, suara ini terdengar familiar. Aku menoleh ke kanan dan benar saja. Dia ada di sana. Sudah 8 tahun berlalu, dia tumbuh dengan baik dan juga tampah tampan. Dia menatapku lalu memberi salam.
"Oh putri Anastasia ada di sini juga. Saya sudah mendengar cerita tentang putri yang cerdas dan bermartabat."ucapnya seperti tidak pernah mengenaliku. Aku terdiam, memang itu salahku jadi aku harus mau menanggung resikonya.
"Saya juga banyak mendengar tentang kegagahan pangeran Aaron."aku memberikan senyuman, Senyuman palsu.
"Kalau begitu ayo kita memulai acara perjamuannya."ajak Brian.
Pesta berlangsung tapi aku tidak menikmatinya sama sekali. Pokoknya kali ini aku harus bisa meminta maaf pada Aaron.
Aku meliriknya kembali, namun dia seperti mengacuhkan aku. Entah kenapa hatiku sakit.
"Aaron semoga nanti kamu tidak menghindariku lagi."ucapku dalam hati.
__ADS_1
Aku mengepalkan tanganku. Ya semoga saja begitu.